> "Tawangalun" <tawangalun@...> wrote: > Ngaco kamu Mus,maksudnya sekarang > ini di AS pun orang bisa menemukan > makanan yg dijamin halal menurut > syariah Islam.Jadi definisi halal > antara anda berbeda dg nyak me, > itu yg perlu disamain dulu.
Setiap toko makanan di Amerika hanya wajib tunduk kepada aturan FDA, jadi kalo urusan aturan agama diserahkan kepada masing2 toko makanan atau pemiliknya saja. Kalo toko makanan pemiliknya beragama Islam dan juga banyak langganannya beragama Islam, maka bungkus2 makanannya, makanan kalengan, dan botol2 kecap dll semuanya ditempeli sticker halal dan sticker halal itu bukan dari FDA, tapi ditempel oleh importirnya, oleh exportir asal pabrik diluar Amerika dan tidak satupun yang berkait atau terkait dengan ketentuan FDA. Artinya, tulisan halal disemua package makanan di Amerika ini semuanya gratis, tidak perlu ada pemeriksaan MUI atau menteri agama seperti di Indonesia, jadi suka2 anda saja. Bukan cuma halal saja yang ditempelkan stickernya oleh toko2 makanan, juga sticker "Kosher" untuk orang Yahudi yang proses, prosedur dan aturannya tidak beda dengan label "halal". Lalu pertanyaannya disini, apanya yang jadi marak ???? Dari dulu juga sudah marak tidak pernah makin marak atau lebih marak !!!! Cuma toko2 makanan kecil milik muslim saja yang langganannya juga muslim yang dilabeli "Halal" karena pembelinya adalah juga muslim. Tapi toko2 makanan yang besar seperti Ralph, Pavilion, Winco dll tidak ada yang berlabel halal tapi berlabel "Kosher" karena langganan2 yang beragama Yahudi lebih banyak dari yang Islam. Dengan kata lain, yang makin marak itu justru produk2 makanan yang berlabel "Kosher" karena makin banyak pabrik2 makanan di Israel yang mengeksport produk2nya ke Amerika, sebaliknya makin sedikit negara2 Islam yang mengeksport produk2nya ke Amerika, bahkan pemeluk Islam pun makin sedikit yang masuk ke Amerika karena pengetatan Visa dan pengamanan terorisme. Selain itu, kaum muslimin di Amerika makin miskin karena makin banyak ditolak pengusaha untuk mempekerjakan mereka sekedar tujuan sekurity. Kalo muslimin makin miskin, makin banyak penganggurannya, wajar kalo beli2 juga makin sedikit sehingga makin jarang toko2 yang mau berjualan makanan yang ada tulisan "Halal". Bahkan makin banyak masyarakat di Amerika menolak makanan yang ada tulisan "Halal" karena mereka yakin makanan itu produksi negara2 Islam yang kualitas dan kebersihannya diragukan. Akibatnya, banyak toko2 yang pemiliknya Islam penjualannya menurun karena melabelkan jualannya dengan label "halal", banyak toko milik orang2 Iran sekarang ini melabelkan dagangannya dengan "Kosher" karena langganannya yang beragama Yahudi makin banyak, meskipun pemiliknya sendiri beragama Islam. Baru2 ini di Australia banyak toko2 yang menambahkan label2 "halal" dalam package makanannya dengan tambahan "Label Halal ini menyumbang dana untuk terorisme", akibatnya dewan kaum muslimin di Australia protest ke Polisi maupun pengadilan, tapi protest dan pengadilan menolaknya karena tidak berwenang untuk menanggapinya. Menambahkan tulisan kata2 "menyumbang terorisme" pada label "halal" di produksi makanan yang dijual adalah hak dari masing2 penjualnya saja, dan hak pembeli yang mau beli atau tidak mau beli tidak bisa dipaksa. Tulisan kata2 itu mengingatkan kepada para pembeli bahwa agar janganlah membeli semua produksi makanan yang berlabel "halal" karena berarti anda ikut mendanai "terorisme", begitulah kira2 diartikannya. Jadi itu cuma satu cara saja untuk menumpas terorisme didunia kita sekarang ini, cara2 lain masih banyak misalnya mendenda setiap muslimah yang memakai jilbab, niqab atau Burqa di tempat Publik di Peranciw dan hampir disemua negara2 di Eropa termasuk di Inggris dan Australia. Ny. Muslim binti Muskitawati. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
