Nasib Hamas mengenaskan, meskipun mendapat dukungan terbesar 90% dari rakyatnya 
ternyata tidak menolongnya, kembali Abbas diatas angin.  Mulanya Hamas mendapat 
supply besar dari Iran untuk menghujani Israel dengan roket2nya, bukan cuma 
supply roket tapi juga makanan, obat2an dan lain2 keperluan.

Pecahnya pemberontakan di Syria ternyata mengubah segalanya, Arab Saudi 
menawarkan Hamas untuk berjihad membantu para pemberontak Syria menggulingkan 
Basyaar Assaad.  Kalkulasi Hamas tidak salah, bahwa Arab Saudi jauh lebih 
berpengaruh didunia Internasional katimbang Iran.  Hamas mengirimkan pasukan 
jihadnya yang paling berpengalaman untuk mempertahankan kota Qusair yang 
dikepung pasukan Syria yang dibantu Hezbollah dan Iran.

Keputusan Hamas berpihak dan membantu para pemberontak menyebabkan kantor 
pemerintahan pelariannya di Damaskus ditutup oleh Basyaar Assaad.  Hamas 
melarikan diri ke Mesir.  Di Mesir ini Hamas terpikat bujuk rayu Ikhwanul 
Muslimin yang sepengetahuan Hamas beraliran Islam Suni dan didirikan oleh ulama 
besar Mesir Suni yaitu Qardawi.

Ternyata celaka karena Ikhwanul Muslimin sekarang dikuasai oleh kelompok Islam 
Syiah yang sudah ber-tahun2 menyusup kedalamnya dengan motto mempersatukan 
Islam tanpa membedakan alirannya.  Mursi yang didukung Iran dan pemerintah 
Syria yang beraliran Syiah berhasil menduduki posisi presiden.

Jadi kalo sebelumnya Hamas di Gaza menolak Iran dan Syria, ternyata di Mesir 
kembali terjebak harus berpihak kepada Syria dan Iran yang diperanginya di 
Qusair.  Posisi Mursi sebagai seorang pemimpin negara besar seperti Egypt 
kelihatannya membawa terang dimasa depan Hamas.  Ternyata juga salah, karena 
Mursi dikudeta kelompok Islam Suni yang didukung para jendral2nya.  Kembali 
Hamas sungsang sumbal sulit menentukan dimana posisinya.

Lebih dari separoh pasukan Hamas dibantai oleh Hezbolah di Qusair, sisanya 
mengungsi ke Turki.  Hamas berusaha mengungsi ke Qatar, ternyata pangeran Qatar 
justru berpihak kepada Iran, Syria dan Hezbolah, maka Hamas pindah lagi ke 
Mesir karena di Qatar dia dicurigai dan diawasi.

Sekarang Hamas ikut2an mencampuri urusan dalam negeri Mesir dengan memihak 
kepada Islam Suni yang mengkudeta Mursi.  Tindakan Hamas diimbangi oleh Fatah 
di Jerusalem yang mengadakan demo besar2an untuk mendukung dan mengembalikan 
Mursi kepada jabatannya dalam mencari simpati para pendukung Hamas.  Hamas 
terpaksa juga ikut serta dalam demonstrasi besar Temple Mt di Jerusalem agar 
para pendukungnya jangan beralih kepada Fatah.

http://www.jpost.com/Middle-East/Egypt-crisis-brings-Fatah-Hamas-tensions-to-new-high-319751

Dalam realitasnya, Fatah dibawah Abbas mendukung kelompok Suni di Mesir yang 
mengkudeta Mursi, sebaliknya Hamas yang mulanya mendukung Mursi tapi secara 
diam2 bermuka dua karena melihat pihak jendral yang mengkudeta memiliki power 
yang besar.  Untuk maksud mempertahankan kehadirannya di Gaza, maka Hamas 
ber-ulang kali menerompetkan "reconcilliation" antara Fatah dan Hamas.

Abbas sangat kuatir rusaknya hubungan Palestina dan Egypt akibat demonstrasi 
besar yang mendukung Mursi di Jerusalem.  Oleh karena itu Abbas menelepon 
jendral sisi bahwa Palestina tidak mencampuri urusan dalam negeri Egypt.  
Berbeda dengan Hamas yang secara aktif ikut campur perselisihan di Egypt dengan 
dua muka sambil menunggu situasi yang lebih pasti muka mana yang harusnya 
digunakan.

Satu hal yang pasti, Hamas sudah babak belur dihantam kanan kiri depan belakang 
dan sekarang juga dari dalam, perjuangan Hamas sekarang hanyalah sekuat mungkin 
mempertahankan organisasinya yang ditepa badai yang tidak berakhir ini.  Secara 
politis diatas kertas Hamas sudah punah.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke