Ga mau masuk Islam, maka akan dibantai, dirampok, diperkosa dan diperbudak.
2013/7/23 Tawangalun <[email protected]> > ** > > > > Surat-surat Rasulullah: Ajak Penguasa & Raja-raja Kafir Masuk > Islam > History (Voa-Islam) Pada masa awal setelah diangkat sebagai > utusan Allah (Rasulullah) Nabi Muhammad Saw membangun komunikasi dengan > para pemimpin suku dan pemimpin negara lain. Beliau mengirim utusan > yang membawa surat ajakan masuk Islam. Korespondensi melalui surat itu > tujukan kepada Heraclius (kaisar Romawi), Raja Negus (penguasa > Ethiopia), dan Khusrau (penguasa Persia). > > Sejarah mencatat, waktu itu Heraclius (Raja Romawi) dan Kisra (Raja > Persia) merupakan dua kerajaan yang terkuat pada zamannya, dan merupakan > dua orang yang telah menentukan jalannya politik dunia serta nasib > seluruh penduduknya. Perang antara dua kerajaan ini berkecamuk dengan > kemenangan yang selalu silih berganti. > > Pada mulanya Persia adalah pihak yang menang. Ia menguasai Palestina > dan Mesir, menaklukkan Baitul Maqdis (Yerusalem) dan berhasil membawa > Salib Besar (The True Cross). Kemudian giliran Persia mengalami > kekalahan lagi. Panji-panji Bizantium kembali berkibar lagi di Mesir, > Suriah serta Palestina, dan Heraklius berhasil mengembalikan salib itu. > > Kalau saja orang ingat akan kedudukan kedua kerajaan itu, mereka akan > dapat mengira-ngira betapa besarnya dua nama ini, yang mendengarnya saja > hati orang sudah gentar. Tiada satu kerajaan pun yang pernah berpikir > hendak melawan mereka. Yang terlintas dalam pikiran orang ialah hendak > membina persahabatan dengan keduanya. Jika kerajaan-kerajaan dunia yang > terkenal pada waktu itu saja sudah demikian keadaannya, apalagi > negeri-negeri Arab. > > Yaman dan Irak waktu itu di bawah pengaruh Persia, sedang Mesir sampai > ke Syam di bawah pengaruh Heraclius. Pada waktu itu Hijaz dan seluruh > semenanjung jazirah terkurung dalam lingkaran pengaruh kedua imperium > ini. Kehidupan orang Arab pada masa itu hanya tergantung pada soal > perdagangan dengan Yaman dan Syam. Dalam hal ini perlu sekali mereka > mengambil hati Kisra dan Heraclius agar kedua kerajaan ini tidak > merusak perdagangan mereka. > > Disamping itu kehidupan orang-orang Arab tidak lebih daripada > kabilah-kabilah, yang dalam bermusuhan, kadang keras, kadang lunak. Tak > ada ikatan di antara mereka yang merupakan suatu kesatuan politik, yang > dapat mereka gunakan untuk menghadapi pengaruh kedua kerajaan raksasa > tersebut. > > Oleh sebab itu, Rasulullah mengirimkan utusan-utusannya kepada kedua > penguasa besar itujuga kepada Ghassan, Yaman, Mesir dan Abisinia. > Beliau mengajak mereka untuk memeluk Islam, tanpa merasa khawatir akan > segala akibat yang mungkin timbul. Dampak yang mungkin dapat membawa > seluruh negeri Arab tunduk di bawah cengkeraman Persia dan Bizantium. > > Akan tetapi kenyataannya, Rasulullah tidak ragu-ragu mengajak para raja > itu menganut agama yang benar. Beliau mengirim utusan kepada Heraclius, > Kisra, Muqauqis, Harits Al-Ghassani (Raja Hira), Harits Al-Himyari > (Raja Yaman) dan kepada Najasi, penguasa Abesinia (Ethiopia). Beliau > hendak mengajak mereka masuk Islam. > > Para sahabat menyatakan mereka kesanggupan mereka melakukan tugas besar > ini. Rasulullah kemudian membuat sebentuk cincin dari perak > bertuliskan: "Muhammad Rasulullah". > > Adapun surat buat Heraclius itu dibawa oleh Dihyah bin Khalifah > al-Kalbi, dan surat kepada Kisra dibawa oleh Abdullah bin Hudzafah. > Sementara surat kepada Najasyi dibawa oleh Amr bin Umayyah, dan surat > kepada Muqauqis oleh Hatib bin Abi Balta'ah. > > Sementara itu, surat kepada penguasa Oman dibawa oleh Amr bin Ash, > surat kepada penguasa Yaman oleh Salit bin Amr, dan surat kepada Raja > Bahrain oleh Al-'Ala bin Al-Hadzrami. Sedangkan surat kepada Harith > Al-Ghassani, Raja Syam, dibawa oleh Syuja' bin Wahab. Dan surat kepada > Harits Al-Himyari, Raja Yaman, dibawa oleh Muhajir bin Umayyah. > > Masing-masing mereka kemudian berangkat menuju tempat yang telah > ditugaskan oleh Nabi. Para penulis sejarah berbeda pendapat tentang > waktu keberangkatan mereka. Sebagian besar menyatakan para utusan > berangkat dalam waktu yang berbarengan, sementara sebagian lagi > berpendapat mereka berangkat dalam waktu yang berlainan. > > Surat Untuk Heraclius > > Berikut Surat Rasulullah kepada Heraclius (Raja Romawi) -- yang dibawa > oleh Dihyah al-Kalbi teksnya berbunyi: > > "Dengan nama Allah, Pengasih dan Penyayang. Dari Muhammad hamba Allah > dan utusan-Nya kepada Heraclius pembesar Romawi. Salam sejahtera bagi > yang mengikuti petunjuk yang benar. Dengan ini saya mengajak tuan > menuruti ajaran Islam. Terimalah ajaran Islam, tuan akan selamat. Tuhan > akan memberi pahala dua kali kepada tuan. Kalau tuan menolak, maka dosa > orang-orang ArisiyinHeraklius bertanggungjawab atas dosa rakyatnya > karena dia merintangi mereka dari agamamenjadi tanggungiawab tuan. > > Wahai orang-orang Ahli Kitab. Marilah sama-sama kita berpegang pada kata > yang sama antara kami dan kamu, yakni bahwa tak ada yang kita sembah > selain Allah dan kita tidak akan mempersekutukan-Nya dengan apa pun, > bahwa yang satu takkan mengambil yang lain menjadi tuhan selain Allah. > Tetapi kalau mereka mengelak juga, katakanlah kepada mereka, saksikanlah > bahwa kami ini orang-orang Islam." > > Ketika Rasulullah Saw mengirim surat kepada Kaisar Heraclius dan > menyerukan kepada Islam. Pada waktu itu Kaisar sedang merayakan > kemenangannya atas Negeri Persia. > > Begitu menerima surat dari Rasulullah Saw, Sang Kaisar pun berkeinginan > untuk melakukan penelitian guna memeriksa kebenaran kenabian Muhammad > Saw. Lalu Kaisar memerintahkan untuk mendatangkan seseorang dari Bangsa > Arab ke hadapannya. Abu Sufyan ra, waktu itu masih kafir, dan > rombongannya segera dihadirkan di hadapan Kaisar. > > Abu Sufyan pun diminta berdiri paling depan sebagai juru bicara karena > memiliki nasab yang paling dekat dengan Rasulullah Saw. Rombongan yang > lain berdiri di belakangnya sebagai saksi. Itulah strategi Kaisar untuk > mendapatkan keterangan yang valid. > > Maka berlangsunglah dialog yang panjang antara Kaisar dengan Abu Sufyan > ra. Kaisar Heraclius adalah seorang yang cerdas dengan pengetahuan yang > luas. Beliau bertanya dengan taktis dan mengarahkannya kepada ciri > seorang nabi. Abu Sufyan ra juga seorang yang cerdas dan bisa membaca > arah pertanyaan Sang Kaisar. Namun beliau dipaksa berkata benar > walaupun berusaha memberi sedikit bias. > > Di akhir dialog Sang Kaisar mengutarakan pendapatnya. Inilah ciri-ciri > seorang nabi menurut pandangannya dan sebagaimana telah dia baca di > dalam Injil. Ternyata semua ciri yang tersebut ada pada diri Rasulullah > Saw. > > Kaisar Heraclius telah mengetahui tentang Rasulullah Saw dan > membenarkan kenabian beliau dengan pengetahuan yang lengkap. Akan tetapi > ia dikalahkan rasa cintanya atas tahta kerajaan, sehingga ia tidak > menyatakan keislamannya. Ia mengetahui dosa dirinya dan dosa dari > rakyatnya sebagaimana telah dijelaskan oleh Rasulullah Saw. > > Dengan kecerdasan dan keluasan ilmunya Kaisar bisa mengetahui kebenaran > kenabian Rasulullah Saw. Bahkan Kaisar menyatakan : "Dia (maksudnya > Rasulullah Saw) kelak akan mampu menguasai wilayah yang dipijak oleh > kedua kakiku ini." Saat itu Kaisar sedang dalam perjalanan menuju > Baitul Maqdis. > > Abu Sufyan ra menceritakan dialog ini setelah masuk Islam dengan > keislaman yang sangat baik, sehingga hadits ini diterima. Kaisar lalu > memuliakan Dihyah bin Khalifah Al-Kalby dengan menghadiahkan sejumlah > harta dan pakaian. Kaisar pun memuliakan surat dari Rasulullah Saw, > namun ia lebih mencintai tahtanya. Akibatnya, di dunia, Allah Swt > memanjangkan kekuasaannya. Namun dia harus mempertanggungjawabkan > kekafirannya di akhirat kelak. > > Surat Untuk Muqouqis (Penguasa Mesir) > > Kemudian Rasululullah Saw juga mengirim surat kepada Gubernur Mesir > Muqauqis. Berikut Surat untuk Muqouqis, Gubernur Mesir: > > "Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari > Muhammad hamba Allah dan utusanNya kepada Muqauqis raja Qibthi. > Keselamatan bagi orang yang mengiktui petunjuk. Amma ba'du: Aku > mengajakmu dengan ajakan Islam. Masuklah Islam maka engkau akan > selamat. Masuklah Islam maka engkau akan diberikan Alah pahala dua > kali. Jika kau menolak maka atasmu dosa penduduk Qibthi. > > "Katakanlah: "Hai Ahli Kitab marilah (berpegang) kepada suatu > kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, > bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia > dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian > yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka > katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang > orang yang berserah diri (kepada Allah)" (QS ali Imran 3:64). > (Al-Mawahib al Laduniyah)." > > Surat untuk Raja Habasyah Najasyi (Ethiopia) > > Selanjutnya, Rasulullah Saw mengirimkan surat kepada Raja Habasyah, > Najasi. Berikut Surat Nabi kepada Raja Habsyah Najasyi. > > "Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari > Muhammad hamba Allah dan utusa Allah kepada Najasyi raja Habasyah, > keselamatan bagi yang mengikuti petunjuk. > > Amma ba'du: Aku memuji Allah padamun yang tidak ada tuhan selain > Dia, Yang Maha Menguasai, Maha Suci, Maha Penyelamat, Maha Pemberi Aman > dan Maha Pembeda. Aku bersaksi bahwa Isa anak Maryam ruh Allah, dan > firmanNya yang diberikan kepada Maryam yang suci lagi perawan, lalu ia > hamil dari ruh dan tiupannya, sebagaimana Ia menciptakan Adam dengan > tanganNya. > > Aku mengajakmu kepada Allah yang Esa, yang tidak ada sekutu bagiNya, > mematuhi dengan ketaatan kepadaNya dan untuk mengikutiku dan > mempercayai apa yang aku bawa. Aku Rasulullah, aku mengajakmu dan para > pasukanmu kepada Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Tinggi. Aku telah > menyampaikan pesan dan memberi nasehat, maka terimalah nasehatku. > Keselamatan bagi orang yang mengikuti petunjuk. (Thabaqut Ibnu > Sa'ad). > > Surat Untuk Raja Raja Persia (Raja Khosrau II/Kisra Abrawaiz) > > Lalu Rasullah juga mengirim surat kepada Raja Persia > > Berikut Surat Rasulullah kepada Raja Persia, Kisra Abrawaiz: > > "Dengan Nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari > Muhammad Rasulullah kepada Kisra raja Persia. Keselamatan bagi yang > mengikuti petunjuk, yang beriman kepada Allah dan RasulNya, dan bersaksi > bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan aku adalah utusan Allah kepada > semua umat manusia, untuk memberi peringatan bagi siapa yang hidup. > Masuklah Islam maka kau akan selamat, dan jika kau mengabaikannya maka > atasmu dosa orang orang Majusi." (Sumber: hadist Ibnu Abbas yang > di-takhrij oleh Bukhari dan oleh Ahmad). > > Ketika Rasulullah Saw mengirim surat kepada Kisra Abrawaiz raja dari > Negeri Persia dan menyerunya kepada Islam. Namun ketika surat itu > dibacakan kepada Kisra, ia pun merobeknya sambil berkata, "Budak > rendahan dari rakyatku menuliskan namanya mendahuluiku". > > Ketika berita tersebut sampai kepada Rasulullah Saw, beliaupun > mengatakan, "Semoga Allah mencabik-cabik kerajaannya." Doa > tersebut dikabulkan. Persia akhirnya kalah dalam perang menghadapi > Romawi dengan kekalahan yang menyakitkan. Kemudian iapun digulingkan > oleh anaknya sendiri yakni Syirawaih. Ia dibunuh dan dirampas > kekuasaannya. > > Seterusnya kerajaan itu kian tercabik-cabik dan hancur sampai akhirnya > ditaklukkan oleh pasukan Islam pada jaman Khalifah Umar bin Khaththab > ra hingga tidak bisa lagi berdiri. Selain itu Kisra masih harus > mempertanggung-jawabkan kekafirannya di akhirat kelak. (Desastian/dari > berbagai sumber). > > Nah diatas itu adalah surat dari Nabi kpd penguasa Kafir agar masuk > Islam,tapi yg nulis sekretarisnya sebab beliau butahuruf. > > Paulus Anak Wedus. > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
