Sayangi.Com
http://www.sayangi.com/daerah1/read/3078/bpk-pecat-anggota-kpu-jatim-dan-loloskan-khofifah
BPK: Pecat Anggota KPU Jatim & Loloskan Khofifah
Ketua KPU Jatim: Khofifah Harusnya Lolos, Tapi Anggota KPU Jatim Yang Lain 
Mbalelo


BPK (Barisan Pengagum Khofifah) mendesak Dewan Kehormatan Pelaksana Pemilu 
(DKPP) memecat anggota 
Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (Jatim) dan meloloskan pasangan 
Khofifah - Herman sebagai peserta Pilkada Gubernur Jatim.

Alasannya,
 sebagaimana diungkap BPK, para anggota KPU Jatim itu tidak patuh pada 
ketua KPU Jatim Andry Dewanto. Sebagaimana diberitakan media lokal 
Jatim, Andry Dewanto mengungkap "ibu Khofifah harusnya lolos sebagai 
calon gubernur Jatim." 

Akan tetapi anggota KPU yang lain tidak 
taat pimpinan dan berkilah bahwa mereka bukannya tidak ingin meloloskan 
ibu Khofifah, tetapi dukungan dari partai pengusung jumlahnya kurang 
dari 15 % sebagaimana ketentuan yang berlaku, sehingga Khofifah tidak 
memenuhi syarat administrasi dukungan partai pengusung.

Hal ini 
karenapara anggota KPU Jatim yang mbalelo (tidak patuh pada pimpinan) itu 
berpendapat bahwa dukungan dari Partai Kedaulatan (PK)& Partai 
Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI) dianggap tidak sah, karena 
ke dua partai itu selain memberi dukungan pada bu Khofifah, juga memberi 
dukungan pada calon Gubernur yang lain.

Padahal Andry Dewanto, 
sudah mencarikan jalan keluar dengan menghubungi DPP (Dewan Pimpinan 
Pusat)ke-dua partai tersebut, di mana dari pendekatan ketua KPU Jatim 
bersama tim ibu Khofifah pada DPP ke-dua partai itu,  akhirnya kepengurusan DPD 
(Dewan Pimpinan Daerah) Jatim PK & PPNUI yang 
mendukung calon lain dipecat dari kepengurusan & diganti dengan 
kepengurusan baru yang mendukung pencalonan Khofifah.

Meski 
sudah ada jalan keluar seperti itu, anggota KPU Jatim yang lain masih 
tetap mbalelo, dengan menyatakan bahwa yang tanda tangan dari DPP kedua 
partai itu adalah ketua dan wakil sekjen, sedangkan yang sah sesuai 
peraturan adalah jika ditandatangani oleh ketua dan sekjen. Sedangkan 
Sekjen kedua partai itu beserta pengurusnya di daerah tetap mencalonkan 
calon gubernur lain.

"Harusnya para anggota KPU Jatim itu 
bersikapbijaksana. Jika pengurus partai terbelah, dimana masing2 pihak 
mendukung calon gubernur yang berbeda, seharusnya diambil jalan tengah, 
dimana dukungan pada 2 orang calon Gubernur itu harusnya sama2 dianggap 
sah. Jangan lalu dianggap sama-sama tidak sah," jelas BPK

Sikap 
dari Ketua KPU jatim sebenarnya dilakukan bukan karena berpihak atau 
membantu ibu Khofifah, akan tetapi bermotif agar dalam pemilihan 
gubernur Jatim ini berlangsung semarak, dengan banyaknya calon gubernur 
yang ikut berkompetisi dalam pemilihan Gubernur bulan Agustus tahun 
2013.

Untuk itu, BPK mendesak DKPP harus memecat para anggota KPU
 Jatim yang tidak patuh pada atasannya itu. Apalagi mereka sudah 
mempermalukan Andry Dewanto sebagai ketua KPU Jatim. 

Karena 
sebenarnya untuk lebih membuka cakrawala berpikir para anggota KPU Jatim
 yang mbalelo itu, Ketua KPU Jatim sebelum rapat penetapan calon 
gubernur yang akan berkompetisi, telah mengirim undangan pada Khofifah 
sebagai calon gubernur untuk mengikuti pemilihan nomor urut calon 
gubernur. (MARD)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke