Berita baik biarpun bohong asal menyengangkan dan membuat bangga bebas 
diberitakan di Indonesia sebagai kebebasan pers !!!  Jadi kebebasan pers itu 
sebatas berita2 baik saja, sedangkan berita2 jelek tidak bisa menikmati 
kebebasan pers yang sama.  Demikianlah, berita buruk pasca idulfitri sama 
sekali tidak "lil Alamin", tapi karena diderita ribuan karyawan akhirnya 
beritanya tembus juga ke pers.

http://finance.detik.com/read/2013/08/19/124200/2333916/1036/4-pabrik-pakaian-asal-korsel-di-kbn-tutup-2-lainnya-pindah-ke-vietnam


Ribuan pengusaha pakaian terpaksa tutup gulung tikar, sedangkan pabrik2 pakaian 
yang masih mampu pindahkan pabriknya ke Vietnam, katanya gara2 kenaikan UMP 
(upah minimum propinsi) yang tidak sanggup ditanggung oleh pengusaha, dan di 
Vietnam konon upah karyawannya lebih rendah !!!

Kenyataannya, UMP di Vietnam justru lebih tinggi dari di Indonesia, tapi 
produktivitas karyawan-nya itulah yang jauh lebih tinggi dari karyawan di 
Indonesia sehingga tidak merugikan pengusaha malah menguntungkan pengusaha.

Kesalahannya di Indonesia meskipun UMP sudah sangat rendah mencekik hidupnya 
para karyawan, namun produktivitasnya sangat rendah, biarpun UMP dinaikan 10x 
lipat tetap saja karyawannya tidak bisa hidup layak karena pengusahanya harus 
mengeluarkan pengeluaran terlalu besar untuk hal2 yang kecil artinya seperti 
membangun mushola, kewajiban karyawan untuk shalat 5 waktu, mengundang uztad 
atau imam untuk berkhotbah dihari jum'at dlsb yang memakan biaya luar biasa 
besarnya, belum lagi ada pemeriksaan dari MUI untuk lingkungan kerja yang halal 
Islami.

Jadi pengusaha dipaksa mendidik karyawannya beriman bukan berproduksi, jadi 
pengusaha menggaji karyawan bukan untuk produksi melainkan untuk Allah.  Jadi 
bukan karena UMP di Vietnam lebih rendah dari di Indonesia tapi karena 
produktivitas Islamiah sangat rendah dibandingkan produktivitas kafiriah !!!

Jadi bukan cuma Indonesia saja, tapi semua negara Syariah didunia memang tidak 
produktif, investor Arab Islam sendiri tidak mau menginvestasikan uangnya di 
Arab melainkan diinvestasikan di Amerika, di Swiss, di Thailand, di Jepang dan 
disemua negara2 kafir sehingga pengangguran di Arab pun sangat tinggi sekali.  
Tapi Arab Saudi kebetulan kaya raya karena  ditopang oleh Amerika, sehingga 
biarpun menganggur tetap digaji kerajaan dengan syarat tetap shalat 5 waktu.

Beda Arab dan beda Indonesia, kalo di Arab bershalat 5 waktu digaji pemerintah, 
sebaliknya di Indonesia karyawan wajib shalat harus digaji oleh pengusaha....  
wajar2 aja kalo pengusaha lari ke Vietnam yang melarang karyawan bershalat.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke