Masih pengen nulis. Bukan karena demen ngajarin orang, namun cuma sebagai 
"pemetaan" dari pikiran kita yang kadangkala liar ksana kmari.

Beberapa kali rada ada pikiran "jahat" untuk menggunakan agama sebagai basis 
pengumpulan massa terus ... dengan banyaknya suara apan kita jadi punya kuasa, 
terus... dengan kekuasaan apan bisa "melakukan apapun" -- paling tidak -- 
apanan saat ngomong sama anggota dewan atawa pemimpin kota kalau mereka tahu di 
belakang kita ada jutaan massa, apanan paling tidak mereka "dipaksa" untuk 
mendengar.

Namun apanan pikiran itu langsung padam saat saya teringat bahwa saya -- dalam 
skala kecil -- pernah duduk dalam posisi "seperti itu". Entah basisnya agama, 
entah basisnya dukungan mahasiswa sehingga jadi ketua Hima, entah basisnya 
karena pergaulan ekonomi sehingga pernah jadi ketua small and medium 
enterprises se sumatera yang memiliki anggota 60 an pengusaha kecil menengah.

Enak ? Nddak ! mau ngomong panjang lebar salah. nddak banyak ngomong juga 
salah. ngomong ini bisa ditafsirkan beribu ribu tafsiran, belum lagi sekian 
banyak privacy yang hilang, lenyap kayak ditelan kentut.

Beneran. Penalaman sedikit "harokah Islamiah" plus pengalaman dalam ber MLM ria 
( agama dengan MLM apanan mirip mirip dalam hal konsep "Dream it ! Do It ! Make 
It dimana sekian banyak massa "disuntik" dengan racikan fantasy dan angan angan 
)plus gaul dengan beberapa pengusaha sebenernya cukup modal apanan ya untuk 
"mengibarkan bendera"...

Maksutnya gini ...

Kalau dengan sedikit pemahaman dan sedikit keterampilan organisasi, itu manusia 
manusia bisa ngumpulin sekian ribu orang untuk "berani mati" hanya karena 
semangat "Membasmi kebatilan" dengan imbalan surgaloka ... atuh --- mestinya 
--- sekian banyak manusia manusia di proletar juga sangat lebih dari mampu 
untuk mendirikan ormas ormas kayak gituan. Entah itu sebagai antitesa nya si 
"mbah jambrong" atau ... malah ikutan Hijau mengingat "potensi pasar" indonesia 
yang memang masih dikuasai secara kuantitas oleh masyarakat menengah menengah 
bawah ( bukan A plus plus ).

tapi buat apa ya ?

Kecuali jika dengan amat sangat terpaksa ketika keadaan sudah semakin tak 
terkendali dalam arti sekian banyak ormas akhirnya memaksakan kehendak sendiri 
sendiri, apaboleh buat...kita pada akhirnya dipaksa untuk berpihak.

Namun ... saat "greget" mau melakukan "itu", saya kembali tertahan saat 
mengetahui sekian banyak "taipan" dalam hal pemikiran teologis dan 
kemasyarakatan -- bahkan politik -- ternyata banyak memilih diam dalam arti 
sesungguhnya. bener bener diam. Saat ditanya "Kenapa ?" salah seorang "taipan" 
hanya menjawab singkat "Kita telah memilih untuk "menjadi apa" dan pilihan 
terbaik untuk saat ini adalah bukan menjadi apa apa dan bukan menjadi siapa 
siapa. "

Jadi ..emang bener... bahwa "kekuasaan terbesar" itu bukan pada gubernur, 
presiden atawa walikota. Temen saya dengan manis mengatakan "Kitamah walikota 
"maker", gubernur "maker" ( bukan 'Kopi' maker kayak si Nub ) dan dalam tataran 
dunia bisnis...apan geuningan yang punya kekuasaan itu adalah para komisaris 
dan presiden komisaris yang namanya nyaris nddak pernah dikenal bahkan secara 
pribadi nyaris hanya sedikit yang mengenal bahwa seseorang itu punya sekian 
banyak pembantu yang di masyarakat dikenal dengan sebutan "president director".

contoh kecil, si cici yang kelihatannya biasa biasa aja dan tinggal di 
martadinata, apanan saat jalan sama saya di orchard road dia ngajak mampir ke 
salah satu toko yang  paling laku di Orchard, dan dengan roman biasa die ngajak 
saya masuk dan cerita bahwa itu adalah toko nya. Padahal ... selama ini saya 
kenal die apanan cuma sebagai tukang poto copy yang mengerjakan jasa poto copy 
atau penjilidan saja.

Si koko yang tinggal di setra duta, geuningan punya pabrik dengan ribuan 
karyawan dengan total asset 100 milyar ! padahal ... apan mobilya cuma honda 
accord tua , butut, berwarna merah. hidupnya sendiri apanan sangat sederhana.

sementara saya ...

bener bener nddak punya apa apa, bener bener bukan siapa siapa. dalam arti 
sesungguhnya.

hahahahaha !



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke