Minyak babi lebih baik dari pada jusice lalat situa bangka bin pikun.
Dunia Islam memang sangat sinting bin goblok juice lalat yang mengandung
ribuan bakteri hahal sedangkan minyak babi di haramkan oleh Islam


Mohammad SAW a Pedophile

______________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________


Aku dan Bapa adalah satu." (Yoh 10:30)
Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa." (Yoh 10:34-38)
Yesus mengatakan bahwa Bapa dan Yesus adalah satu oknum

"Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat
daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di
dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada
Allah)”.(QS.3:45)

*YESAYA 28:16*
16 sebab itu beginilah Firman TUHAN ALLAH: "Sesungguhnya, AKU meletakkan
sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru
yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah!


2013/8/16 <[email protected]>

> **
>
>
> **
> Dear Managers,
>
> Dimana masyarakat awam bisa akses informasi ttg produk yg halal? Contoh:
> restoran, mamin dll.
>
> Sehingga, kita lebih tau status produknya.
>
> Terima kasih.
>
>
> Sent from my android device.
>
>
> -----Original Message-----
> From: M Yanto <[email protected]>
> To: [email protected]
> Sent: Jum, 16 Agt 2013 11:36
> Subject: Re: [The Managers] Bantahan Solaria
>
>
>
> Wah kasusnya mirip bioremidiasi chevron. Kalah tender, lalu mempidanakan
> clent, dan berhasil memenjarakan pegawai yg  diminta menerangkan proses
> bioremidiasi.
> Solaria hrs hati2, di negeri ini, yg menang yg punya kuasa dan uang.
>
>
>
> 2013/8/16 arie prawiro <[email protected]>
>
>> **
>>
>>
>> Dear all,
>>
>> sy hny meneruskan klarifikasi krn bbrp saat lalu kita juga bahas hal ini
>> scr serius
>>
>> Ternyata semua ada sertifikasi MUI, hny kerjaan org sirik kayaknya.
>>
>> Tks
>>
>>
>> Arie
>>
>>
>>
>> http://nasional.news.viva.co.id/news/read/436708-bagaimana-isu-minyak-babi-menghantam-restoran-solaria
>>  Bagaimana Isu Minyak Babi Menghantam Restoran SolariaSolaria mengklaim,
>> setiap bahan makanannya berlabel halal.
>> ddd
>> Kamis, 15 Agustus 2013, 21:19Denny Armandhanu, Zahrul Darmawan (Depok)
>> [image: Logo Halal MUI] Logo Halal MUI
>>
>> *Follow us *on [image: 
>> Google+]<http://plus.google.com/101700157116083464169?prsrc=3>
>>  *VIVAnews - *PT Solaria, penyedia jasa layanan rumah makan Solaria,
>> Kamis 15 Agustus 2013 kembali membantah keras tudingan yang menyebutkan
>> sajian restoran tersebut haram. Pihak Solaria bahkan menegaskan, isu yang
>> beredar luas di sosial media dan media online hanyalah isu liar yang
>> berkembang tanpa kejelasan.
>>
>> “Saya juga sangat menyayangkan isu tersebut," kata Operasional Manager PT
>> Solaria, Dedy Nugrahadi di Depok.
>> Kasus ini bermula ketika ada salah satu produk franchise penyedia minyak
>> menawarkan ke perusahaan untuk bergabung, tapi perusahaan menolak karena
>> Solaria sudah memakai minyak yang berlabel halal. Selain itu Solaria tidak
>> mencari mitra. "Setelah itu mulailah bergulir isu yang terus berkembang.
>> Terlebih isu yang di kembangkan itu sangat sensitif,” kata dia.
>>
>> Untuk membuktikan ucapannya, Dedy sempat memperlihatkan seluruh
>> sertifikat halal dari bahan mentah makanan dan minuman yang disajikan
>> restorannya. Tak hanya itu saja, Dedy yang mengaku seluruh karyawannya
>> muslim ini pun menegaskan pihaknya telah berkonsultasi dengan pihak MUI.
>>
>> “Mulai dari bumbu, gula hingga es batu sekali pun kami ada sertifikat
>> halalnya silakan kalian lihat," katanya.
>> MUI pun telah melakukan pengecekan dan hasilnya negatif, tidak ada bahan
>> makanan di restoran itu yang mengandung bahan yang diharakan. "Apalagi
>> pakai minyak babi, astaghfirullah," ujarnya.
>>
>> Dedy mengaku pihaknya sangat menjaga kehalalan oduk yang dijualnya,
>> apalagi ia berasal dari lingkungan agamis. "Anak-anak saya semua di
>> pesantren, istri saya adalah muslim yang fanatik,” lanjutnya.
>>
>> Dedy mengaku belum tahu persis dampak  isu yang berhembus itu terhadap
>> penjualan produknya. Namun secara kasat mata Dedy mengatakan terjadi
>> penurunan jumlah pelanggan.
>>
>> Secara teknis atau persentase angka ia belum tahu berapa jumlahnya,
>> karena hitung-hitungannya akhir bulan. Namun akibat isu itu banyak
>> pengunjung yang mulai ragu, dan kerap bertanya apakah makanannya halal atau
>> tidak. Tidak jarag pula pelanggan membatalkan pesanannya. "Kami tidak akan
>> menuntut si penyebar isu ini, karena saya yakin masyarakat lebih cerdas dan
>> sudah bisa menilai,” pungkasnya.
>>
>> Terpisah, menanggapi kasus itu, Ketua FPI Kota Depok Habib Idrus Al Gadri
>> meminta pada semua pihak untuk tidak terpancing dengan isu yang belum tentu
>> jelas kebenarannya.
>> "Namun demikian kami meminta pada pihak Pemerintah Kota Depok dalam hal
>> ini dinas terkait untuk lebih serius melakukan pengawasan. Tidak hanya pada
>> restoran cepat saji tapi juga bahan makanan yang beredar," kata dia.
>> Ia mengaku, bersama MUI telah mengecek langsung bahan mentah yang ada di
>> dapur Solaria. "Alhamdulillah tidak ada bahan mentah yang haram, semuanya
>> halal karena sempat dites di laboratorium dan ada sertifikat halalnya,”
>> kata Idrus. (umi)
>>
>>
>   
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke