nyonya jibril, daripada repot2 ngebahas kejadian di mesir, 
mending baca nih berita terhangat ttg don juan dari indonesia timur.
namanya jimmy muliku alias jhon weku.

"Jhon lalu mendapat Pembebasan Bersyarat (PB), hingga ia hanya menghabiskan 1 
tahun 8 bulan penjara di Rutan Salemba karena kelakuannya dianggap baik. Selama 
di Rutan, Jhon tidak disel bersama napi lain, melainkan tinggal di gereja dan 
menjadi pelayan gereja.

"Di Rutan Salemba tinggal di gereja, tidak di blok. Saya main musik di gereja," 
kata Jhon"


lahir dari keluarga pendeta, pernah divonis 2 tahun tapi 
di penjara salemba dia malah tinggal di gereja bukannya di sel, 
enak bener ya?
cuman di indonesia lho ada penjahat bisa dapet privilege luar biasa kayak 
gini.hehehe.

baca semua deh, ini kisah nyata tapi kayak cerita2 sinetron.
seru banget!

kalo liat fotonya sih si jimmy ini kayaknya mirip si nub.

http://news.detik.com/read/2013/07/10/102120/2297612/10/?nd772204topnews

 Rabu, 10/07/2013 10:21 WIB
6 Fakta Jhon Weku, Si Perampok Pelacur High Class
Ahmad Toriq - detikNews

Jakarta - Pengungkapan kasus perampokan terhadap wanita panggilan berduit 
membuat geger. Jhon Weku (33), pelaku tunggal kasus itu, kini meringkuk di 
tahanan.

Sepak terjang Jimmy Muliku alias Jhon Weku berakhir setelah dia dibekuk tim 
Jatanras Polda Metro Jaya. Catatan kepolisian, sedikitnya Jhon telah merampok 
lebih dari 16 wanita. Korban perampokannya adalah para pelacur bertarif Rp 5-15 
juta.

Selama tahun 2013, polisi mencatat Jhon telah melakukan aksinya di 9 hotel 
berbeda di berbagai wilayah. Uang haram yang didapat dari hasil kejahatannya 
disebut mencapai miliaran rupiah.

Sosok pria gempal yang gemar tampil borjuis ini juga ternyata cukup dikenal di 
daerah asalnya Manado. Setelah ditangkap polisi, sosoknya bisa ditelaah lebih 
jauh. Berikut enam fakta seputar Jhon Weku berdasarkan hasil wawancara dan 
keterangan polisi:


1. Berasal dari Keluarga Ningrat

Perjalanan hidup Jhon Weku penuh lika-liku. Lahir dari keturunan keluarga 
ningrat, namun hidupnya melarat. Jhon beralasan, kekayaan sang kakek rupanya 
tidak diwariskan kepada orangtuanya lantaran memiliki prinsip hidup yang 
berseberangan.

Alasan pribadi ini pula yang melatarbelakangi Jhon melakukan kejahatan 
perampokan. Ia ingin kaya dengan cepat, namun tanpa harus mengeluarkan keringat.

Jhon lahir di Manado pada tanggal 2 Juni 1980 silam. Kedua orangtuanya adalah 
pendeta di Gereja Pantekosta.

Dikisahkan Jhon, kakeknya yang kaya itu menghambur-hamburkan uangnya untuk 
wanita simpanan. Hal ini lantas membuat ayah Jhon gerah, hingga menegur sang 
kakek.

Saat itu, Jhon masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas 3. Enam 
tahun sekolah di Manado dan terpisah dari orangtua, Jhon harus menerima 
kenyataan pahit ketika kembali ke Gorontalo.

"Selidik punya selidik, Opa malah bunuh bapak saya. Tetapi opa tidak pernah 
dipenjara. Dari situ, warisan-warisan ke bapak saya tidak ada satu pun," kenang 
Jhon.

Pengalaman itu, membuatnya bertekad untuk menjadi orang kaya. "Di situ saya 
berpikir harus bisa jadi orang banyak duit agar bisa bahagiakan mama saya. Dari 
situ punya inisiatif, cara apa pun harus bahagiakan ortu saya," jelas Jhon.

Sekitar tahun 2001, Jhon lalu merantau ke Surabaya. Ia lalu tinggal di 
keluarganya di Surabaya, yang rata-rata adalah pendeta. Tahun 2008, ia kemudian 
ke Batu Licin, Kalimantan.

"Ketemu perempuan muslim, lalu pacaran sama dia dan dia hamil. Saya tidak 
menikahi dia karena ortunya nggak setuju karena saya kristen," kata dia.

Ia kemudian melanjutkan hidupnya. Sekitar tahun 2009, Jhon muda pergi ke 
Bontang. Di Bontang, ia kemudian main musik di gereja-gereja. Hingga 2010 
akhir, ia kembali ke Surabaya.

"Lalu akhir 2010 baru ke Jakarta, kos di Cempaka Mas. Di situ saya punya 
pemikiran bagaimana saya harus bisa dapat duit," kata Khon.

Suatu hari, ia membaca koran Ibu Kota. Ia lalu tertarik dengan sebuah iklan 
cewek panggilan. Jhon lalu timbul niat untuk merampok cewek panggilannya. 
Modusnya, dengan meniduri cewek panggilan itu lebih dulu.

"Terpikir di benakku bahwa wanita malam punya banyak duit," tutur Jhon.

2. Bersenjatakan Pisau, Borgol, dan Lakban

Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Begitu kiranya pepatah yang 
menggambarkan aksi kejahatan Jhon Weku (33). Jhon tidak hanya menggasak harta 
benda korban, tetapi juga menikmati kemolekan tubuh para wanita panggilan yang 
merupakan korbannya.

"Modusnya yakni dengan mengajak kencan melalui mucikari, kemudian korbannya 
dilakban, ditodong pisau dan setelah itu diambil barang-barangnya," kata Kepala 
Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda 
Metro Jaya, Jakarta, Selasa (9/7/2013).

"Selama saya melakukan ini, saya tidak pernah menganiaya korban-korban saya, 
saya tidak pernah memukul juga. Paling hanya mengancam dan mengikat korban 
dengan lakban," jelas Jhon.

Sasaran Jhon adalah wanita-wanita panggilan kelas atas mulai dari ayam kampus 
hingga model-model profesional. Menurut Jhon, wanita-wanita panggilan kelas 
atas (high class) memiliki banyak uang dan harta yang bisa dia rampas.

Berlaga borjuis dengan memakai kalung emas 300 gram, Jhon mulai mencari 
mangsanya melalui mami-mami pemandu karaoke. Kepada mami, Jhon meminta 
disediakan wanita panggilan yang berkelas. Soal tarif, tidak jadi masalah.

"Kalau yang high class itu biasanya Rp 5-15 juta semalam. Katanya suka dipakai 
pejabat-pejabat," ujar Jhon.

Setelah bersepakat dengan mami mengenai tarif booking, Jhon akan menyiapkan 
kamar hotel berbintang. Agar meyakinkan korbannya, Jhon menyewa kamar suite 
yang memiliki ruang tamu di dalamnya.

"Saya yang <i>check in</i> dan menggunakan uang saya," ujar Jhon.

Setelah janjian, Jhon akan mengajak PSK tersebut ke dalam kamar hotel. 
Biasanya, Jhon mengajak 2 wanita PSK sekaligus.

Setelah berada di dalam kamar, Jhon lalu mengencani salah satu korbannya, 
sementara korban lainnya disuruh menunggu di ruang tamu.

Setelah memuaskan nafsunya, Jhon lalu memborgol korban dan mengikat kaki serta 
tangan korban dalam keadaan masih telanjang. Ia lantas menodongkan pisau lipat 
ke korban dan mengancam korban untuk segera menyerahkan barang-barang berharga 
milik korban.

"Setelah itu saya keluar dari dalam kamar hotel dan setelah di luar, baru saya 
telepon resepsionis dan meminta resepsionis untuk merapikan kamar," ujar Jhon.

Di Yogyakarta, Jhon pernah dikenalkan dengan ayam kampus oleh seorang mami. 
Untuk 'memakan' mangsanya, Jhon mengeluarkan uang Rp1 juta.

"Saya pancing mereka ke Hotel Ibis, saya siapkan borgol, lakban. Pertama 
mahasiswi high class bawa BB Z10. Setelah itu saya pakai dia," kata dia.

Jhon rupanya kurang puas. Ia lalu meminta mami untuk kembali menyiapkan 2 orang 
perempuan. Permintaan Jhon dipenuhi, lantas dua orang perempuan tadi dimasukkan 
ke kamar Hotel Ibis, di lantai atas.

"Lalu saya telepon maminya sambil maminya menuju ke kamar itu, saya bawa 2 ke 
bawah, lalu saya kumpulkan lalu saya ancam, borgol, pisau lipat kayak tentara 
itu. Bawa 4 borgol," kata dia.

