Maklum, nabinya jg minta 20% dr hasil ngerampok, maka SBY jg minta bagian dr hasil korupsi, malak dan kejahatan lainnya.
2013/7/10 Tawangalun <[email protected]> > 2013/7/8 Al Faqir Ilmi <[email protected]> > > > ** > > > > > > #MelawanLupa <https://www.facebook.com/hashtag/melawanlupa> : Pengakuan > > Orang Dalam Pertamina: Pemerintah Bohongi Rakyat Soal Harga BBM, Badan > > Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI)< > https://www.facebook.com/auditboard.RI?directed_target_id=0>Diminta Audit > Dugaan Mark Up di Pertamina > > > > harga BBM bersubsidi menimbulkan tanda tanya besar, bahkan dengan harga > > BBM bersubsidi Rp 4.500 per liter sebenarnya pemerintah tidak > mengeluarkan > > subsidi dari APBN. > > > > Menurut oknum dalam Pertamina yang tidak ingin disebutkan namanya > > mengatakan, "Mas, perlu diketahui, istilah subsidi itu hanya kebohongan > > pemerintah + Pertamina. Saya sendiri juga perih menyaksikan kerakusan > para > > pejabat di pertamina. Harga premium & solar dari Russian oil itu cuma 425 > > USD per metrik ton atau sekitar kurang dari Rp4.300 per liter. Melalui > > Petral angka 425 tersebut di-mark up 300 USD sehingga menjadi 725 USD, > dan > > oleh Pertamina disempurnakan mark up-nya menjadi 950 USD, angka inilah > yang > > kemudian disebut sebagai harga pasar yang mengharuskan adanya istilah > > subsidi tersebut. Luar biasa bajingan mas!!" > > > > Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Petromine Watch Indonesia, > > Urai Zulhendri mengatakan, jika memang isi pesan tersebut memang benar > > adanya, maka pemerintah dan Pertamina melakukan mark up harga mencapai > 100% > > dari harga USD425 menjadi USD950, Petral mengambil untung USD300 dan > > Pertamina mengambil untung USD125. > > "Jelas, bahwa ini mengindikasi PT Pertamina Energy Trading (Petral) anak > > usaha PT Pertamina (Persero) masih menggunakan Perantara (mafia minyak) > > dalam melakukan pembelian minyak mentah," katanya. > > > > Tidak hanya itu, Urai menduga kuat bahwa mark up (penggelembungan) yang > > dilakukan PT Pertamina (Persero) sebesar USD125 dicurigai sebagai bentuk > > upeti atau Commitment Fee dari Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan, > > yang diduga diberikan kepada Ani Yudhoyono untuk mempertahankan posisinya > > sebagai Dirut Pertamina. > > > > "BPK harus berani mengaudit proses mark up (penggelembungan biaya) yang > > diduga terjadi dalam pembelian minyak yang dilakukan PT Pertamina > (Persero) > > dan Petral," imbuhnya.[akt] > > > > > > > http://www.rimanews.com/read/20130614/106634/pengakuan-orang-dalam-pertamina-pemerintah-bohongi-rakyat-soal-harga-bbm-bpk#.UdlZ8fSfJrA.facebook > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > ------------------------------------ > > Post message: [email protected] > Subscribe : [email protected] > Unsubscribe : [email protected] > List owner : [email protected] > Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
