Ka'bah Dulu Kuil Hindu dan dirampas menjadi milik Islam dan sampai sekarang ajaran goblok masih dipelihara dan Gereja dirampas untuk menjadi masjid
Mohammad SAW a Pedophile Mohammad SAW anak wedus ______________________________________________________________________________________________________________________ ______________________________________________________________________________________________________________________ Aku dan Bapa adalah satu." (Yoh 10:30) Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa." (Yoh 10:34-38) Yesus mengatakan bahwa Bapa dan Yesus adalah satu oknum "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).(QS.3:45) *YESAYA 28:16* 16 sebab itu beginilah Firman TUHAN ALLAH: "Sesungguhnya, AKU meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah! 2013/7/18 Tawangalun <[email protected]> > ** > > > Ini lo Mus saya pasti ngasih data yg lengkap ada back up datanya ,gak > kayak kamu bilang ada masjid yg didol jadi gereja gak bisa ngasih > datanya,lihat nih: > > Gereja-Gereja Yang Menjelma Menjadi Masjid > > Posted by KabarNet <http://kabarnet.wordpress.com/> pada 03/01/2010 > > *Gereja Katolik Roma, yang pada tahun 1998 memiliki 1.217.800 orang, akan > tetapi pada tahun 2005 jumlahnya turun menjadi 875.600 orang. > * > > *http://www.hidayatullah.com* > > Banyaknya jumlah gereja yang terjual dan kosong di Inggris, disebabkan > banyaknya warga Inggris yang enggan melakukan peribadatan. Untuk tahun 2007 > saja, tercatat hanya 10 persen penduduk negara itu yang berangkat ke gereja > tiap pekannya. Sedangkan 15 persen pergi ke gereja tiap bulannya. Adapun > penduduk yang beribadah setahun sekali di gereja mencapai 26 persen. Dan > mereka yang tidak pernah ke gereja sama sekali sudah mencapai 59 persen, > sebagaimana hasil riset Tearfund (3/4/2007). > > Penurunan anggota jumlah jama'ah beberapa komunitas Kristen, semakin > lama-semakin meningkat tajam. Gereja Katolik Roma, yang pada tahun 1998 > memiliki 1.217.800 orang, akan tetapi pada tahun 2005 jumlahnya turun > menjadi 875.600 orang, artinya komunitas ini telah kehilangan 49 persen > pengikutnya. Hal yang sama dialami komunitas Metodis, yang pada tahun yang > sama telah kehilangan 44 persen pengikut. Dan yang paling parah adalah > kondisi Serikat Gereja Reformasi, yang telah kehilangan 53 persen > anggotanya, sejak tahun 2005, sesuai data hasil sensus gereja Inggris pada > tahun 2005, yang dilansir National Secular Society (14/9/2007). > > Antara tahun 1990 hingga 2001, seluruh gereja Inggris kehilangan 18 persen > jama'ah pekanan, 17 persen rohaniawan, dan 1 persen dari bangunan yang > mereka miliki. Dampaknya, sumbangan yang masuk ke "kantong" gereja > berkurang hingga 3,5 milyar pound sterling, sebagaimana dilansir The > Economist (8/4/2003). > > *Jual Gereja * > Yang menyedihkan, bukan hanya sepi pengunjung saja, beberapa gereja juga > ikut terjual. Di penghujung tahun 2007, boleh dikata sebagai tahun > "menyedihkan" bagi para penganut Katolik yang bermukim di Bufallo, New > York. Pasalnya, mereka tak bisa melakukan ibadah lagi di Queen of Peace, > sebuah gereja besar nan ekstotik yang berdiri di jalan Genesee 1955. Hal > itu disebabkan karena gereja yang telah dibangun tahun 1920 itu segera > ditutup di akhir 2007, karena akan dijual! > > Sebelumnya, hiasan-hiasan gereja