http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/sulawesi/2006/01/08/brk,20060108-71958,id.html

Mulyono Dilepas Tak Terbukti Terlibat Pemboman Pasar
Minggu, 08 Januari 2006 | 04:20 WIB 



TEMPO Interaktif, Palu:Polda Sulteng melepas Mulyono, warga Palu yang ditangkap 
pada hari pemboman Pasar daging babi di Maesa. Mulyono (60) warga asal Sonosari 
Jawa Tengah, ini ditangkap aparat kepolisian karena kesaksian beberapa warga 
yang melihatnya berada di sekitar tempat kejadian di Jalan Sulawesi, beberapa 
saat sebelum bom meledak. 

Mulyono membantah tuduhan terlibat dalam peledakan bom tersebut. Menurutnya, 
keberadaannya di jalan Sulawesi sekitar TKP untuk menemui seseorang yang 
bernama Ose menyangkut rencana pernikahan keponakannya. 

Juru bicara Polda Sulteng AKBP Rais Adam Sabtu (7/1) menyatakan Mulyono 
dibebaskan karena dari hasil penyidikan selama sepekan tim penyidik tidak 
menemukan bukti kuat atas keterlibatan lelaki yang hanya pandai merangkai kursi 
ini. "Selama pemeriksaan Mulyono hanya sebagai saksi,"katanya. 

Hingga kini pihak Kepolisian Sulteng masih memeriksa satu orang yang diduga 
terlibat dalam pemboman pasar daging babi itu. Ibrahim alias Lalim (32) warga 
ampana. Di kota Palu selain sebagai guru ngaji ia juga bekerja sebagai tukang 
cuci pakaian. "Kami masih memeriksa dia secara intensif, statusnya masih 
sebagai saksi,"
katanya. 

Darlis Muhammad 
++++

http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2006/01/07/brk,20060107-71945,id.html



Konflik Poso Terus Jika Jemaah Islamiyah Tak Dituntasi
Sabtu, 07 Januari 2006 | 18:44 WIB 

TEMPO Interaktif, Jakarta:Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM 
Hendropriyono, menyatakan konflik Poso terus terjadi karena pemerintah 
Indonesia belum bisa membongkar tuntas jaringan teroris Al Jamaah Al Islamiyah 
(AJAI). "Jaringan ini dalam terminasi barat disamakan dengan Jamaah 
Islamiyah,"katanya usai menjadi salah satu pembicara dalam Raker Fraksi PDI-P 
DPR di Hotel Harris, Sabtu (7/1).

Hendro menyatakan AJAI memiliki sebelas angkatan kader inti yang pernah 
berlatih di Afganistan, Pakistan dan Filipina Selatan. "Sangat sedikit yang 
bisa kita tangkap dan kita ketahui,"ujarnya.

Kondisi masyarakat Poso, menurut Hendro, juga bisa memicu konflik. Masyarakat 
Poso yang berbeda agama dan hidup berdampingan, sangat rawan disusupi teroris. 

Hal lain, menurut Hendro, menguatnya sektarianisme, makin menurunnya wawasan 
kebangsaan dan berkurangnya pemahaman terhadap ideologi pancasila pada 
masyarakat. Hendro mensinyalir adanya infiltrasi ideologis sebagai penyebab 
turunnya wawasan kebangsaan rakyat Indonesia. "Kalau tidak berhasil mengatasi 
sektarianisme ini, kita tidak akan bisa berhasil mengatasi konflik antar 
masyarakat indonesia seperti halnya yang terjadi di Poso dan Ambon,"katanya.

Thoso Priharnowo 




[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke