Taik kucing saat si uplik merasa menjadi bagian dari masyarakat maju hanya karena tinggal di negara maju -- padahal -- bertahan hidup dari tunjangan gembel. Peduli amat dengan kristen yang pada koplok yang ada di kampung petar yang tidak henti hentinya memojokkan Islam seolah semua orang Islam kelakuannya sama dengan begundal begundal arap yang doyan ngentot sama pembantu kerena menganggap pembantu sebagai budak.
FAKTA Nya ... hari ini, detik ini, Candi rambanan bisa tetap berdiri tegar di sini. Taik kucing dengan kuburan Spinoza yang dibanggakan uplik sehingga ngajak orang rumah buat pelesiran ke kuburan. Saya kurang dari 24 jam yang lalu apanan ngajak anak anak ke Candi prambanan. Bukan ke kuburan. Seneng banget si kecil yang baru naik kelas 5 SD bisa "berkeliaran" di seputar Candi dan sepetinya bagi die ini candi sama aja dengan rumah pohon. Naik ke Candi Syiwa, masuk ke ruang semedi, keliling sambil lari lari kecil, terus main petak umpet sama kakak nya ... BUKTI NYATA bahwa saat di Arap muhammad lagi berdarah darah memperkenalkan Islam, di sini, di Jawa Tengah ini, sudah ada kerajaan yang adil makmur gemah ripah loh Jinawi : Mataram. Membangun kompleks candi prambanan di zaman itu, tanpa semen, tanpa automatic level, tanpa bak ukur, tanpa theodolite, tanpa alat ukur tekanan beton .... Sambil jalan, saya tanya ke si kecil "Ade kan pernah pentas kisah nabi Ibrahim, trus .. boleh nddak sekarang Ade ngehancurin patung patung ini seperti Ibragim menghancurkan berhala ?" Dengan cepat anak saya jawap "Nddak boleh Yah ! Kalau dulu Nabi Ibrahim boleh, itu kan dulu, kalau sekarang kita tidak boleh !" Saya tanya lagi : "Kenapa ?" Si kecil menjawap "Kita bukan Nabi ibrahim, dan kita kan hidunya sekarang, kalau sekarang kita menghancurkan patung patung ini nanti kita dihukum ! Dipenjara ! Pokoknya nggak boleh ! " ((( Saya tersenyum. Seneng ) Dan terkutuklah manusia - manusia yang pernah mencoba menghancurkan candi borobudur dengan bom. Terkutuklah manusia manusia yang tidak menghargai peninggalan leluhur kita yang sangat genius ini : Candi Prambanan. Masuk Musium, Si teteh memakaikan kacamata hitam bergaya Jhone Lenon ke patung Sang Budha, kemudian di photo sama adiknya saat berfose dengan sang budha yang berkacamata hitam :) ( Terus si teteh nge upload gambar itu sebagai DP di BB nya ... :-) ) "Ayah ! Tadi aku kan pegang - pegang patung Dewa ... itu dosa nddak Ayah ? " saya jawap "Dipegang pegang nddak apa apa..tapi jangan dirusak. jangan merusak. harus ikut menjaga kebersihan nya De ..." "Ayah ! Ayah ! Itu patung Tuhan kan Tuhan - Tuhan nya pakai baju, pakai perhiasan, bawa senjata, trus... itu yang membuat baju para dewa itu siapa ? Trus yang membuat perhiasan para dewa itu di mana ? " Si kecil cerewet nanya lagi ...saya jawap " Ade tanya aja sama Dewa Syiwa ... gih !" Anak saya jawap :"Ayaaaahh...itu patung ! Nggak bisa gomong ayaaahhh ! Masa aku nanya sama patung !" Sambil duduk, udud, minum pocary di kursi saya cerita sama teteh dan si kecil tentang mataram...majapahit...demak...VOC...Indonesia. "Jadi ... Indonesia ini dipersatukan oleh penjajah belanda. Dulu tidak ada Indonesia... yang ada itu kerajaan seperti Mataram ini ... ada juga sekian banyak kerajaan kerajaan lain ...yang jelas namanya bukan Indonesia. Indonesia itu baru ada di tahun 1945 ..." Nusantara, Indonesia, Mataram, Demak, Majapahit, Sriwijaya, Samudra Passai ... Saat Muhammad baru menerima wahyu dan memperkenalkan tuhan, di sini, di negeri kita ini, sudah ada Mataram ...sudah ada Rakai Pikatan... Sudah ada Roro Jongkrang ... Dan adalah perbuatan yang sangat memalukan, jika ada manusia Indonesia yang lahir di Indonesia, lebih bangga berkunjung ke kuburan sPinoza dibandingkan dengan melestarikan dan memelihara peninggalan leluhurnya sendiri. Membangun candi prambanan di jaman dahulu tentu saja tidak lebih mudah dibanding dengan membangun ka bah. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