sudah terlebih dahulu dijual ke sebuah > gereja paroki Katolik di Colorado. Sedangkan sebagian besar bangku-bangku > telah dibersihkan dan simbol-simbol Kristen telah dihapus. > > Sebegaimana dilansir oleh The Bufallo News (18/4/2009) Penjualan gereja > yang dirancang oleh arsitek ternama George Dietel itu digunakan untuk > melunasi hutang gereja-gereja lainnya, serta hutang keuskupan atas > pemeliharaan dan perbaikan-perbaikan segala properti yang dimilikinya. > > Sebenarnya ada 4 pihak yang melakukan penawaran, akan tetapi transaksi > akhirnya jatuh ke tangan Yayasan Darul Hikmah dengan harga 300 ribu dolar, > atau senilai 2,8 milyar rupiah. Rencananya area gedung dengan luas tanah > 15.875 kaki persegi dan sekolah dengan luas tanah 13.338 kaki persegi itu > akan digunakan sebagai masjid dan pusat kegiatan para pemuda Muslim, yang > bakal menyemarakkan aktivitas umat Islam New York, yang sebelumnya telah > memiliki 9 masjid. > > Gereja yang telah terjual sebenarnya bukan hanya Queen of Peace saja. Ia > merupakan gereja Katolik kedelapan yang sudah terjual di Bufallo, semenjak > tahun 2006. Dan Keuskupan masih juga berusaha untuk menjual 30 properti > lainnya, 7 diantaranya gedung yang berada di kota itu. > > Beberapa gereja Amerika lainnya, ada juga yang memiliki nasib serupa > dengan Queen of Peace. Yakni, sengaja dijual, untuk menutupi kekurangan > dana yang melanda komunitas gereja. Adalah gereja St. Matthew, sebuah > gereja yang berlokasi di Indian Orchard juga dijual. Sebelumnya, gereja > yang telah berusia 140 tahun lebih itu telah dipromosikan selama lebih dari > satu tahun. > > Gereja yang dibangun sejak tahun 1864 itu dibeli oleh Komunitas Islam > Turki-Amerika, dengan harga 150 ribu dolar, atau sekitar 1,4 milyar rupiah. > Dan pada bulan Oktober 2006, kepemilikan bangunan itu sudah resmi berpindah > ke komunitas tersebut. > > Pada awalnya, gereja tua itu dijadikan tempat ibadah para imigran Irlandia > yang sebagian besar bekerja di pabrik-pabrik Indian Orchard dan Ludlow. > Kegiatan di gereja itu sempat aktif selama beberapa tahun, kemudian > didirikanlah Paroki St Matthew pada tahun 1879. > > Komunitas Islam Turki-Amerika menginginkan bangunan tua itu, karena > keanggotaan komunitas ini sudah mencapai 80 keluarga, sehingga mereka > memerlukan tempat ibadah sendiri. Dan kemungkinan, tidak hanya anggota > Komunitas Islam Turki-Amerika yang bakal meramaikan kegiatan ibadah di > tempat itu, tapi komunitas Meshkitian Turki juga ikut bergabung. Mereka > merupakan pengungsi dari bekas Republik Soviet Georgia. Mereka mulai > menetap di wilayah itu setahun yang lalu. Demikian lansiran dari Catholic > News (12/7/2006). > > Nasib gereja Utica, juga nyaris sama dengan dua gereja di atas. > Sebagaimana diberitakan oleh uticaod.com (28/3/2008), bangunan yang > beralamat di 306 Court Street, yang lengkap dengan menara itu telah dinego, > oleh Bosnia Islamic Assocation of Utica (Komunitas Islam Bosnia Utica) > sejak Maret 2008 lalu. Mereka telah menemui Walikota David Roefaro, guna > membahas kemungkinan penjualan bangunan bekas gereja yang dulu dimiliki > oleh United Methodist Church (Persatuan Gereja Metodis) itu. > > Penawaran itu disambut posistif oleh walikota, karena sejak bangunan itu > beralih tangan ke pemerintah kota, tidak ada satu pihak pun yang berminat > untuk membelinya. Bahkan pada tahun 2006 tagihan air sebanyak 208 dolar pun > belum dibayar. Sedangkan untuk menghancurkannya, juga memerlukan biaya > tidak sedikit, yakni membutuhkan biaya kurang lebih satu juta dolar. > > Jika penjualan itu disetujui oleh Dewan Umum, maka di Utica akan hadir > satu-satunya masjid bermenara, yang mampu menampung 600 jama'ah. Padahal di > akhir tahun 2008 Bosnia Islamic Assocation of Utica yang mayoritas > anggotanya adalah pengungsi itu telah membangun masjid di kawasan Albany > Street dan Maria Street. Setelah sebelumnya mereka beribadah di masjid yang > didirikan oleh Muslim Community Association (Perkumpulan Komunitas Muslim) > di Kemble Street. > _____________________________ > *Masjid-Masjid Yang Dulunya Gereja* > > Di saat umat Kristen Inggris "lari" dari gereja, umat Islam ambil alih > tempat mereka untuk dijadikan masjid. Di Peace Street 20 Bolton, berdiri > sebuah gedung besar berkubah yang amat berwibawa, yang lengkap dengan > menara. Tempat itu ramai dikunjungi warga Bolton, terutama yang memeluk > Islam, bahkan tiap pekannya, ribuan umat Islam hadir di tempat ini, guna > melaksanakan shalat Jumat. Gedung itu tidak lain adalah Masjid Zakariyya. > > Sejarah berdirinya masjid itu, bukanlah kisah yang singkat. Kala itu > antara tahun 1965 hingga 1967 umat Islam Bolton dan Balckburn belum > memiliki tempat permanen untuk melaksanakan shalat. Untuk melakukan shalat > Jumat saja, mereka melaksanakannya di The Aspinal, sebuah diskotik dan > tempat dansa yang digunakan di malam hari, sedang siangnya di hari Jumat > tempat itu dibersihkan para relawan guna dijadikan sebagai tempat > melaksanakan shalat Jumat. > > Karena jumlah jama'ah semakin bertambah, maka diperlukan tempat besar yang > permanen. Dan dimulailah pencarian bangunan yang bisa digunakan sebagai > masjid sekaligus islamic center. Pada tahun 1967, ada penawaran pembelian > gedung bekas gereja komunitas Metodis, yang terpaksa dijual karena > terbakar. Dengan dana sebesar 2750 pound sterling dari komunitas Muslim > lokal, akhirnya bangunan itu menjadi milik umat Islam. Bangunan itulah yang > kini disebut Masjid Zakariyya itu. > > Tidak hanya Masjid Zakariyya, beberapa masjid Inggris pun memiliki kisah > yang hampir sama dengan kisah masjid kebanggan Muslim Bolton itu, yakni > sama-sama berasal dari gereja yang dijual, baik karena kehilangan pengikut, > atau karena sebab lainnya. Berikut ini masjid-masjid yang dulunya merupakan > gereja: > > *Masjid Jami' London* > > Tempat ibadah ini juga dikenal dengan sebutan masjid Brick Lane, karena > posisinya di Brick Lane 52. Bangunan berdinding bata merah itu, merupakan > masjid terbesar di London, yang mampu menampung 4000 jama'ah. Walau > demikian luas, masjid ini belum bisa menampung seluruh anggota jama'ah > shalat Jumat, hingga sering kali jama'ah meluber ke jalan raya. Mayoritas > anggota jama'ah merupakan keturunan Banglades, hingga wilayah tersebut > disebut Banglatow. > > Masjid ini memiliki sejarah yang sangat unik dan panjang. Awalnya, > bangunan yang didirikan sejak tahun 1743 ini adalah gereja Protestan. > Dibangun oleh komunitas Huguenot, atau para pemeluk Protestan yang lari > dari Prancis untuk menghindari kekejaman penganut Katolik. Akan tetapi, > karena jama'ahnya menurun, maka gereja ini dijual. > > Di tahun 1809, bangunan ini digunakan masyarakat London untuk > mempromosikan Kristen kepada para pemeluk Yahudi, dengan cara mengajarkan > Kristen dengan akar ajaran Yahudi. Tapi, program ini juga gagal. Dan > bangunan diambil oleh komunitas Metodis pada tahun 1819. > > Komunitas Metodis cukup lama "memegang" gereja ini. Walau demikian, pada > tahun 1897, tempat ini diambil oleh komunitas Ortodok Independen dan > berbagi dengan Federasi Sinagog yang menempati lantai dua. > > Tapi tahun 1960-an komunitas Yahudi menyusut, karena mereka pindah ke > wilayah utara London, seperti Golders Green dan Hendon, sehingga bangunan > ditutup sementara, dan hal itu berlanjut hingga tahun 1976. Setelah itu > gedung itu dibuka kembali, dengan nama barunya, Masjid Jami' London. > > *Masjid Didsbury* > > Masjid ini terletak di Burton Road, Didsbury Barat, Manchester. Gedung > yang digunakan sebelumnya merupakan bekas gereja komunitas Metodis, yang > bernama Albert Park. Gedung ini tergolong bangunan kuno, karena telah > beroprasi sejak tahun 1883. Akan tetapi, pada tahun 1962 gereja ditutup, > dan beralih menjadi masjid dan islamic center. Masjid ini, kini mampu > menampung 100 jama'ah, dan yang bertanggung jawab sebagai imam dan khatib > hingga kini adalah Syeikh Salim As Syaikhi. > > *Masjid Brent* > > Terletak di Chichele Road, London NW2, dengan kapasitas 450 orang, dan > dipimpin oleh Syeikh Muhammad Sadeez. Awalnya, bangunan itu merupakan > gereja. Hingga kini ciri bentuknya tidak banyak berubah. Hanya ditambah > kubah kecil berwarna hijau di beberapa bagian bangunan dan puncak menara. > > *Masjid New Peckham* > > Didirikan oleh Syeikh Nadzim Al Kibrisi. Terletak di dekat Burgess Park, > tepatnya di London Selatan SE5. Kini masjid ini berada di bawah pengawasan > Imam Muharrim Atlig dan Imam Hasan Bashri. Sebelumnya, gedung masjid ini > merupakan bekas gereja St Marks Cathedral. > > *Masjid Sentral Wembley* > > Masjid ini terletak di jantung kota Wembley, dekat dengan Wembley Park > Station. Daerah ini memiliki komunitas Muslim besar dan banyak toko Muslim > yang berada di sekitarnya. Gedung masjid ini sebelumnya juga merupakan > bekas gereja. Walau sudah terpasang kubah di puncak menaranya, tapi > kekhasan bangunan gereja masih nampak jelas. Dengan demikian,siapa saja > yang melihatnya, akan mengetahui bahwa bangunan itu dulunya adalah gereja. > > Selian masjid-masjid di atas, sebuah gereja bersejarah di Southend juga > sudah dibeli oleh Masjid Jami' Essex dengan harga 850 ribu pound sterling. > Gereja dijual, karena jama'ah berkurang, sehingga kegiatan peribadatan > dipusatkan di Bournemouth Park Road. Konseskwensinya, gereja ini sudah > tidak beroprasi sejak tahun 2006 lalu. Rancananya gereja akan dijadikan > apartemen, tapi gagasan itu ditolak oleh Dewan Southend. Akhirnya, gereja > kosong itu dibeli oleh komunitas Muslim yang tinggal di kota itu, yang juga > sedang membutuhkan tempat untuk melaksanakan ibadah. > > Saat itu jumlah komunitas ini mencapai 250 orang, "gereja bekas" itu > merupakan tempat yang sesuai, karena mampu menampung 300 jama'ah. Tidak > banyak dilakukan perubahan pada bentuk bangunan yang telah berumur 100 > tahun lebih itu, hanya perlu menambah tempat untuk berwudhu dan sebuah > menara. (Hidayatullah.com) > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