Setelah semua terkumpul, sang mami mendatanginya ke kamar hotel itu. Ia pun 
memborgol sang mami di kamar hotel tersebut, lalu mengambil barang-barang 
berharga milik 4 korban sekaligus.

"Dari Yogya, saya baru ke Jakarta lagi, dan selama di Jakarta, saya tinggal di 
hotel," tutup Jhon.

3. Merampok 16 Kali di 9 Hotel

Jimmi Muliku alias Jhon Weku alias Aldi alias Vernando alias Nando, setidaknya 
telah melakukan aksi perampokan terhadap wanita panggilan high class di 9 hotel 
berbintang selama Januari hingga Juni 2013.

"Biar mami langganannya percaya, dia sewa kamar hotel suite room," kata 
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Slamet Riyanto 
kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (9/8/2013).

Catatan kepolisian, Jhon telah melancarkan aksinya di 9 hotel di wilayah 
Jakarta, Bogor, Bandung dan Jogjakarta. Di hotel-hotel tersebut, Jhon 
setidaknya memperdaya 2 orang wanita panggilan atau lebih. Jhon sendiri mengaku 
telah melakukan aksi perampokan dengan sasaran wanita panggilan ini selama 16 
kali sejak tahun 2010 lalu.

Di Hotel Harris, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada tanggal 14 Juni 2013 lalu, 
Jhon menyekap dan merampok 2 wanita panggilan sekaligus. Kedua korban tercatat 
sebagai mahasiswi di universitas swasta di Bandung, Jawa Barat.

Dari dua korban ini, Jhon berhasil mendapatkan uang Rp 10 juta, 2 unit 
BlackBerry Porsche, 1 buah iPhone 5, 1 unit BlackBerry Z10, 7 ribu HKD, 700 
Singapore Dollar, 1 buah cincin, 2 jam tan merek Guess dan uang tunai Rp 4 juta 
hasil tarik tunai dari ATM BCA korban.

Kemudian, di Hotel Ciputra, Grogol, Jakarta Barat, Jhon juga memperdaya 2 
wanita panggilan yang juga berprofesi sebagai model majalah pria dewasa. Dari 
keduanya, Jhon mengantongi 2 unit BlackBerry Porsche, 2 unit iPhone 5, 1 
BlackBerry Z10, 1 unit jam tangan merek Guess dan 2 buah cincin.

"Seorang perempuan pemandu karaoke, dikerjai Jhon di Hotel Trinity, Harmoni," 
kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan.

Di hotel itu, kata Herry, korban mengambil 1 unit BlackBerry Dakota, 1 untai 
kalung emas putih dan 1 unit handphone merek Samsung AC II.

Selanjutnya, di Hotel Le Grandeur, Mangga Dua, Jakarta Utara, Jhon mengambil 1 
unit BlackBerry Q10, 1 unit handphone Samsung S III dan uang tunai Rp 1 juta 
dari 2 wanita panggilan.

Berlanjut ke Hotel Novotel, Jl Gadjah Mada, Jakarta Pusat, seorang terapis 
berhasil diperdaya. Satu unit BlackBerry Porsche milik korban diambil Jhon.

Di Hotel Grand Aquila, Bandung, Jhon mengambil sejumlah barang berharga milik 
seorang mahasiswi yang 'nyambi' jadi wanita panggilan, yakni 1 unit BlackBerry 
Q10, satu unit iPhone 5, 1 unit BlackBerry Dakota, uang 700 HKD dan 10 ribu 
dollar Singapura.

Tidak hanya itu, Jhon juga mengambil uang korban senilai Rp 10 juta via 
M-Banking, Rp 40 juta ditransfer dari rekening korban ke rekening DS (pacar 
Jhon) dan Rp 20 juta ke rekening Jhon Weku serta Rp 10 juta ditarik tunai. Ia 
juga mengambil 1 untai kalung emas putih, 1 cincin emas putih, 1 buah jam 
tangan dan 1 STNK Honda Jazz milik korban.

Ia juga mengambil 5 unit BlackBerry, 2 kalung perak dan 2 jam tangan merek 
Guess milik 3 wanita panggilan yang dia kencani di Hotel Pangrango 2, Bogor, 
Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Di Hotel Ibis, Malioboro, Yogya, Jhon merampas sejumlah BlackBerry dan tablet 
serta uang tunai total Rp 12 juta dari 3 wanita panggilan, sekaligus seorang 
mami.

Terakhir, Jhon melakukan aksinya di Hotel Grand Mercure, Jl Gadjah Mada, 
Jakarta Pusat pada Sabtu (7/7) lalu terhadap 2 wanita yang bekerja sebagai 
model majalah pria dewasa. Namun, ia tidak berhasil karena polisi keburu 
menggerebeknya.

"Total handphone yang ia ambil ada 27 unit, rata-rata BlackBerry, kemudian uang 
700 dollar Hongkong, 10.700 dollar Singapura, 700 USD, Rp 112 juta, 6 buah jam 
tangan, 5 untai kalung dan 5 buah cincin," tutup Herry.

4. Pernah Dipenjara

Jimmy Muliku alias John Weku (33), bukan sekali ini tertangkap polisi lantaran 
merampok wanita-wanita panggilan yang ia kencani. Jhon rupanya pernah dipenjara 
pada tahun 2011 lalu atas kasus yang sama.

Jhon bercerita, 29 Desember 2011 lalu, ia pernah ditangkap aparat Polres 
Jakarta Barat.

"Saya ditangkap di Citraland, Jakarta Barat, setelah mengencani cewek kampus, 
model juga," kenang John kepada wartawan.

Kala itu, Jhon dilaporkan seorang korbannya karena telah menyekap dan merampok 
korban di sebuah hotel berbintang di kawasan Grogol, Jakarta Barat. Jhon lalu 
divonis 2 tahun penjara atas perbuatannya itu.

"Waktu itu, saya sudah melakukan 8 kali kasus yang serupa," ujar Jhon.

Jhon lalu mendapat Pembebasan Bersyarat (PB), hingga ia hanya menghabiskan 1 
tahun 8 bulan penjara di Rutan Salemba karena kelakuannya dianggap baik. Selama 
di Rutan, Jhon tidak disel bersama napi lain, melainkan tinggal di gereja dan 
menjadi pelayan gereja.

"Di Rutan Salemba tinggal di gereja, tidak di blok. Saya main musik di gereja," 
kata Jhon.

5. Punya Pacar Seorang Sopir TransJ

Jimmi Muliku alias Jhon Weku (33) tidak hanya berhasil memperdaya wanita 
panggilan (PSK) high class. Bahkan seorang wanita yang berprofesi sebagai sopir 
bus TranJ pun ia kadali.

"Jadi, dia (John) kalau mau transfer uang hasil kejahatan itu melalui rekening 
perempuan berinisial DS. Dia ini sopir busway," kata Kasubdit Jatanras 
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan kepada 
wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (9/8/2013).

Herry mengungkapkan, DS tidak terlibat dalam aksi kejahatan tersebut. Jhon Weku 
adalah pelaku tunggal dalam kejahatan perampokan yang disertai penyekapan itu.

"DS ini hanya dipakai rekeningnya untuk menampung transferan uang dari rekening 
korban, setelah itu ditransfer ke rekening Jhon," ujar Herry.

Jhon mengaku kenal dengan DS ketika dia ditahan di Rutan Salemba. Saat itu DS 
tengah membesuk temannya yang juga ditahan di Rutan Salemba.

"Saya pacaran sama DS. DS tinggal di Mampang," kata Jhon.



--- In [email protected], Gabriella Rantau <gkrantau@...> wrote:
>
> Muslims (diMesir) seharusnya ingat apa yg terjadi ketika Jibril mendoakan 
> agar Nabi Muhammad sembuh dari kercunan daging bakar sesudah ngerampok umat 
> Yahudi di Khaibar. Sang Nabi sesudah menderita efek dari racun tsb selama 3 
> tahun akhirnya succumed and met his maker. Dg kata lain doa2 dari Jibril 
> tidak didengarkan, tidak dikabulkan oleh Allah SWT.
> 
> Bagi yg mau baca secara lengkap silakan klik: 
> www.answering-islam.org/silas/mo-death.htm.
> 
> 
> Gabriella (bukan Jibril, lho!)
> 
> 
> 
> 
> ________________________________
>  From: Bukan Pedanda <bukan.pedanda@...>
> To: [email protected] 
> Sent: Monday, 15 July 2013 3:54 AM
> Subject: [proletar] ak-arabiya: Divine intervention? Angel Gabriel 
> ‘spotted’ at pro-Mursi protest
>  
> 
> 
>   
> 
> FYI
> 
> Orang Islam itu memang makin banyak yang pada senewen...
> 
> http://english.alarabiya.net/en/variety/2013/07/14/Divine-intervention-Angel-Gabriel-spotted-at-pro-Mursi-protest.html
> 
> 
>  
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke