pertanyaannya adalah bertemu di mana ? Bagaimana ? Trus kalau sudah ketemu mau apa coba ?
lagian, kalau untuk bertemu dengan Tuhan bisa direncanakan, maka Tuhan telah ditempatkan dalam konteks yang bisa diprediksi dan dipersepsi. Jika Tuhan bisa diprediksi dan dipersepsi, maka, tuhan yang kayak gini mau tidak mau, suka tidak suka, pastilah tuhan made in logika. tuhan yang ter definisi. tuhan yang diciptakan dan kemudian dibatasi dengan sekian batasan. kesimpulan : tuhan kayak gituan pastiah tuhan abal abal. tuhan dibicarakan, tuhan yang dibayangkan, tuhan yang dirasakan, tuhan yang dipetakan, tuhan yang direncanakan, dan tuhan yang diteorikan ( tuhan adalah .... tuhan ialah.... ) tentulah bukan tuhan yang sebenarnya. paling tidak itu bukan tuhan yang saya maksud kan. jadi ... jika ada orang yang mengajak bertemu dengan tuhan atau mengaku pernah bertemu tuhan, apalagi jika saat ini, di sini, mengaku sebagai anak tuhan, abaikan saja. jadi, masalahnya bukan bertemu atau tidak bertemu dengan tuhan. bukan "ada" atau "tidak ada" nya tuhan. Masalahnya adalah sejauh mana kita mengenal diri kita sendiri. sebelum jauh jauh kita ngaku ngaku mengenal tuhan atau bahkan ngaku ngaku bisa ngajak orang untuk bertemu tuhan, --- apalagi --- dengan secara kampungan di kampung petar jualan tuhan yang kagak jelas juntrungannya. Salam, Pinpin. Islam Protestan Indonesia. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
