Langsung nomer 10

        1. 

        2. 

        3. 

        4. 

        5. 

        6. 

        7. 

        8. 

        9. 

        10. untuk menikmati karya penyelamatan Yesus, orang tidak harus menjadi 
Yahudi terlebih dahulu
        11. orang-orang Kristen yang bukan berasal dari latar belakang Yahudi 
tidak diwajibkan mengikuti tradisi dan pantangan Yahudi (misalnya 
perihal tentang sunat dan memakan makanan yang diharamkan).
        12. Paulus mendapat mandat untuk memberitakan Injil ke daerah-daerah 
berbahasa Yunani.


Surat-suratnya menjadi bagian penting Perjanjian Baru. Banyak yang berpendapat 
bahwa Paulus memainkan peranan penting dalam 
menjadikan agama Kristen sebagai agama yang berdiri sendiri, dan bukan 
sebagai sekte dari Yudaisme.

Sebelum bertobat Paulus dikenal sebagai penganiaya umat Kristen mula-mula. Ia 
adalah seorang Farisi yang sangat taat kepada Hukum Taurat (Filipi 3:5). Kisah 
Para Rasul juga mengutip perkataan Paulus yang menyebut bahwa ia "adalah orang 
Farisi, keturunan orang Farisi" (Kisah Para Rasul 23:6).
Pertobatan Paulus dapat diperkirakan antara tahun 33-36 dengan bukti kuat untuk 
tahun 34[7][8][9] dengan mengacu pada salah satu suratnya.[10] Menurut Kisah 
Para Rasul, pertobatannya (atau metanoia) terjadi di jalan menuju Damaskus di 
mana ia mengalami "pertemuan" dengan Yesus, yang kemudian menyebabkan ia 
menjadi buta untuk sementara (Kisah Para RasulĀ 9:1-31, 22:1-22, 26:9-24). 
Pertobatan ini sangat istimewa dimana kemauan untuk Paulus bertobat 
awalnya datang dari Tuhan Yesus sendiri setelah itu barulah muncul 
niatan bertobat dari Paulus sendiri.


Dicatat bahwa "berkobar-kobar hati Saulus (nama Paulus sebelum 
menjadi murid Yesus) untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia 
menghadap Imam Besar, dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa 
kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki 
atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa 
mereka ke Yerusalem untuk dihukum."[11]
        * Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika Saulus sudah dekat kota itu, 
tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.[12] Waktu itu adalah 
tengah hari, dan cahaya dari langit itu menyilaukan.[13] Saulus mengatakan 
kepada raja Agripa: "Tiba-tiba, ya raja Agripa, pada tengah hari bolong aku 
melihat di tengah jalan itu cahaya yang lebih terang dari pada cahaya matahari, 
turun dari langit 
meliputi aku dan teman-teman seperjalananku."[14]
        * Saulus dan teman-temannya semua rebah ke tanah dan kedengaranlah oleh 
Saulus suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau 
menganiaya Aku?"[15] Suara itu berbicara dalam bahasa Ibrani, dan berkata lagi: 
"Sukar bagimu menendang ke galah rangsang."[16]
        * Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus orang 
Nazaret yang kauaniaya itu."[17]
        * Maka Saulus berkata: "Tuhan, apakah yang harus kuperbuat?"[18] Kata 
suara itu (Saulus menyebutnya "Tuhan") kepadanya: "Bangkitlah dan pergilah ke 
Damsyik. Di sana akan diberitahukan kepadamu segala 
sesuatu yang ditugaskan kepadamu (apa yang harus kauperbuat)."[19] Dalam 
penuturannya di hadapan Agripa, Saulus memberitahukan kata-kata selanjutnya 
dari Tuhan: "Aku menampakkan diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi 
pelayan dan 
saksi tentang segala sesuatu yang telah kaulihat dari pada-Ku dan 
tentang apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti. Aku akan 
mengasingkan engkau dari bangsa ini dan dari bangsa-bangsa lain. Dan Aku akan 
mengutus engkau kepada mereka, untuk membuka mata mereka, supaya 
mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, 
supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan 
dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang 
yang dikuduskan."[20]
        * Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka 
memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jugapun.[21] Mereka 
melihat cahaya dan meskipun mendengar, mereka tidak mengerti bahwa suara itu 
berbicara ("tidak mendengar" pembicaraan).[22]
        * Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak 
dapat melihat apa-apa;[23] oleh karena cahaya yang menyilaukan mata itu;[24] 
Maka kawan-kawan seperjalanannya memegang tangan Saulus dan harus menuntun dia 
masuk ke Damsyik.[23][24]
        * Tiga hari lamanya Saulus tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia 
tidak makan dan minum,[25] dan terus berdoa.[26] Selama itu ia tinggal di rumah 
Yudas yang berada di jalan yang bernama Jalan Lurus.[26]
        * Setelah tiga hari itu, Saulus mendapat suatu penglihatan di mana ia 
melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan 
menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi.[27]
        * Ananias adalah seorang murid Tuhan Yesus yang tinggal di Damsyik.[28] 
Saulus menyebutnya "seorang saleh yang menurut hukum Taurat dan terkenal baik 
di antara semua orang Yahudi yang ada di situ."[29] Firman Tuhan kepadanya 
dalam suatu penglihatan: "Ananias!" Jawabnya: "Ini aku, Tuhan!" Firman Tuhan: 
"Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas 
seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa, dan dalam 
suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk 
ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat 
lagi." Jawab Ananias: "Tuhan, dari banyak orang telah kudengar 
tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap 
orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. Dan ia datang ke mari dengan kuasa 
penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil 
nama-Mu." Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, 
sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku 
kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. Aku 
sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia 
tanggung oleh karena nama-Ku."[30]
        * Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia datang 
berdiri di dekat Saulus, menumpangkan tangannya ke atas Saulus, dan 
berkata: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri 
kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau 
dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus. Bukalah matamu 
dan melihatlah!" Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari 
matanya, sehingga Saulus dapat melihat lagi dan menatap Ananias.[31]
        * Lalu kata Ananias: "Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau 
untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benardan untuk 
mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya. Sebab engkau harus menjadi 
saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang 
kaudengar. Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, 
berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada 
nama Tuhan!"[32]
        * Saulus bangun lalu dibaptis. Dan setelah ia makan, pulihlah 
kekuatannya.[33]

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke