Regulasi-Regulasi Bagi Bukan Orang Beriman
Posted on July 8, 2013by  Admin   
Dalam Sura 5:97 kita membaca: 
“Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan 
urusan dunia) bagi manusia, dan (demikian pula) bulan Haram, had-ya, 
qalaid”. 
 
Melakukan ziarah ke Ka’ba, dengan ritus-ritus yang menyertainya adalah 
kebiasaan 
dari jaman pra Islam. Salah satu dari ritual-ritual tersebut adalah 
mencium batu hitam. 
‘Umar Ibn al-Khattab pernah dikutip berkata kepada batu hitam demikian, “Demi 
Tuhan, aku sangat yakin engkau adalah batu yang tidak mendatangkan 
kebaikan maupun kecelakaan. Kecuali aku melihat Utusan Allah mencium 
engkau, aku sendiri tidak akan melakukannya”. 
Nabi Habakuk mengatakan, “Apakah gunanya patung pahatan, yang dipahat oleh 
pembuatnya? Apakah gunanya 
patung tuangan, pengajar dusta itu? Karena pembuatnya percaya akan 
buatannya, padahal berhala-berhala bisu belaka yang dibuatnya. Celakalah orang 
yang berkata kepada sepotong kayu: “Terjagalah!” dan kepada 
sebuah batu bisu: “Bangunlah!” Masakan dia itu mengajar? Memang ia 
bersalutkan emas dan perak, tetapi roh tidak ada sama sekali di 
dalamnya” (Habakuk 2:18-19). 
Nabi Hosea juga mengatakan, “Sekarangpun mereka terus berdosa, dan membuat 
baginya patung tuangan dari perak dan berhala-berhala sesuai dengan 
kecakapan mereka; semuanya itu buatan tukang-tukang. Persembahkanlah 
korban kepadanya!, kata mereka. Baiklah manusia mencium anak-anak lembu! Sebab 
itu mereka akan seperti kabut pagi atau seperti embun yang hilang pagi-pagi 
benar, seperti debu jerami yang diterbangkan badai dari 
tempat pengirikan atau seperti asap dari tingkap” (Hosea 13:2,3). 
Pertanyaan kami: Adakah roh di dalam batu hitam itu sehingga ia dapat merasakan 
kehangatan ciuman orang-orang Muslim, atau apakah batu hitam itu 
mempunyai akal untuk memahami apresiasi dan penghormatan orang Muslim 
kepadanya? Mengapa orang Muslim harus memberikan penghormatan kepada 
batu yang oleh orang Arab jaman pra Islam disembah sebagai dewa/berhala? 
Mengapa Muhammad melestarikan penghormatan religius kepada batu 
tersebut? Mengapa ia meninggalkan batu tersebut di Ka’ba dan tidak 
menyingkirkannya seperti yang dilakukannya kepada berhala-berhala 
lainnya?

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke