Pancasila antara lain bersila pada perikemanusiaan & perikeadilan. Itu "batu ukur" tentang kemanusiaan & keadilan seseorang maupun sekumpulan orang. Bukan cuma perikemanusiaannya terhadap sesama manusia tapi juga seisi alam. Melihara hewan misalnya, ya bukan cuma berbagi tempat berteduh. Tapi harus juga kasih makan-minum serta perawatan terutama kalau sakit. Kalau si hewan terpaksa harus dibunuh, ya jangan main bacok, main tembak, apalagi disiksa sampai mati.
Begitu juga terhadap tumbuhan dan lainnya. Membabat hutan, mengeruk isi bumi boleh jadi memang HAMnya perusahaan penambangan. Tapi itu perbuatan yang kejam. Tidak berperikemanusiaan & tidak berperikeadilan terhadap bumi maupun manusia lain yang masih membutuhkan bumi. Menjalankan HAM dengan menginjak-injak HAM orang lain seperti ini jelas tindak kejahatan. Pada prakteknya, ide HAM memang cuma omong-kosong. Cuma jadi atraksi eyel-eyelan di pengadilan karena korban & terdakwa sama-sama punya hak asasi. Harusnya orang-orang seperti Bush, Saddam, Hitler, SBY, para koruptor, juga si uplik, diperiksa perbuatannya dengan ukuran perikemanusiaan & perikeadilan. Pasti pontennya jeblok kabeh. --- Muskitawati <muskitawati@...> wrote: > Banyak pemimpin agama berusaha menafsirkan Pancasila dari sudut > masing2 agamanya dan memplesetkan arti sila pertama untuk > kepentingan dan keuntungan agamanya dengan merugikan agama lainnya. > > Salah satunya, Sukarno sendiri mengartikan Pancasila sama dengan > Nasakom, sebaliknya Masyumi menafsirkan Pancasila sebagai kewajiban > umat Islam menjalankan Syariah Islam seperti yang dirujuknya dalam > Piagam Jakarta. > > Suharto menafsirkan Pancasila sebagai keharusan menganut satu dari > lima agama yang diajukannya termasuk menganut aliran kebatinan atau > kepercayaan yang direstuinya. Semua tafsiran Suharto dituangkan > dalam 36 butir2 mutiara Pancasila. > > Yang paling benar adalah bahwa rujukan Pancasila adalah HAM dan > Demokrasi, karena keduanya inilah yang wajib ditanda tangani setiap > negara anggauta UN. > > > Lasma siregar <las032002@> wrote: > > Kita sebagai bangsa ikut menandatangi "Human > > Right" di UN sebagai universal value yang > > perlu dijunjung tinggi! Anak Indon yang > > mengaku diri sebagai 'atheist' sebenarnya tak > > bersalah menurut HAM, karena kebebasan untuk > > punya atau tidak (agama) disitu dijunjung > > tinggi! Tapi menurut Pancasila kita semua > > 'wajib/harus/mesti' beragama! > > Enggak ada keterangan bahwa Pancasila mewajibkan beragama melainkan > melindungi agama. > > Kewajiban beragama adalah tambahan interpretasi yang dibuat oleh > kelompok2 Islam termasuk agama mana yang boleh dan agama mana yang > dilarang bukanlah dari Pancasila. Termasuk piagam Jakarta juga > bukanlah bagian dari Pancasila. AlQuran, Bible dan kitab suci > semua agama bukanlah bagian dari Pancasila meskipun dilindungi > Pancasila. > > Rujukan Pancasila adalah HAM dan Demokrasi bukan alQuran, bukan > Bible, dan bukan syariah Islam. > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
