Politik itu adalah "kegiatan" dalam mengumpulkan massa melalui kesamaan 
pendapat dalam mencapai kesejahteraan bersama.  Jadi berdasarkan definisi ini, 
seorang politikus tidak boleh kotor dan kalo kotor kita tidak bisa menyebutnya 
sebagai politikus karena bertentangan dengan definisi tsb.

Politik itu kegiatan yang bersih, mulia dan jujur, sedangkan pelaksananya kita 
sebut "politikus" juga harus bersih, mulia, dan jujur.  Oleh karena itu 
permainan politik kotor oleh pemain politik Palestina menjadi berakibat fatal, 
para politikus di Palestina meminta bantuan kepada UE untuk memboikot Israel, 
dengan niat membantu Palestina, UE kemudian memboikot Israel.  Lhaaaa... kenapa 
Israel harus mandah diboikot ???  Sebagai response boikot dari UE, Israel 
memboikot dan melarang semua kegiatan bantuan di West Bank dan Gaza yang 
akibatnya malah mencekik leher Palestina.  Ini namanya politik blunder, politik 
kotor, merugikan rakyatnya sendiri yang terbukti sama sekali tidak berpengaruh 
kepada Israel.

http://www.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/13/07/27/mqkuzn-israel-larang-uni-eropa-beri-bantuan-ke-palestina


 Israel mencekal Uni Eropa agar tidak dapat membantu puluhan ribu warga 
Palestina di Tepi Barat. Langkah itu dilakukan sebagai balasan larangan Uni 
Eropa yang membekukan membantu keuangan sejumlah organisasi Israel di 
wilayah-wilayah Tepi Barat.


Semua bantuan ekonomi, bantuan kemanusiaan, bantuan apapun hanya bisa masuk ke 
West Bank dan Gaza atas izin Israel yang berdaulat atas kedua wilayah tsb.  
Jadi salah kalo ada anggapan bahwa kedua wilayah itu milik Palestina, padahal 
Palestina belum bisa berdiri negaranya, karena untuk berdiripun tergantung 
persetujuan Israel.

Yang jelas, Israel berkewajiban melindungi perdamaian dan keamanan rakyatnya 
dari ancaman yang datang dari manapun juga.  Oleh karena itu, tidak mungkin 
siapapun, negara manapun bisa mendiktekan Israel harus begini dan harus begitu 
menyangkut kepentingan dalam negerinya.  Memang usul2 dari luar negeri bisa 
dipertimbangkan tapi bukan harus dipatuhi.

Contohnya, Amerika dibawah Clinton mengusulkan agar Israel memberikan tanah di 
Gaza dan West Bank untuk dijadikan negara Palestina agar Israel tidak lagi 
diganggu teror2 Arab Islam.  Dalam kaitan usul ini, Yasser Arafat yang menjadi 
pemimpin PLO memberikan jaminannya yang didukung Amerika.  Setelah orang2 Arab 
Palestina diangkut memasuki wilayah Gaza dan West Bank, mendadak mereka 
mengingkari perjanjian, membatalkannya dan menjadikan kedua wilayah yang 
dimasukinya sebagai tempat pelatihan terorist.  Tapi Israel berhasil 
mengatasinya, kedua wilayah yang belum tuntas diserahkan berhasil didudukinya 
lagi untuk kemudian dibatalkannya penyerahan kepada negara Palestina.

Demi keamanan Israel, kedua wilayah ini diblokade ekonominya secara total, 
semua barang2 kebutuhan yang masuk harus seizin Israel karena memang ini adalah 
wilayah Israel.

Berdasarkan keputusan Internasional yang disyahkan oleh semua negara2 didunia 
yang terlibat dengan urusan negara Palestina ini, telah disetujui bahwa negara 
Palestina hanya bisa berdiri atas persetujuan Israel, yang artinya tanpa 
persetujuan Israel tidak akan pernah ada negara Palestina.

Kalo saja para politikus Palestina memahami arti keputusan ini, maka politik 
yang dijalankannya harus sejalan dengan makna keputusan ini bukan malah 
menentang dan menyabot bahkan menteror Israel yang justru menjadi penentu nasib 
Palestina itu sendiri.

Demikianlah pemimpin Palestina menggunakan kaki tangannya di UE untuk melakukan 
teror ekonomi kepada Israel, tetapi hasilnya senjata makan tuan yang terkena 
dampak ekonominya adalah Palestina itu sendiri dan sama sekali tidak 
terpengaruh kepada Israel.  Palestina makin parah, nasibnya makin burem, kalo 
tadinya cuma kehilangan dukungan dana dari negara2 Arab Islam saja, tapi 
sekarang ditambah lagi tekanan hilangnya bantuan dari UE yang dicekal 
pemerintah Israel.

Ny, Muslim binti Muskitawati.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke