Maaf saja Pak Prez anda dan semua pemimpin R.I. memalukan, tidak tegas, tidak 
berani menjalankan ajaran, hukum yg berlaku dan yang jelas tidak menunjukkan 
kearifan.

Aku sudah tidak akan menghormati anda dan para pemimpin R.I. yg memikirkan 
diri, keluarga, kelompok dan partai dan sama sekali mengabaikan bangsa 
Indonesia.

Gabriella




________________________________
 From: Tawangalun <[email protected]>
To: [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; 
[email protected]; ab rahim abdul hamid <[email protected]>; hans 
mandala <[email protected]>; Iman K. <[email protected]>; 
kepalaemase01 <[email protected]>; rezameutia <[email protected]>; s s 
<[email protected]> 
Sent: Monday, 22 July 2013 3:57 PM
Subject: [proletar] Re: [Indonesia-Rising] SBY Akhirnya Berani Mengutuk FPI
 

Sudah banyak yang dirugikan sekarang SBYAkhirnya Berani Mengutuk FPI

Mohammad SAW a Pedophile
Mohammad SAW anak wedus
______________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________


Aku dan Bapa adalah satu." (Yoh 10:30)
Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa." (Yoh 10:34-38)
Yesus mengatakan bahwa Bapa dan Yesus adalah satu oknum

"Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat
daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di
dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada
Allah)”.(QS.3:45)

*YESAYA 28:16*
16 sebab itu beginilah Firman TUHAN ALLAH: "Sesungguhnya, AKU meletakkan
sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru
yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah!


2013/7/22 Chan CT <[email protected]>

> **
>
>
>  SBY Akhirnya Berani Mengutuk FPI
>
> Photo Gallery1 PhotoBy Sawerigading - Mon Jul 22, 7:31 am
>
>  <http://www.baratamedia.com/wp-content/uploads/Foto-Bendera-FPI-.jpg>
>
> *SUASANA MASSA FPI*
>
> *JAKARTA, BARATAMEDIA* – Setelah sekian lama berlalu,  presiden SBY
> (Soesilo Bambang Yudhoyono) yang terkesan menahan diri mengomentari
> berbagai macam kekerasan yang dilakukan oleh FPI (Front Pembela Islam),
> akhirnya, diluar dugaan SBY spontan  angkat bicara dengan mengutuk
> perilaku ormas yang terkenal meresahkan masyarakat itu.
>
> “Islam tidak identik dengan kekerasan. Islam tidak identik dengan main
> hakim sendiri. Islam juga tidak identik dengan pengrusakan. Sangat jelas
> kalau ada elemen melakukan itu dan mengatasnamakan Islam justru memalukan
> agama Islam,” kata  Presiden SBY di Jakarta Minggu (21/07) bertempat di  
> International
> Expo Kemayoran saat menghadiri acara syukuran dan buka puasa bersama
> 5.073 anak yatim piatu di Kemayoran. **
>
> “Marilah kita hormati bulan suci ini untuk mencegah keonaran dan kerusuhan
> dari aksi anarkis yang sebenarnya tidak perlu terjadi.” “Hormatilah bulan
> puasa, latihlah menahan diri,” ujar presiden SBY dengan nada sendu tapi
> tegas.
>
> Seperti diketahui, sebelumnya, telah terjadi bentrok antara massa FPI dan
> warga terjadi di Sukoharjo, Kendal, Jawa Tengah, pada hari Kamis (18/07).
> Bentrokan ini terjadi saat FPI men-*sweeping* tempat hiburan di Sukoharjo
> dan Patean.
>
> Presiden SBY mengatakan , apa yang dilakukan oleh FPI itu justru telah
> mencederai agama Islam dengan perbuatannya. Menurut SBY tindakan
> pengrusakan, kekerasan, dan main hakim sendiri organisasi masyarakat ini
> justru tidak mencerminkan agama Islam.
>
> Lebih lanjut presiden SBY menegaskan, seluruh masyarakat harus menghormati
> bulan Ramadhan. Bagi yang tidak turut berpuasa, ia meminta agar tetap
> menghormati dan mendukung ibadah selama bulan ini. Sedangkan, bagi yang
> berpuasa, justru harus menjalankan ibadah dengan baik dan benar.
>
> “Salah satu pelaksanaan puasa dan ibadah di bulan Ramadhan adalah dengan
> menahan diri dari tindak kekerasan” kata SBY. Tidak boleh ada pengrusakan,
> dan main hakim sendiri. Berdasarkan keyakinan ini, Presiden SBY mengatakan,
> “FPI yang kerap melakukan tindak anarkistis dan razia telah kehilangan
> makna Ramadhan”.
>
> Semua pendapat ini isampaikan Presiden terkait dengan bentrok antara
> masyarakat dan FPI di Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah. Peristiwa berawal saat
> rombongan FPI dari Temanggung, Magelang, dan Yogyakarta berniat untuk
> melakukan razia tempat hiburan di Kendal.
>
> Warga yang tidak terima kemudian bentrok dengan  rombongan FPI hingga
> tersudut di Masjid Besar Sukorejo. Massa FPI baru bisa diselamatkan setelah
> polisi dan TNI mengerahkan personil untuk mengevakuasi.
>
> Dalam aksi penolakan ini, anggota FPI terlibat kecelakaan hingga
> mengakibatkan korban meninggal. Kerusuhan pun meluas akibat peristiwa
> kecelakaan itu. Warga yang marah membakar dan merusak  mobil yang
> ditumpangi anggota FPI. Hingga saat ini, Polres Kendal, menetapkan lima
> orang sebagai tersangka*.*
>
> Hingga saat ini, Polres Kendal, Jawa Tengah, menetapkan lima orang sebagai
> tersangka. Seorang di antaranya adalah pengemudi yang menabrak, Soni
> Hariono (38).
>
> Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), meminta Kapolri Jenderal Timur
> Pradopo agar menindak tegas pelaku bentrokan antara Front Pembela Islam
> (FPI) dengan warga di Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah, yang mengakibatkan
> satu orang tewas*.(sis)*
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke