Rasa keadilan itu harus berlaku kepada kedua belah pihak yang berseberangan, bila penindas tidak dihukum maka selamanya yang ditindas tidak merasakan adanya keadilan. Karena keadilan berlaku sama yaitu, "jangan mencubit kalo tak mau dicubit", "jangan menindas kalo tidak mau ditindas".
Keadilan yang berlaku sejak zaman purbakala adalah: "Penindas akan ditindas", "Pembunuh akan dibunuh", "Pencuri akan kecurian", dst yang didalam agama Buddha dikenal sebagai "Hukum Karma" atau "hukum sebab akibat". Bahwa nasib buruk yang kita alami sekarang adalah sebagai akibat tindakan kita yang buruk sebelumnya. Okinawa di Jepang dan beberapa wilayah Jepang lain diduduki Angkatan Perang Amerika, lalu kenapa rakyat Jepang enggak protest ke UN karena wilayahnya diduduki Amerika ??? Penjelasannya adalah bahwa Jepang terikat perjanjian tanpa syarat yang dipaksakan Amerika setelah kalah dalam perang dunia kedua. Dalam perjanjian ini, Jepang dilarang membangun Angkatan Perangnya, dilarang melakukan kegiatan apapun tanpa seizin Amerika, pertanyaannya sekarang: "Lhoooo... kalo begitu dimana letaknya demokrasi dan HAM...?" Jawabannya jelas, justru untuk menegakkan HAM dan Demokrasi itulah Amerika berhak menduduki Jepang yang dulu menyerang semua negara2 didunia yang menimbulkan jutaan korban2 yang tidak bersalah. Jepang kalah perang, Jepang negara pecundang, meskipun negaranya banyak dilarang, meskipun negaranya dibawah pengawasan, meskipun negaranya kehilangan kedaulatannya, namun Jepang bebas mengembangkan ekonomi dan industri2nya dan juga bebas memasarkan hasil karyanya didunia Internasional. Dari apa yang kita pahami dengan kondisi Jepang ini, maka berlaku hal yang sama dengan Mesir, Irak, Iran, negara2 Arab yang terlibat dalam perang 6 hari 1967, bahkan kondisi Jepang ini berlaku juga kepada Indonesia dan Palestina. Jadi dengan pemahaman ringkas ini, anda bisa mengerti kenapa negeri anda tidak berdaulat, bisa setiap saat dipaksa melepaskan Aceh Merdeka, Timor Timur atau Papua. Siapapun yang kalah perang akan jatuh banyak korban seperti kalahnya Sukarno dalam mengganyang Malaysia menyebabkan lebih dari 10 juta rakyat mati jadi mayat mengalirkan darahnya kesemua sungai2 diseluruh pulau Jawa. Jadi falsafah dizaman sekarang masih sama dengan falsafah dizaman nabi Muhammad, yaitu: "janganlah berperang kalo tidak pasti menang". Karena dari zaman dulu belum pernah ada negara yang kalah perang bisa berdaulat, bisa maju, bisa mengambil keputusan sendiri. Nasib sebagai pecundang tidak pernah menang, dan tidak pernah bisa lebih baik dari nasibnya si pemenang, maka itu camkanlah ini hai bangsaku, hai sesama muslimin !!! Mengutib pernyataan Bung Karno: "Revolusi Memerlukan Korban2". Nabi Muhammad pun menyatakan bahwa Iman Islam ditegakkan dengan "Qurban", oleh karena itu kita harus memberi korban pada hari raya "Idhul Qurban". Arab Palestina yang kalah jadi pecundang tidak memerlukan korban tapi mereka sendiri itulah yang menjadikan diri sebagai "Korban"nya. Ny. Muslim binti Muskitawati. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
