Kamu kalau golongan Kelapa sudah kamu hitung,maka Palm,aren,jambe jangan kamu hitung Mus sebab itu masih satu golongan.Itu namanya double account,he he he.
Paulus anak wedus. --- In [email protected], Muskitawati <muskitawati@...> wrote: > > Islam bukan cuma dua aliran, juga bukan cuma 72 aliran, bukan cuma 144 > aliran, tapi bisa ada ribuan aliran, setiap muslimin bisa mendadak > menciptakan alirannya sendiri2, lalu aliran manakah yang benar ??? Jawabnya > juga mudah, aliran yang benar itu adalah aliran yang bertanya "mana aliran > yang benar" !!! > > Sejak anak2 saya belajar Islam, dikatakan bahwa Islam cuma satu. Memang > benar, Islam cuma satu, yaitu yang berkuasa dan Islam lain yang tidak salam > alirannya dianggap bukan Islam, dianggap murtad, dianggap bukan agama dan > dianggap menista Islam. Begitulah kenyataan berbicara di Indonesia, Islam > Ahmadiah jadi korban darah dan harta bendanya, juga Islam Syiah sampai > sekarang masih dianiaya dengan ber-macam2 alasan menyiasati para pengawas HAM > diluar negeri. > > Lalu apa yang terjadi di Mesir tidak berbeda dengan yang terjadi di Syria, > dikedua negara ini dua aliran Islam terbesar didunia bentrok saling > membantai, dan ke-dua2nya menyalahkan Amerika sambil juga meminta bantuan > Amerika. Posisi Amerika serba sulit, disalahkan kedua belah pihak meskipun > memberi bantuan yang sama kepada kedua belah pihak. > > Syria yang ber pemerintahan Islam Syiah melakukan sweeping dinegaranya dimana > setiap keluarga Sunni dibantai habis, semua warga Sunni harus mati atau > mengungsi, korban darah disana sudah jutaan demikian juga pengungsi2nya > berjumlah jutaan masuk ke Libanon dan Turki. Pembantaian di Syria inilah > bukti kebiadaban Islam Syiah. > > Lain lagi di Mesir, pemerintahnya dan rakyatnya dikuasai oleh Islam Suni, > terbalik disini, demo2 dari pendukung Syiah ditembaki hingga ribuan yang > mati, kembali Amerika disalahkan dianggap mendukung pemerintah biadab Mesir > ini. Tetapi Amerika tetap diposisi netral tidak mau bergeser kepihak yang > merengek bantuan untuk membalas lawannya. > > Anehnya, demonstran di Indonesia mendemo kedutaan Amerika untuk membela demo > di Mesir, selain kedubes Amerika juga perwakilan UN jadi sasaran, lalu kenapa > tidak mendemo terhadap penjagalan muslimin Suni di Syria yang terus > berlangsung hingga kini ? Jawabannya gampang, berita tentang Syria sengaja > dilarang diberitakan di Indonesia karena memang disengaja sehingga > pembantaian kaum Suni tidak memprovokasi kaum Suni yang menguasai dan > berkuasa di Indonesia sekarang ini. > > Jadi berita2 tentang nasib buruk yang dialami kaum minoritas Syiah di Mesir > memang sengaja di sebar luaskan dengan maksud juga menyebarkan pengaruh Syiah > itu sendiri. Bagi pengamat keseimbangan kekuatan di Timur Tengah, kekuatan > dan dominasi Suni masih tetap memegang supremasinya, dan di Mesir pun kaum > Suni yang dibacking oleh Arab Saudia berhasil mencegah pengaruh Mursi yang > dibacking oleh Iran. > > Memang menarik jadinya, demo2 yang membela Mursi yang notebene adalah kaum > Syiah yang dianiaya di Mesir bisa jadi merupakan konspirasi rahasia untuk > menciptakan bumerang bagi Suni di Indonesia. Bahkan sebagian besar anggauta2 > MUI di Indonesia menyatakan bahwa aliran Syiah resmi diakui di Indonesia, > namun segelintir pimpinan MUI malah berusaha menumpas Syiah di Madura dengan > disiasati bahwa yang dilarang adalah aliran klenik Tajul Muluk bukan aliran > Syiah. > > Kita tunggu saja hari mainnya, tapi satu hal yang pasti, bahwa kaum Syiah di > Indonesia sedang aktiv sekali menghimpun kekuatan, massa dan umatnya. Pada > waktunya akan membalas perlakuan yang pernah diterimanya. Apalagi, bangsa > kita memiliki warisan falsafah "ada ubi ada talas, ada budi pasti harus > dibalas". > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
