http://www.padangekspres.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=8232
Resensi Buku
Meredam Perseteruan Agama Versus Sains
Sabtu, 07-Januari-2006, 01:03:35
Judul : Menemukan Tuhan; Dalam Sains Kontemporer dan Agama
Penulis : Ian G. Barbour
Penerbit : Pustakan Mizan
Cetakan : Pertama, 2005
Tebal : 332 hl
Perjumpaan antara sains dengan agama, sudah menjadi rahasia umum,
dipenuhi intrik-intrik yang mengarahkan kepada perbenturan secara horizontal.
Terlebih lagi realitas kekinian, percepatan yang terjadi dalam ilmu pengetahuan
membuat teologi keagamaan tertinggal jauh. Teologi klasik terlihat akan semakin
usang, kalau hanya bersikeras mempertahankan dokrin-dokrinnya tanpa
mengupayakan tanggapan-tanggapan yang kreatif dan progresif terhadapnya.
Indikasi ke arah sana, telah terbukti dan semakin hari faktanya tak
terbantahkan lagi. Memang tak bisa juga dinafikkan kenyataannya, sebagian dari
individu pun telah berupaya kembali mereaktualisasikan dimensi keagamaan.
Namun, tak sedikit diantaranya malah mengambil front yang bersemberangan.
Segala bentuk yang berbau teologi diposisikan musuh bersama yang
perlu ditumpas. Bukti konkritnya tergambar dalam berbagai gerakan modernisasi
yang digalang kaum modernis guna memarjinalkan fungsi dasar dari teologi itu
sendiri. Posisi para teolog di tengah-tengah masyarakat tak lagi dijadikan
kerangka acuan yang pantas dipedomani.
Parahnya, mayoritas penggambil kebijakan pun berasal dari kalangan
saintis atau paling kurang mereka yang pola pikirnya telah dikuasai paham-paham
saintis. Akibatnya kebijakan-kebijakan yang diambil dan ditetapkan, umumnya
berbenturan dengan kaidah-kaidah yang digariskan secara mendarah daging ajaran
teologis.
Dilema ini, kalaulah tak lagi bisa ditanggulangi, diyakini
ajaran-ajaran kaum teolog, dinamika yang makin menurun secara tak terbendung.
Mungkin saja suatu waktu, malah ditinggalkan para pengagumnya, tak terkecuali
para teolog sendiri. Apa lagi, fakta dilapangan telah dapat dilihat dengan mata
telanjang.Hingga melahirkan beragam pertanyaan, mulai dari masih dapatkah
disinergiskan masing-masing kepentingan antara sains dan agama. Hingga tak lagi
dipersoalkan terdapatnya kekhawatiran-kekhawatiran antara sains dan teologi.
Serta beragam persoalan lain, intinya membutuhkan kejelasan, dan kenetralan
dalam mengambil kebijakan.Inilah persoalan-persoalan yang bakal dikupas Ian G
Barbour dalam buku ini. Mungkin tak sedikit orang mengenal sosok Barbour, guru
besar Fisika dan Teologi pada Carleton Collage, AS. Tahun 1999, Barbour
dianugerahi Templeton Prize atas konstribusinya dalam dialog agama. Ia pun
diakui para pengkaji sains dan agama sebagai peletak dasar wacana mutakhir
tentang sains dan agama.
Barbour menawarkan solusi alternatif guna meredam persiteruan agama
dan sains. Penulis mencoba mengajukan teologi alternatif yang dibungkusnya ke
dalam teologi proses. Tujuannya jelas, pendobrak kebekuan pemikiran keagamaan
dalam berintegrasi dengan sains.
Nampaknya Barbour terinspirasi dengan filsafat proses hasil
pertapaan Alfred North Whitehead. Intipati ajaran Whitehead, menerima
peristiwa-peristiwa aktual sebagai sesuatu yang primer. Artinya, melihat semua
peristiwa di alam terhubung satu sama lain dalam kesatuan organik. Dia
mempertentangkan filsafatnya dengan filsafat materialisme mekanistik yang
diyakini banyak ilmuwan secara tak sadar.Sebenarnya filsafat Whitehead adalah
sebuah filsafat kompleks yang memosisikan alam dan TUhan sebagai aspek-aspek
komplementer dari realitas yang tak dapat dipisahkan satu sama lain. Atau
pendangan ini lebih mirip filsafat ala Taoisme.
Berangkat dari kenyataan itu, Barbour mencoba meramu pemikiran
Whitehead ke dalam ranah teologis. Buku ini dibagi atas enam bab, dalam bab-bab
awal Barbour mencoba memaparkan kepada pembaca menyangkut persoalan mendasar
yang sedang mengejala antar sains dan agama. Bab Pendahuluan misalnya, Barbour
memaparkan empat pandangan mengenai hubungan antara ilmu pengetahuan dan agama,
konflik, independensi, dialog, dan integrasi. Lebih lanjut Barbour
mendiskusikan implikasi-implikasi teologis dari ilmu-ilmu biologis; evolusi,
genetika, neurosains, dan ekologi. Seterusnya, relasi Allah dengan evolusi.
Hakekatnya, berupaya mengetengahkan solusi penyelesaian menyangkut persoalan
makin kentalnya garis pemisah antara sains dan agama. Rommi Delfiano. (*)
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/