System negara Demokrasi berciri "Check and Balance", artinya ada tiga lembaga negara yang saling mengontrol yang kekuasaannya berbeda, yaitu eksekutif, legislatif dan yudicatif. Oleh karena itu bekas presiden Mursi menjabat sebagai pimpinan eksekutif tidak bisa melepaskan diri dari pengawasan badan legislatif maupun yudikatif.
Penyelewengan konstitusi yang dilakukan bekas presiden Mursi, mengakibatkan dirinya ditindak militer yang mengambil alih kekuasaannya untuk kemudian dikembalikan ke lembaga legislatif agar dilakukan pemilu memilih presiden baru. Militer dibawah Jendral Al-Sisi tidak melakukan kudeta karena dia tidak merebut kedudukan Presiden Mursi melainkan dia menyerahkan kembali jabatan kosong presiden ini kepada lembaga legislatif untuk mengadakan pemilu memilih presiden baru mengisi jabatan yang kosong ini. > Lasma siregar <las032002@...> wrote: > Sukarlah dalam waktu begitu pendek > diharapkan bisa membawa surga demokrasi > yang bisa memuaskan semua orang! > Berilah kesempatan dan dukungan, bukannya > kudeta army/sisa-sia rezim lama/USA/ > Israel/dkk! Silahkan baca tulisan saya sebelumnya, bahwa Mesir dibawah Gamal Abdul Nasser menyerang Israel dalam perang 6 hari 1967, tapi kalah dan menyerah, dan nasibnya seperti jepang dipaksa menanda tangani macam2 perjanjian yang sangat mengikat yang selama ini dipatuhi oleh pemimpinnya. Itulah sebabnya wilayah Sinai yang dicaplok Israel dulu bersedia dikembalikan Israel dibawah perjanjian tsb. Tapi dibawah Mursi para terorist berusaha menguasai Sinai yang dipercayakan keamanannya kepada pasukan Mesir. Tapi Mursi berusaha melepaskan ikatan2 ini agar Mesir bisa memiliki kekuatan bersenjatanya lagi. Sama seperti Jepang sampai kiamat tidak boleh memiliki kekuatan bersenjata tanpa seizin Amerika. Melanggar perjanjian ini celaka lah negeri sendiri. Apakah anda pikir itu tidak demokrasi ???? Sekali berusaha menghancurkan demokrasi dinegeri orang, lupakanlah demokrasi dinegeri sendiri. Demokrasi terbatas hanya didalam negeri saja tapi untuk politik keluar negeri yang membahayakan Israel, tidak ada toleransi. Jadi karena masalah inilah semua negara diseluruh dunia mendukung kudeta ini, lalu dimana letaknya keberatan anda ??? Tidak perlu diberi kesempatan sejam sekalipun kalo jelas merencanakan untuk membatalkan perjanjian kalah dulunya, apalagi sudah diberi kesempatan setahun, bukan menunjukkan itikat yang baik malah makin parah tentara Mesir ditembaki sehingga ratusan yang sudah mati akibatnya. Tambahan, bahwa nasib itu bukan cuma menimpa Mesir tapi juga Indonesia yang kalah dalam perang Ganyang Malaysia dimana kemudian Suharto menandatangani macam2 perjanjian yang menjamin keamanan Malaysia seperti perjanjian Mesir-Israel yang menjamin keamanan Israel. Kalo Mursi mau menghancurkan Mesir itu Oke, tidak ada yang memusingkannya, tapi kalo mau menghancurkan Israel.... jelas tidak oke dan Jendral Al-Sisi diperintahkan untuk menindaknya. Karena ada perjanjian yang mengikat dimana kalo perjanjian ini dilanggar sudah berarti mau menghancurkan Israel. Jadi kalo Penguasa Indonesia mencoba membatalkan perjanjian ini, nasibnya sama dengan Mesir, seluruh kekuatan bersenjata di Indonesia meskipun sama2 orang Indonesia meskipun berseragan tentara Indonesia, tapi sekali mengkhianati perjanjian tsb maka semua tentara RI itu akan menggigit tuannya. Semua ini adalah yang kita namakan Demokrasi, itulah sebabnya saya sudah berulang kali menyatakan, "Jangan berperang Kalo tidak yakin pasti Menang". Sekali anda kalah, sampai kiamat anda jadi budak yang menang, dan UN itulah yang bertugas mengawasinya. Jadi memerangi negara orang bukan demokrasi tapi kita sebut anti-demokrasi dan akan diperangi rame2 oleh semua negara2 UN, dan yang kalah dipaksa menegakkan demokrasi yang memberangus kekuatannya sendiri. Tidak berbeda dengan Sadam Hussein, dia telah menyerang dan membumi hangus Kuwait dan kemudian dikalahkan Amerika dan dipaksa juga menandatangani perjanjian yang menjamin keamanan Kuwait, tapi sama seperti Mursi, dia melanggarnya berusaha membatalkan perjanjian tsb, dan akhirnya dia diserang dan ditawan pasukan Amerika dan mati digantung oleh pengadilan bangsanya sendiri. Jadi ingat2 ya.... Biarpun Sadam Hussein membantai jutaan rakyatnya sendiri, Amerika tidak akan menyerangnya, tapi kalo dia melanggar perjanjian kalah yang telah ditanda tanganinya, ini merupakan kesalahan fatal yang tidak ada maafnya, tidak ada kesempatan sejam, dua jam atau setahun lagi. Mesir serta negara2 Arab tidak akan diberi kesempatan dua kali menyerang dan memerangi Israel seperti yang terjadi dalam perang 6 hari ditahun 1967. Demikian juga bahwa Indonesia tidak akan pernah ada kesempatan kali kedua untuk mengganyang Malaysia seperti yang pernah dilakukan Sukarno pada tahun 1965. Camkanlah hal ini untuk bisa mengerti kejanggalan2 politik yang sebelumnya anda tidak pahami. Ny. Muslim binti Muskitawati. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
