SBY itu lg ngejalanin sunnah nabi yg pura2 suci ngutuk kekejian pengikutnya tp sebetulnya ngedukung.
Alkisah, si keparat pedophile itu nyuruh Khalid bin Walid menaklukkan orang Arab suku tertentu, orang yg diserang itu udah takluk mau masuk Islam tp si Khalid itu terus ngebantai orang2 Arab tsb. Lalu si keparat pedophile kaing2 bhw dia ga ada urusan dgn pembantaian oleh si Khalid tsb, kaing2 seolah2 pembantaian itu adalah kejahatan. Tp si Khalid disentuh aja kagak. Malahan Khalid itu dibilang sbg salah satu orang yg pasti masuk sorga di hadis lain. JAdi SBY itu lg ngibul seolah2 dia ga suka dgn kebejadan FPI, padahal dlm hati sih dia ga keberatan sama sekali krn FPI bisa dipake tiap saat unt melakukan pekerjaan kotornya. 2013/7/28 Tawangalun <[email protected]> > Mohammad SAW a Pedophile > Mohammad SAW anak wedus > > ______________________________________________________________________________________________________________________ > > ______________________________________________________________________________________________________________________ > > > Aku dan Bapa adalah satu." (Yoh 10:30) > Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa." (Yoh 10:34-38) > Yesus mengatakan bahwa Bapa dan Yesus adalah satu oknum > > "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat > daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di > dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada > Allah).(QS.3:45) > > *YESAYA 28:16* > 16 sebab itu beginilah Firman TUHAN ALLAH: "Sesungguhnya, AKU meletakkan > sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru > yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah! > > > 2013/7/27 Daniel H.T. <[email protected]> > > > ** > > > > > > > > > http://hankam.kompasiana.com/2013/07/27/sby-vs-fpi-0-2-sby-memang-pecundang-579917.html > > > > [image: 1374907589975415053] > > Cover Majalah Tempo 21-27 Februari 2011: Mengapa (SBY) Harus Takut > > Presiden SBY berlagak bicara keras dan tegas kepada FPI, tetapi giliran > > Ketua FPI membalasnya dengan suara lebih keras dan cenderung menghinanya, > > lagi-lagi SBY langsung bersembunyi di balik punggung para pembantunya di > > kabinetnya. Ironisnya, pejabat-pejabat negara bawahan Presiden SBY itu > > bukan secara tegas membela dan melaksanakan perintah atasannya yang > adalah > > Presiden Republik Indonesia ini, sebaliknya malah terkesan menghindar > dari > > substansi masalah, meng-ngeles dari perintah SBY. Parahnya, Presiden SBY > > yang juga adalah seorang Jenderal TNI bintang empat (purnawirawan) itu > pun > > tak berdaya. Meninggalkan kontroversi yang terus mengambang. > > Maka, seperti yang sudah-sudah kontroversi eksistensi dan aksi-aksi > > anarkis FPI yang saat ini kembali memanas akibat terjadinya bentrok > massal > > antara FPI dengan warga Kendal, Jawa Tengah itu akan berlalu begitu saja. > > Untuk kemudian, kelak muncul lagi masalah serupa, kontroversi, kemudian > > berlalu, begitu seterusnya. > > Pada Kamis, 18 Juli 2013, di Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, Jawa > > Tengah terjadi bentrok ratusan warga setempat dengan puluhan anggota FPI. > > Bentrok tersebut berawal dari ketika FPI asal Temanggung melakukan > sweeping > > di sebuah lokalisasi. Warga setempat menolak dan melakukan perlawanan > > karena menganggap apa yang dilakukan FPI itu bukan wewenang mereka. > > Lagipula asal ormas yang setiapkali melakukan aksinya mengatasnamakan > agama > > Islam itu berasal dari kabupaten yang berbeda. > > Akibat bentrokan massal tersebut, beberapa orang anggota FPI itu > menderita > > luka, dan seorang perempuan setengah baya tewas karena tertabrak mobil > FPI > > yang menyeretnya bersama sepeda motornya sampai sekitar lima ratus meter > > jauhnya. > > *SBY Memutar Lagi Lagu Lamanya* > > Atas dasar kejadian inilah lalu pada Minggu, 21 Juli 2013, seusai acara > > buka puasa bersama 5.000 anak yatim di JIEXPO Kemayoran, Presiden SBY pun > > mengangkat suara keras dan tegasnya yang ditujukan kepada FPI, katanya*, > > Hukum harus ditegakkan, harus dicegah konflik atau bentrokan horizontal, > > dan dicegah untuk tidak ada elemen dari mana pun (yang bertindak di luar > > hukum), termasuk FPI!* > > ** > > *Posisi negara dan saya sangat jelas, kita tidak akan memberikan > > toleransi kepada siapa pun yang melakukan aksi-aksi kekerasan, tindakan > > perusakan, main hakim sendiri, dan semua yang bertentangan dengan hukum > dan > > aturan berlaku di negeri ini, *tegas SBY lagi.** > > Pada kesempatan itu SBY juga mengatakan sangat malu dan sangat keberatan > > terhadap apa yang dilakukan oleh FPI yang mengatasnamakan Islam, padahal > > Islam tidak pernah membenarkan perilaku main hakim sendiri dan anarkis. > > Islam tidak identik dengan main hakim sendiri, juga tidak identik dengan > > dengan perusakan. Sangat jelas, kalau ada elemen yang melakukan hal > seperti > > itu dan atas nama Islam, justru telah mencederai Islam, dan memalukan > nama > > Islam, ujar SBY. > > ** > > Di *Fan Page* Facebook-nya, Presiden SBY juga menulis pesan buat FPI. > > Dalam pesan yang ditulis pada 21 Juli 2013 itu juga, SBY mengingatkan FPI > > agar tidak lagi melakukan aksi-aksi anarkis main hakim sendiri dan > > melakukan perusakan, Tetapi, kalau tidak bisa dan aksi kekerasan tetap > > dilancarkan, hukum harus ditegakkan dengan tegas. Polri tidak perlu ragu > > dalam bertindak! > > Namun, semuanya itu semua lagu lama SBY yang diputar ulang setiapkali > > terjadi insiden seperti ini. Tanpa ada eksekusinya. > > *Rizieq Syihab Balik Menyerang, SBY Diam* > > Ketua FPI Rizieq Syihab pun langsung merespon pernyataan Presiden SBY itu > > dengan balik menyerangnya dengan pernyataan yang lebih keras, bahkan > > cenderung menghina sang Presiden. Dia bilang, SBY begitu bersemangat > > berbicara tentang FPI dan bungkam terhadap preman bersenjata dan tempat > > pelacuran yang buka siang malam pada Ramadhan. *Presiden SBY juga > > dinyatakan sebagai tukang fitnah dan seorang pecundang!* > > Hasilnya? Seperti yang saya sebutkan di atas Presiden SBY yang tadinya > > berlagak galak dan tegas itu pun untuk kesekian kalinya ciut nyalinya, > > diam, dan buru-buru bersembunyi di balik punggung para pejabat > pembantunya > > di kabinetnya. Ironisnya, mereka bukan mendukung dan melaksanakan > perintah > > SBY, sebaliknya justru melakukan hal-hal yang justru semakin merosotkan > > wibawa Presiden SBY nyaris mencapai titik nadir. > > Sulit dipercaya, aneh tetapi nyata, yang punya wibawa meskipun > > diperlakukan demikian pun diam saja. > > Sayakatakan untuk kesekian kalinya SBY ciut nyalinya menghadapi FPI, > > karena memang ini bukan untuk pertama kalinya SBY kalah uji nyali dengan > > FPI. Pada 9 Februari 2011, Presiden SBY juga pernah mengeluarkan > pernyataan > > senada mengenai FPI. Meskipun, pada waktu itu tidak menyebutkan nama FPI > > secara langsung, namun jelas yang dimaksudkan SBY itu adalah FPI. Ketika > > itu dalam peringatan hari Pers Nasional ke-65 di Kupang, NTT, terkait > kasus > > Cikeusik yang menewaskan tiga orang jemaat Ahmadiyah, SBY menyerukan > kepada > > pihak berwenang agar menindak tegas ormas yang sering melakukan aksi > > kekerasan. Penegak hukum agar mencari jalan yang sah atau legal, jika > > perlu dilakukan pembubaran atau pelarangan! > > Meskipun SBY tidak menyebutkan nama ormas yang dimaksud, FPI yang > > merasakan mereka yang dimaksud SBY bukannya takut malah balik mengancam, > > dan memberi ultimatum kepada SBY. Sedikitnya empat kali berturut-turut > FPI, > > mulai dari Juru Bicaranya, Munarman, sampai dengan Ketua Umumnya, Habib > > Rizieq Syihab mengancam dan memberi ultimatum kepada SBY: FPI tidak > > terlibat dalam peristiwa Cikeusik. Jangan coba-coba berani membubarkan > FPI. > > Sebaliknya, pemerintah segera membubarkan Ahmadiyah selambat-lambatnya > > tanggal 1 Maret 2011. Apabila tidak dilakukan, FPI menyerukan dan akan > > memimpin revolusi untuk menggulingkan Presiden SBY! > > Ketika itu perintah SBY tersebut tak dilaksanakan sama sekali oleh semua > > bawahannya, termasuk Menteri Dalam Negegeri (Mendagri) Gamawan Fauzi, > > maupun Kapolri Jenderal Timur Pradopo. > > Mendagri malah mengelak dengan berlagak menafsir perintah SBY itu. Dia > > bilang, yang dimaksudkan SBY itu pemerintah boleh bertindak kalau sudah > ada > > buktinya. > > Sebaliknya, seolah-olah demi melaksanakan ultimatum FPI itu juga, > beberapa > > pemerintah daerah pun segera mengeluarkan peraturan daerahnya yang > > membatasi gerak-gerik Ahmadiyah di daerahnya masing-masing. > > Mengenai FPI vs SBY jilid 1 ini, pernah saya tulis di *Kompasiana*, pada > > 13 Februari 2011 dengan judul *Semoga Presiden SBY Tidak Ciut Nyalinya,* > < > http://hankam.kompasiana.com/2011/02/13/semoga-presiden-sby-tidak-ciut-nyalinya-341597.html > >dan > > pada 5 Maret 2011 dengan judul *SBY vs FPI: Siapa yang Menang?< > http://hankam.kompasiana.com/2011/03/05/sby-vs-fpi-siapa-yang-menang-346365.html > > > > * > > *Tong Kosong SBY Bunyinya Memang Nyaring* > > Pada 20 Januari 2012, di Jakarta, dalam acara pengarahan di rapat > pimpinan > > TNI-Polri, Presiden SBY juga kembali menyerukan soal penindakan yang > tegas > > kepada FPI. Waktu itu SBY menyatakan, Hukum mereka yang main hakim > > sendiri. Lanjutkan proses hukum itu. Itu kewajiban kita, negara. Jangan > > sampai ada sentimen di masyarakat, Polri lakukan pembiaran. Bahkan yang > > dituduh adalah negara. > > Bukan hanya ini pernyataan-pernyataan sok tegas Presiden SBY. Masih ada > > lagi beberapa pernyataan sok heroik, sok keras dan sok tegas lainnya, > > tetapi kelanjutannya dan aksinya nyatanya nihil. Sangat cocoklah > peribahasa > > ini untuk SBY: Tong kosong bunyinya nyaring. Bahkan tong kosong SBY > ini > > bunyinya lebih nyaring daripada tong kosong biasa. > > Contoh lain, pada Juni 2008, ketika FPI melakukan penyerangan terhadap > > massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan di > > Lapangan Monas, Presiden SBY berseru, Negara tidak boleh kalah dengan > > perilaku kekerasan yang dilakukan oleh ormas (yang menggunakan atribut > > agama untuk melancarkan aksi anarkisnya). > > Menurut Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha ketika itu SBY dengan > > tegas mengatakan: *Enough is enough*! Faktanya? Sampai 2013 ini pun FPI > > masih merasa belum cukup untuk terus melancarkan aksi-aksi anarkisnya. > > ** > > *Menjual Nama Pejabat Timur Tengah, Bumerang untuk SBY* > > Dalam kasus melawan FPI kali ini (Juli 2013), SBY mencoba menarik > simpatik > > publik dengan menyebutkan, di masa Menteri Agama sebelum Suryadharma Ali, > > pernah ada seorang pejabat tinggi dari salah satu negara dari Timur > Tengah > > menyatakan kepada SBY, keprihatinannya dengan ulah FPI yang sering > anarkis > > itu. Karena, SBY berkisah menurut pejabat tinggi negara Timur Tengah > itu, > > ulah FPI itu merusak nama Islam dan merusak nama Arab. Karena, pertama > > Islam tidak pernah mengajar apa yang dilakukan oleh FPI itu. Dan, kedua, > > ketika melakukan aksi-aksi memalukan itu, mereka mengenakan busana khas > > Arab. > > SBY merasa mempunyai nilai plus dengan kisahnya ini yang dikatakan > sebagai > > *true story* yang disampaikan saat pertemuan dengan Forum Rektor > > Perguruan Tinggi Islam di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 23 Juli 2013. > > Padahal, yang terjadi justru nilai minus lagi buat dia dalam kasusnya > > melawan FPI. Betapa tidak, SBY mengatakan itu kejadian sebelum sejak era > > Menteri Agama sebelum Suryadharma Ali, berarti sedikitnya sebelum 2009, > > sudah ada seorang pejabat negara Timur Tengah yang secara terang-terangan > > menyatakan rasa prihatinnya terhadap ulah FPI itu, tetapi, kenapa sampai > > sekarang (2013) urusan FPI dengan ulah anarkisnya itu masih terus > berulang? > > Presidennya di* mannnnnaaaa*? > > Bukan hanya pejabat negara Timur Tengah itu, tetapi dunia internasional > > pasti terheran-heran, *kok* bisa ada seorang Presiden, yang memerintah > > sampai dua periode, menang Pilpres dengan dukungan lebih dari 60 persen > > suara, seorang Jenderal Bintang Empat (purnawirawan). didukung oleh > > kekuatan Polisi Republik Indonesia, yang beberapa kali sukses dalam misi > > pemberantasan terorisme, didukung oleh kekuatan militer dari TNI, tetapi > > mengurus sebuah ormas yang bernama FPI ini saja tidak becus bahkan takut? > > *Harga Diri SBY* > > Anggota Dewan Pembina DPP Partai Demokrat Hayono Isman mengaku prihatin > > dengan pernyataan Ketua Front Pembela Islam FPI Rizieq Syihab tentang > > PresidenSBY itu. Dia minta supaya FPI menghargai SBY sebagai Presiden. > > Tetapi, apakah SBY itu memang layak dihargai kalau dia sendiri > berperilaku > > demikian? Kenapa SBY sendiri seolah tidak menghirau harga dirinya ketika > > dilecehkan oleh seorang Ketua FPI itu? > > Ketika SBY memerintahkan bawahannya agar menindak tegas FPI yang > > menyebabkan terjadinya bentrokan massa dan jatuhnya korban jiwa di > Kendal, > > Jawa Tengah, pada 18 Juli 2013 itu, yang dilakukan oleh Kesbangpol > > (Kesatuan Bangsa dan Politik) Pemda Temanggung dan Pemda Kendal adalah > > hanya berupa teguran kepada FPI. > > (FPI) sudah diberi sanksi teguran oleh Kesbangpol (Kesatuan Bangsa dan > > Politik) Pemda Temanggung dan Pemda Kendal pada Selasa (23/7/2013) lalu, > > ujar Kepala Sub Direktorat Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Kementerian > > Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar, saat dihubungi, Jumat (26/7/2013) (* > > Kompas.com*). > > Dengan kata lain sebenarnya Pemda Temanggung dan Pemda Kendal > > mengabaikankan perintah Presiden SBY. Mereka hanya melakukan sanksi > > basa-basi untuk FPI dengan hanya memberi sanksi teguran itu. Padahal yang > > diserukan SBY adalah penegakan hukum dan sanksi yang tegas. > > Hal yang sama juga terjadi pada Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Mendagri > > Gawaman Fauzi, Menteri Agama Suryadharma Ali dan pihak Kepolisian RI > (Kapolri > > Jenderal Timur Pradopo). Mereka semua pada prinsipnya menganggap sepi > > pernyataan dan perintah-perintah Presiden SBY yang sudah diucapkan > > berulang-ulang sejak beberapa tahun lalu itu, karena mereka sudah tahu > > semua pernyataan itu hanya terdengar keras dan tegas, tetapi isinya > > kosong-melompong. Tong kosong SBY memang semakin nyaring bunyinya, tetapi > > yang namanya tong kosong, ya, tetap saja tong tanpa isinya. > > Apalagi selama ini dalam mengeluarkan pernyataan-pernyataan kerasnya itu > > SBY tidak pernah berani menyebut nama FPI secara terang-terangan. Yang > > disebutkan hanya dengan nama ormas tertentu, pada hal tidak ada ormas > > lain yang berulah seperti FPI. Baru sekarang setelah memerintah sejak > > 2004, atau 9 tahun berkuasa, setahun menjelang berakhirnya masa > > pemerintahannya, SBY baru berani menyebut nama FPI secara > terang-terangan. > > Yang langsung kemudian mendapat serangan balik dari Ketua FPI itu, dan > > langsung membuat SBY berbalik ketakutan. > > *Dipo Alam* > > Menanggapi wacana pembubaran FPI, Sekretaris Kabinet Dipo Alam menyebut > > FPI belum terdaftar di Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik > > (Kesbangpol) Kementerian Dalam Negeri sebagai organisasi masyarakat > > (ormas). Dipo menyebut FPI hanyalah forum kumpul-kumpul. Sehingga tidak > > bisa dibubarkan dengan menggunakan UU Ormas. > > Organisasinya itu hanya forum, belum terdaftar sebagai ormas, itu hanya > > forum kumpul-kumpul, kata Dipo di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu > > (24/7/2013). > > Oleh karena itulah, Dipo merasa heran dengan wacana pembubaran FPI. > > Pasalnya, sanksi pembekuan suatu ormas tidak dapat dikenakan pada FPI. > > Menurut Mendagri belum terdaftar sebagai ormas, apa yang mau dibekukan? > > kataDipo (*Kompas.com*). > > Kalau benar Dipo Alam merasa heran atas wacana pembubaran FPI itu, > > sebaiknya dia mencari jawaban juga kepada SBY, sebab SBY juga pernah > > menyebutkan soal pemburan FPI tersebut. > > *Gawaman Fauzi* > > Pernyataan sebaliknya diucapkan oleh Menteri Dalam Negeri Gawaman Fauzi > pada > > hari yang sama di lokasi yang sama, Istana Kepresidenan. Dia mengatakan, > > untuk membubarkan FPI berdasarkan UU Ormas bisa saja dilakukan, tetapi > > harus melalui mekanisme yang ribet dan panjang. > > Di situ diatur, kalau memang dia melakukan tindakan yang melanggar, yang > > mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum, mengambil peran penegak > hukum, > > dia (FPI) dapat dihukum. Tapi mekanismenya panjang sekali, dan itu pun > > tergantung ruang lingkupnya, apakah nasional, provinsi, kabupaten/kota, > > ujar Gamawan. > > Menurut Gamawan, UU Ormas mengatur larangan-larangan yang harus dihindari > > suatu ormas agar tidak dibekukan. Untuk FPI, menurut dia, ormas tersebut > > bisa saja dianggap melanggar Pasal 59 Ayat 2 huruf d dan huruf e UU > Ormas, > > yakni menganggu ketenteraman dan ketertiban umum, serta mengambil peran > > penegak hukum. > > Kendati demikian, lanjut Gamawan, mekanisme pemberian sanksi untuk dugaan > > pelanggaran yang dilakukan FPI itu terlalu ribet dan sangat prosedural (* > > Kompas.com*). > > Pernyataan Gamawan yang terkesan kuat sengaja menciptakan persepsi bahwa > > FPI hampir tidak mungkin dibubarkan itu seharusnya dia ajarkan juga > kepada > > Presiden SBY. Sebab bukankah SBY sendiri juga pernah menyerukan soal > > pembubaran FPI ini? > > Mengenai pembubaran FPI sebenarnya bukan hal yang paling subtansial saat > > ini.Pembubaran FPI juga tidak akan efektif menghentikan aksi-aksi > > kekerasan dan anarkis sekelompok massa seperti yang dilakukan FPI itu. > > Kalau pun FPI bubar, maka sangat mungkin mereka akan kembali muncul > dengan > > hanya mengubah nama ormas-nya. > > Saat ini yang terpenting dan paling efektif adalah soal kepastian dan > > ketegasan penegakan hukum tanpa kompromi dan tanpa toleransi terhadap > > segala tindakan yang dilakukan FPI yang sudah bertahun-tahun ini terbiasa > > melakukan tindakan-tindakan main hakim sendiri dan anarkis, tanpa berani > > disentuh pihak yang berwajib. Sebaliknya, yang terjadi adalah polisi > > biasanya melakukan pembiaran, atau bahkan mem-*back-up* FPI, atau polisi > > berubah menjadi sekumpulan pramuka yang hanya berani menonton aksi-aksi > > perusakan dan teror yang dilakukan oleh FPI. > > *Suryadharma Ali* > > ** > > Tidak diragukan lagi, sebenarnya Menteri Agama Suryadharma Ali ini adalah > > simpatisan FPI. Apa yang dilakukan oleh FPI hampir selalu dibelanya. > > Ketika SBY menyerukan pernyataan yang keras dan memperingatkan FPI, > > Suryadharma Ali malah mengatakan untuk menghadapi FPI, kita memerlukan > > kesabaran tingkat tinggi. Sebelumnya juga dia mengatakan sekarang ini FPI > > sudah berubah banyak menjadi lebih baik. > > Ketika terjadi insiden penyiraman air teh ke wajah Guru Besar Sosiologi > > Universitas Indonesia (UI) Tamrin Tomagola oleh Juru Bicara FPI Munarman > di > > acara siaran langsung *Apa Kabar Indonesia Pagi* TV One pada Jumat, 28 > > Juni 2013, Suryadharma Ali membela Munarman. Munarman yang jelas-jelas > yang > > tidak bisa mengontrol emosinya malah dipuji Suryadharma Ali sebagai sosok > > pemuda yang idealis yang bisa mengendalikan dirinya. Sebaliknya, Tamrin > > Tomagola yang menjadi korban dikatakanSuryadharma Ali sebagai cendekiawan > > yang tidak bisa mengendalikan dirinya karena menyela orang yang lagi > > berbicara. > > ** > > *Kepolisian RI (Kapolri Jenderal Timur Pradopo)* > > ** > > Untuk pertama kalinya dalam insiden yang melibatkan FPI, dalam peristiwa > > bentrok FPI dengan warga di Kendal, pihak Kepolisian juga menahan dan > > memproses hukum pelaku-pelaku perusakan/pembakaran. Tetapi itu karena > yang > > dirusak.dibakar adalah aset (mobil) milik FPI. Untuk itu tiga orang telah > > ditahan oleh Kepolisian Kendal dengan sangkaan sebagai pelaku utama > > pembakaran mobil FPI yang telah menabrak sampai tewas seorang ibu-ibu > itu. > > Biasanya, setiap ada anggota FPI yang melakukan perusakan aset/harta > > orang lain, tidak pernah ditahan dan diproses hukum. > > Janganlah mengharap Kapolri Timur Pradopo akan benar-benar memerintahkan > > anak buahnya untuk menindak tegas apalagi sampai menahan Ketua FPI > Rizieq > > Syihab atas pernyataan yang dinilai menghina Presiden SBY itu. Memang > > informasinya adalah Polri telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki > > kasus ini, tetapi percayalah itu tidak lebih dari sebuah tim khusus > > berbasa-basi belaka. > > Februari 2011, ketika Rizieq Syihab juga melakukan serangan balik > > terhadap SBY lewat pernyataannya yang lebih keras daripada sekarang, > yakni > > mengancam SBY dengan aksi makar penggulingan Presiden SBY jika berani > > membubarkan FPI, Kapolri Timur Pradopo tidak melakukan tindakan apapun > > juga. Ketika wartawan menanyakan apa tindakan Polri atas ancaman Ketua > FPI > > itu, Timur tidak mau menjawabnya. Dia hanya terus mengatakan terima > kasih, > > terima kasih sambil berjalan cepat menghindari wartawan yang terus > > mengikutinya. Baca tulisan saya tentang ini di sini< > http://hankam.kompasiana.com/2011/03/05/sby-vs-fpi-siapa-yang-menang-346365.html > > > > . > > Sebelum terjadi bentrokan FPI dengan warga di Kendal, menjelang Ramadhan > > 2013,Wakapolri Komisaris Jenderal Nanan Sukarna sudah mengeluarkan > > pernyataan bahwa Polri akan melakukan tindakan tegas kepada setiap ormas > > yang berani melakukan*sweeping* di bulan Ramadhan ini. Namun ketika belum > > dingin seruan Wakapolri itu, pada 6 Juli 2013, di Mojokerto, Jawa Timur, > > FPI melakukan aksi *sweeping*-nya di hotel-hotel, tempat karaoke dan > toko-toko. > > Polisi bukannya mencegah dan menindak tegas sebagaimana diserukan > Wakapolri > > itu, mereka malah seperti biasa mengawal dan hanya menonton aksi * > > sweeping* FPI itu. > > Membaca reaksi dari Sekretaris Kabinet Dipo Alam sampai dengan sikap > > Kepolisian RI (Kapolri Timur Pradopo) yang cenderung menguntungkan posisi > > FPI ini, apa yang bisa masyarakat harapkan dari pemerintah SBY saat ini > > dalam menghadapi aksi-aksi anarkis dan teror yang acapkali dilancarkan > oleh > > FPI? Nyaris tanpa harapan. > > Setelah ini, FPI tidak akan ragu-ragu untuk mengulangi lagi aksi-aksi > > anarkisnya seperti biasa. Apalagi semakin terbukti berkali-kali Presiden > > negara ini begitu lemahnya, hanya besar di omongan dan besar badannya, > > tetapi nyalinya tidak cukup bisa dipakai untuk melawan FPI. FPI akan bak > > harimau yang tumbuh sayapnya.Negara yang dipimpin oleh SBY dan para > > pembantunya ini akan terus mengalami kekalahan dari sebuah ormas sekecil > > FPI. Sesuatu yang di luar logika, tetapi itulah faktanya. > > ** > > ** > > *SBY vs FPI: 0 - 2 = SBY Memang Pecundang!* > > Jadi, ada benarnya apa yang disebut Rizieq Syihab bahwa SBY itu adalah > > seorang pecundang (orang yang selalu kalah), karena terbukti selalu kalah > > dalam uji nyali dengan FPI, sedikitnya dua kali. Pertama di tahun 2011 > dan > > yang kedua di Juli 2013 ini. Skor SBY vs FPI adalah 0-2. Bagaimana SBY > bisa > > menang kalau para bawahannya dari Sekretaris Kabinet sampai dengan > Kapolri > > malah cenderung *ngepro*pada FPI? > > Dari Presiden sampai dengan menteri-menterinya berikut Kapolri setiap > > saat, dan setiap Ramadhan akan selalu disibukkan oleh FPI dengan > > urusan-urusan seperti ini. Yang tidak pernah dibereskan. Padahal masih > > sangat banyak urusan bangsa dan negara yang jauh lebih penting untuk > > diselesaikan. > > Apabila pemerintahan SBY terus menunjukkan ketidakberdayaan dalam > > menghadapi FPI seperti ini, maka potensi terjadinya konflik horizontal > akan > > semakin kuat. Peristiwa di Kendal itu sudah merupakan signal kuning bagi > > SBY. *** > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > ------------------------------------ > > Post message: [email protected] > Subscribe : [email protected] > Unsubscribe : [email protected] > List owner : [email protected] > Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
