Said Aqil bilang FPI tak sesuai ajaran Islam, dia juga bilang Ahmadiah tidak 
sesuai ajaran Islam.  Keduanya tidak seuai ajaran Islam, tapi Ahmadiah dilarang 
mengaku Islam, sedangkan FPI tetap boleh mengaku Islam.  Ahmadiah dikatakan 
menista Islam halal dibantai, dijarah dan dibakar mesjidnya, tapi FPI malah 
ngebantai dan tidak dituduh sebagai penista Islam tapi malah diakui sebagai 
pembela Islam.

Jadi Said Aqil berbohong, dia cuma basa basi saja mengatakan FPI tak sesuai 
ajaran Islam karena telah menjadi sasaran kemarahan dan kebencian masyarakat 
Kendal.

Said Aqil bisa dibuktikan berbohong dari perbedaan sikap terhadap FPI dan 
Ahmadiah yang sama2 dianggapnya tidak sesuai ajaran Islam.

> Asmara Hash <hash021@...> wrote:
> Sebaiknya Indonesia ini jadi
> negara Islam saja daripada malu-
> malu dan repot-repot berargumen
> gini-gitu dan kelihatan bohongnya,
> mending bersifat ksatria saja
> agama resmi negara. Sehingga
> Indonesia menjadi aman damai dan
> sejahtera lahir batin....!!!

Sebagai ulama bajakan aseli Arab, Said Aqil paham bahwa berbohong harus 
dibuktikan dengan kesaksian 4 orang, sedangkan Said Aqil berbohong hanya bisa 
dibuktikan dengan reasoning secara rasional.  Kebetulan di AlQuran dan ajaran 
Islam tidak dikenal dan tidak diajarkan reasoning dan rasionalitas bisa 
digunakan juga sebagai kesaksian.

Memang, Amerika dari dulu juga sudah mendorong Indonesia untuk menjadi negara 
Islam dengan membiayai partai2 Islam untuk membunuh Sukarno yang menentang 
Syariah Islam.

Masalahnya pendiri RI adalah Sukarno sehingga rakyat banyak menolak Syariah 
Islam untuk menggantikan Pancasila.  Jadi enggak gampang menjorokin RI menjadi 
negara Syariah Islam karena ditentang oleh 90% rakyatnya.  Buktinya, hasil 
pengumpulan suara pada setiap pemilu hanya kurang dari 10% suara yang 
didapatkan oleh partai2 pengusung Syariah Islam.

Rakyat Indonesia yang beragama Islam tentunya wajar memahami bahwa ajaran Islam 
tidak membawa kedamaian malah dipastikan perpecahan, terbukti sesama Islam pun 
sudah saling bantai meskipun belum dinyatakan negara Syariah Islam.

Jiwa ksatria memang diperlukan oleh semua budaya dari semua bangsa, seperti 
halnya Jepang mendidik jiwa Bushido, budaya Jawa Honocoroko mendidik orang2 
Jawa untuk berjiwa ksatria sampai mati, budaya Cina yang terkenal dengan 
Kungfu-nya juga menekankan pentingnya jiwa ksatria, jiwa wushu dll.

Sayang seribu sayang, nabi Muhammad cuma pedagang tidak pernah mengenal jiwa 
ksatria, juga Allah tidak mengajarkan jiwa ksatria, melainkan mengajarkan 
alTaqya yaitu lawan dari arti kata "ksatria".  Dalam AlTaqya, muslimin 
diajarkan bahwa apabila lawan lebih kuat, maka jangan dilawan dari depan, pura2 
berteman, bila lawan lengah maka tebaslah lehernya dari belakang.  Tapi kalo 
lawannya lebih lemah dari muslimin, maka tidak perlu buang waktu ber-pura2, 
langsung tebas saja batang lehernya dari depan atau dari samping atau lagi 
tidur sekalipun.  Ini bukan ajaran Ksatria, tapi ajaran pengecut, ajaran 
kualat, ajaran rendah etika dan renda moral.

Jadi berbahaya kalo Indonesia menjadi negara Syariah Islam, bahkan muslimin 
sendiri takut dan menolak Syariah Islam, terutama umat Ahmadiah dan umat Syiah 
biarpun sama2 Islamnya mereka menolak menjadi negara Syariah Islam karena 
mereka tidak terlindungi.

Ny. Muslim binti Muskitawati.





------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke