Amerika sebetulnya mendukung Mursi, apalagi Mursi beraliran Syiah sehingga sejalan dengan politik keseimbangan Amerika. Bahkan Irak yang tadinya Suni oleh Amerika diberikan kepada Syiah. Tentu ada maksudnya, antara lain menjaga keseimbangan agar jangan ada yang bisa mendominasi.
Bahkan Mursi sendiri sebetulnya juga boneka Amerika, dia lulusan USC bahkan dia juga warganegara Amerika seperti halnya Habibie warganegara Jerman. Bagi Amerika, Mursi bukan ancaman, tapi sebaliknya, dari sudut religius Islam, maka Mursi membahayakan Islam Suni yang berpusat di Arab Saudi. Sedangkan Amerika sendiri tidak peduli soal aliran2 Islam, yang menjadi persoalan justru Arab Saudi merasakan kehadiran Mursi menjadi ancaman bagi agamanya Islam Suni. Itulah sebabnya, Amerika menyerahkan pilihan kepada Arab Saudi yang menjadi aliansinya. Arab Saudi atas izin Amerika memerintahkan jendral Mesir untuk mengkudeta menangkap Mursi karena melanggar demokrasi memecati pejabat2 Suni dan memecati militer2 dan jendral2 Mesir dari pemerintahannya. > muslim in suffer <musliminsuffer@...> wrote: > Baredei Hanyalah Boneka AS, Ia Yang > Muluskan Invasi AS di Irak, Kini Ia > Hancurkan Mesir Apa salahnya kalo jadi boneka AS ??? Apakah harus jadi boneka Russia, atau jadi boneka Cina ??? Yang pasti enggak boleh jadi boneka Syariah Islam karena Syariah Islam memusuhi orang2 kafir, padahal orang2 kafir sama seperti juga orang Islam yang sama2 butuh hidup damai dan aman. Kalo soal Irak, memang tidak ada pilihan, Amerika dipaksa Irak untuk menyerbu kesana, karena Irak sebelumnya sudah menyerbu, membumi hangus, dan menjarah Kuwait yang menjadi aliansi Amerika di jazirah Arabia. Setelah Amerika turun tangan, tentara Irak diusir keluar dari Kuwait dan Irak dipaksa menanda tangani ganti rugi kepada Kuwait, namun katimbang ganti rugi kepada kuwait malah Sadam Hussein memperkuat persenjataannya untuk mempersiapkan lagi serangan ke Kuwait. Jadi dimana letak keadilannya kalo Irak boleh menyerang Iran, boleh menyerang Kuwait tapi Amerika tidak boleh menyerang Irak ??? Pikirlah dulu sebelum ngomong. Kalo Mesir jadi boneka Amerika itupun memang seharusnya karena dulu sudah menyerang Israel thn 1967, kalo waktu itu Israel kalah, malah Israel ludes dijadikan jajahan Mesir. Jadi kenyataannya Mesir yang kalah, lalu dari kekalahan tsb apa yang mau diharapkan ??? Masih mau mengharapkan kemerdekaan, kedaulatan ??? itu namanya mimpi, masih untung jadi negara boneka katimbang ajaran Syariah Islam menjadikan yang kalah sebagai budak2 hina. Sebenarnya Mursi juga bonekanya Amerika, namun karena dia beraliran Islam Syiah telah membuat kuatir Arab Saudi. Jadi bagi Amerika Mursi berkuasa pun tidak masalah, tapi masalahnya timbul pada Arab Saudi yang notabene mempunyai aliansi dengan Amerika. Jadi bukan artinya Amerika menolak Mursi, tapi Arab Saudi itulah yang menolaknya dan Amerika terpaksa harus lebih melindungi Arab Saudi katimbang Mursi. Ny. Muslim binti Muskitawati. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
