http://www.padangekspres.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=8093




      Membina Hubungan dengan Media (2)
      Tentang Pemberitaan Negatif
      Oleh Andir Tambunan 
            Kamis, 05-Januari-2006, 01:38:34    
     
     
            Pada saat membaca surat kabar, majalah atau menonton TV dan 
mendengar radio ada saja berita bersifat negatif yang disampaikan tentang 
korupsi, pelayanan kurang baik dari suatu perusahaan ataupun hal lain. Apabila 
pelaku (pribadi atau perusahaan) yang diberitakan merupakan Public Figur dan 
berpengaruh, akan mengundang perhatian masyarakat luas.  
     
     


      Bila demikian halnya berarti tujuan media tercapai, sekiranya memang 
benar para pelaku dengan sadar melakukannya untuk kepentingan pribadi namun 
merugikan orang banyak, sudah sepantasnya mendapatkan hukuman sosial melalui 
pemberitaan. Mungkin saja karena pelaku adalah tokoh atau perusahaan besar 
melalui pemberitaan yang negatif dan dilansir berbagai media mengundang 
kontroversi kemudian terjadi pro dan kontra , hal ini lumrah, tetap saja media 
memberitakannya. Karena telah diatur dalam UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers 
pada Bab II pasal 4 ayat 3 bahwa pers (media) mempunyai hak mencari, memperoleh 
dan menyebar luaskan gagasan atau informasi . 

      Tidak hanya dalam menerbitkan atau menyiarkan berita, sesuai isi Bab II 
pasal 4 ayat 2 pihak media terlindungi dari penyensoran, pembredelan dan 
pelarangan penyiaran berita. Pihak manapun tidak dapat mendikte apalagi sampai 
melarang media untuk tidak memberitakan suatu peristiwa atau kejadian, dimana 
pers diberi kebebasan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kebebasan 
dimaksud bukan berarti media seenaknya saja memberitakan namun harus mengikuti 
khaidah seperti berdasarkan fakta dan berimbang. 

      Media berkecimpung dalam tulisan (teks), suara, grafik dan data dengan 
merangkai kata-kata membentuk berita, supaya lebih bermakna didukung dengan 
gambar atau grafik maupun suara dengan gambar dan sebagainya sehingga informasi 
yang disampaikan mudah dipahami atau diingat masyarakat. Kalau begitu, nilai 
jual media adalah informasi yang disampaikan melalui berita dan opini. 
Kadangkala tayangan atau pemberitaan di media tidak dapat memuaskan semua 
pihak, apalagi kalau tonenya negatif tentu ada pihak merasa dirugikan. 

      Pemberitaan negatif mungkin saja terjadi disebabkan nara sumber, dengan 
menutup diri saat wartawan ingin konfirmasi misalkan tentang pelayanan yang 
diberikan suatu perusahaan namun tidak mau memberi penjelasan. Saat dihubungi 
melalui telepon, manajemen tidak bersedia menjawab pertanyaan atau permintaan 
wawancara tidak ditanggapi. Kenapa diminta tanggapan karena memiliki news 
value. 

      Suatu kewajiban media untuk melakukan pemberitaan berimbang (cover both 
side) dengan memberi kesempatan pada objek berita (pihak yang terlibat) untuk 
menjelaskan atau mengklarifikasi. Langkahnya melakukan cross check ke manajemen 
perusahaan, namun karena menutup diri sehingga wartawan hanya minta tanggapan 
kepada seorang pelanggan. Apa yang terjadi, berita dimuat berdasarkan fakta di 
lapangan dan hanya memuat pernyataan pelanggan, terkesan menyudutkan 
perusahaan. Untuk menghidari penilaian masyarakat bahwa media tidak berimbang 
dan sudah melakukan cross chek, isi berita memuat manajemen perusahaan ketika 
di konfirmasi melalui telepon tidak bersedia menjawab, atau telepon dimatikan. 

      Apakah dengan berita negatif tersebut pihak media dapat disalahkan, tidak 
juga karena langkah untuk melakukan khaidah jurnalistik yang baik sudah 
dilaksanakan, dan ada batasan waktu (dead line) yang harus dipenuhi wartawan. 
Penyebab kondisi ini adalah nara sumber yang tidak mau terbuka. Akan tetapi 
media harus menyadari kadang kala nara sumber tidak bersedia memberi komentar 
karena alasan etika atau tidak berkompeten sebab ada larangan. 

      Kemungkinan lain timbulnya berita negatif disebabkan wartawan karena 
menyangkut kemampuan, sangat tergantung pada latar belakang pendidikan, 
pengalaman maupun pembinaan yang dilakukan di tempat media bekerja. Kalau sudah 
menyangkut kemampuan, bisa saja nara sumber sudah menjelaskan detail informasi 
yang ditanyakan. Giliran berita diterbitkan tidak seperti yang dijelaskan, 
sebab wartawan kesulitan memahami penjelasan yang disampaikan, semestinya 
sesuatu yang kurang dipahami lebih baik dikorfirmasi ulang. Dinamika yang 
terjadi di tengah masyarakat selalu memunculkan berbagai peristiwa, seorang 
wartawan tentu memiliki keterbatasan di mana saat bersamaan ada dua kegiatan 
penting sama-sama memiliki news value. 

      Keinginan memberitakan keduanya, meminta bahan dari rekan seprofesi yang 
meliput di tempat lain, berdasarkan bahan yang diterima dibuatlah berita atau 
dikenal dengan istilah kloning seakan-akan yang bersangkutan hadir pada acara 
tersebut. Isi berita hampir sama dengan yang lain, dan tidak ada masalah jika 
informasi yang disampaikan sesuai dengan penjelasan yang diberikan nara sumber. 
Tentu situasinya menjadi lain kalau berita dimuat tidak sesuai fakta dan tidak 
pernah melakukan korfirmasi. Pemberitaan ini bisa jadi mendatangkan goncangan 
atau persengketaan, hanya karena wartawan tidak melakukan check and recheck 
sehingga menimbulkan kecewa atau merugikan pihak lain. 

      Oleh karena itu kedua pihak harus memahami posisi masing-masing, dengan 
melakukan klarifikasi wartawan mampu menyajikan berita dengan baik. Kemudian 
pada saat dikonfirmasi, nara sumber memberi penjelasan sehingga mampu 
mempertegas dan menguatkan berita yang akan ditulis. Disisi lain menjadi hal 
penting bagi wartawan untuk meningkatkan kemampuan diri mengacu pada 
perkembangan yang begitu cepat terjadi di segala aspek kehidupan. 

      *Penulis Andir Tambunan, Pemerhati Telekomunikasi tinggal di Padang 
     


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke