Bukan rahasia lagi CIA & MI-6 adalah mesin penetas teroris. Lalu "lembaga-lembaga kajian" di level akademik itu menetaskan ikon-ikon "intelektual muslim" macam Amin Rais & Nurcholis. Dua orang yang bertanggungjawab atas gagalnya reformasi '98.
Jadi, siapa yang memakai agama untuk bikin kekacauan di dunia? Dari Perang Salib, Arab-Israel, Reformasi '98, sampai Arab Spring. Buka mata. Jangan cuma pentang bacot. --- "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@...> wrote: > Ni orang emang sedeng.. > > Di Amerika atau diberbagai negeri Eropa orang meneliti secara > ilmiah ajaran agama taik anjing Islam itu dan bukan kayak di > madarasah atau pesantren dan IAIN tempat mendidik orang buat > memamah biak ajaran Islam.. > > > --- "Tawangalun" <tawangalun@> wrote: > > > Jawabannya belum kenak ngapa kalau bikin IAIN dikecam mubazir > > tapi Amerika yg juga bikin sekolahan Islamology hingga tingkat > > Doktor rapopo. > > > > Paulus anak wedus. > > > > --- Muskitawati <muskitawati@> wrote: > > > > > Study Islam di Amerika adalah yang terbesar, terlengkap, > > > termodern dan paling mendalam pengetahuannya, karena tidak > > > mencakup hanya mempelajari satu aliran Islam saja tapi semua > > > aliran2 Islam yang saling bertentangan yang justru dilarang di > > > negara2 Islam itu sendiri. Oleh karena itu gelar S3 bidang > > > agama Islam di Indonesia sangat jarang2 sekali, kalo ada akan > > > segera diangkat jadi Menteri agama dikarenakan pengetahuannya > > > paling luas, mendalam dan modern yang mampu memajukan umat > > > Islam di Indonesia. Tapi sayang, jarang yang mampu menembus > > > test masuk study Islam di Amerika ini, kalopun pernah ada > > > mereka itu sudah pensiun. Memang mulanya banyak mahasiswa RI > > > yang sekarang ikut study Islam di Universitas2 Amerika, tapi > > > dalam beberapa tahun kemudian dinyatakan gagal, drop-out tapi > > > enggak mau pulang, mereka berusaha mengalihkan dana pinjaman > > > atau beasiswanya untuk pindah ke Al-Azhar di Cairo mengejar > > > gelar dari sana, yang penting beasiswanya jangan mubazir. > > > > > > > "Tawangalun" <tawangalun@> wrote: > > > > La ngapa kok Amerika malah ikut2-an > > > > mubazir membikin sekolahan doktor > > > > untuk Islamology, dulu malah dimilis > > > > Apakabar dulu ada dosennya yg anggota > > > > milis bernama Anis Mata. Dr.Nurcholis > > > > Madjid itu dari Chicago lo doktornya. > > > > Tapi kalau saya nyekolahkan ke LN itu > > > > yo ke Saudy saja biar tdk tererosi. > > > > La anak saya yg ke-3 di Dahran > > > > sekarang dapat beasiswa S-2, lumayan > > > > kan nanti English bisa Arabic bisa. > > > > > > Amerika enggak bisa disalahkan, karena negaranya punya > > > kepentingan politik sama seperti semua negara didunia memiliki > > > kepentingan politik dalam membela, memajukan, dan > > > mempertahankan negaranya. > > > > > > Tapi Amerika tidak memerintahkan bahwa beasiswa yang > > > diberikannya itu harus untuk sekolah agama Islam saja, tapi > > > terbuka, setiap mahasiswa berhak memilih jurusan yang > > > diingininya. Cuma kalo mau sekolah kedokteran tapi test2 > > > masuknya enggak pernah bisa lulus ber-tahun2, daripada > > > beasiswanya mubazir para mahasiswa RI kiriman pemerintah ini > > > mengganti jurusan yang gampang2 lulusnya yaitu study agama > > > Islam yang modalnya cuma hafalan saja. > > > > > > Beda dengan Cina, Korea, Thailand dan lain2nya, mereka > > > menggunakan beasiswa yang diberikan Amerika, Inggris, Australia > > > atau Jerman untuk mahasiswa2nya mengejar bidang teknologi tidak > > > ada yang mengejar jurusan agama Islam atau Yahudi, seperti > > > umumnya orang2 Indonesia. > > > > > > Segelintir mahasiswa Indonesia yang dikirim pemerintah ada juga > > > yang mengambil jurusan Public Administration, Planning, maupun > > > Social Politics, namun mereka yang dikirim sudah tua2 menjelang > > > pensiun. Pengiriman mereka itu bukan didasari atas prestasi > > > otaknya melainkan atas prestasi lama kerjanya, pengabdiannya, > > > dan koneksi atasannya sehingga lulusannya meskipun dapat gelar > > > S2 atau S3 hanyalah simbolisme saja tidak mampu bekerja atau > > > menciptakan hal2 yang baru. > > > > > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
