Laper. Jam baru menunjukkan pukul 20.30, Saya kemudian menghampiri taxi putih. "Ke blok S ya pak ..." kemudian saya buka pintu, duduk, dan taxi pun bergerak. Nddak ada ucapan selamat malam dari sang sopir. Its OK, saya maklum, ini bukan Blue Bird. ( saya nyengir sendiri saat inget cerita si kimhook yang di tendang pantat nya sama sopir Taxi. Huahahaha ! )
Selang berapa lama, ada suara hape bunyi. Kemudian sang sopir ngangkat hape itu, ngobrol beberapa saat. Nddak ada permohonan maaf, nddak ada bahasa apa - apa. It's OK, saya maklum, ini bukan Blue Bird. Suasana hati saya lagi asyik - asyik aja. lagian sebelum naik taxi ini saya emang sudah siap mental, jadi It's OK, ini bukan Blue Bird. Saya nddak berharap banyak. Saya nikmati saja perjalanan lebak - bulus Blok-S dengan seneng ati dan lapang dada. Kalau naik Blue Bird, saat baru saja duduk, hampir nddak pernah saya nddak dapat sapaan "Selamat pagi/siang/ malam". Bukan saya gila hormat, karena sapaan itu sebenernya bukan untuk saya, namun apan akhirnya untuk kebaikan sang sopir dan menaikkan citra perusahaan taxi yang bersangkutan. Beberapa kali saya juga dapet momentum dimana sopir Blue Bird dapat panggilan dari telpon pribadi nya, namun tidak pernah ada sopir Blue Bird yang begitu saja mengangkat Hape seolah saya nddak ada. Mereka selalu meminta ijin untuk menjawab panggilan telpon dan kalau saya perhatikan, mereka hanya bicara singkat yang intinya lagi ada tamu dan nanti dihubungi lagi. Pernah seorang sopir Blue Bird mendpat telpon penting, tetep minta ijin untuk minggir sebentar, menerima telpon dengan posisi tidak sambil mengemudikan mobil. Apanan lucu ya, kalau kita naik taxi kemudian si sopir asyik ngobrol lewat hape trus kita juga lagi ngobrol lewat hape trus suara kita jadinya bentrok sama suara sopir, keras kerasan gitu ... apan lieur kana mastaka, initeh lagi naek Taxi atawa naek Bajaj ! Hal-hal kecil saat kita naik Taxi apanan dari mulai suara yang keluar dari radio, sampai bagaimana sopir dengan sigap menyalakan lampu kabin disaat mobil sudah sampai ke tujuan di saat kondisi malam. Apanan lucu ya kalau kita naik taxi trus kita nerima tilpon terus beradu sama lagu dangdut yang keluar dari radio, atawa apan rada jengkel juga kita mesti susah nyari duit lembaran saat mau bayar karena lampu kabin nddak dinyalain :-) Ning balik ke lep top. Sampai ke blok S, pesen nasi goreng, minum teh panas. Jumlah : Rp. 20. 000 ( baca : dua puluh ribu rupiah / sekitar 2 USD ). Rasa ? Nasi goreng ini ditanggung lebih enak dibanding makanan itali habe yang harga nya 250 rebu perak :-), ditambah suasana hati yang emang lagi seneng ati lapang dada, ditambah suasana di Blok S yang ceria, makan nasi goreng terasa nikmat. Habis makan, Balik lagi ke Selatan Jakarta. Dengan sendal jepit item merk "alfa mart", celana jeans yang sobek di bagian lutut, kaos oblong putih, ... saya jalan kaki menuju jalan raya, nunggu taxi. dan kali ini harus blue bird ! "Selamat malam pak ..." Dengan ramah sang sopir menyapa. "Tolong antar ke lebak bulus ya pak ..." dan Taxi pun bergerak. Ongkos Taxi bolak - balik Lebak Bulus - Blok - S - Lebak Bulus jelas beberapa kali harga sepiring nasi goreng. hehehe. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
