Berhasilnya Mursi terpilih sebagai presiden memang melalui pemungutan suara yang demokratis. Namun kemenangan Mursi hanya tipis sekali. Oleh karena itu dikhawatirkan dalam pemilu2 yang akan datang suara pendukung itu akan melemah dan ikhwanul Muslimin yang menjadi pendukung Mursi akan kehilangan dukungan akibat kegagalan Mursi dalam memperbaiki ekonomi Mesir.
Jalan yang terbaik dan sesuai dengan syariah Islam adalah menggunakan kesempatan berkuasa ini dengan mengubah "Demokrasi" yang berlaku sekarang dengan "Syariah Islam" yang akan diberlakukan secara ber-tahap. Hal inilah yang menimbulkan penolakan masyarakat yang mula2 sedikit tapi lama2 membukit bersamaan dengan kegagalan2 Mursi dalam memperbaiki ekonomi Mesir yang dilanda krisis makin memberat. Syariah Islam sendiri merupakan hukum Islam yang "anti-demokratis", dalam hal ini Mursi tidak berhasil membuktikan kepemimpinannya mengendalikan keamanan di Sinai dimana untuk pertama kalinya setelah turunnya Hosni Mubarak terjadi serangan2 kelompok Islam terhadap pasukan Mesir penjaga perbatasan yang telah menewaskan puluhan tentara Mesir. Serangan2 ini tentunya akan membahayakan Israel sehingga tidak bisa ditangguhkan lagi bahwa Mursi harus dilengserkan demi menjaga stabilitas seluruh Timur Tengah di masa depannya. Jadi dijatuhkannya Mursi jangan dianggap sebagai tidak demokratis tetapi justru merupakan bagian dari demokrasi itu sendiri akibat tindakan2nya yang membangun system yang "anti-demokrasi" yang memecat se-wenang2 para hakim, jendral maupun polisi. Perlu diingat, Mesir memimpin koalisi negarara2 Arab di tahun 1967 untuk menyerang, menghancurkan dan mengambil alih negara Israel, namun kalah perang. Dan dalil semua negara yang kalah perang selalu harus menanda tangani perjanjian tanpa syarat seperti yang dilakukan Jepang sewaktu kalah perang pada perang dunia kedua. Perjanjian itu termasuk perjanjian yang menjamin keamanan negara yang diserangnya yaitu Israel. Jadi bagaimana demokratispun terpilihnya Mursi, tapi kalo melanggar perjanjian yang ditanda tangani Mesir sewaktu kalah dalam perang 6 hari 1967, maka pelanggaran itu melanggar konstitusi, melanggar hukum internasional, dan merupakan tindakan yang tidak demokratis. Itulah sebabnya UN tidak bisa mendukung Mursi selanjutnya karena pelanggaran2 yang dilakukannya memang tidak bisa ditolerir. Ny. Muslim binti Muskitawati. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
