sekelompok manusia berpakaian arap, berjenggot, sambil teriak teriak menyebut 
nama Tuhannya dengan tega nya menghancurkan sekian banyak warung, merazia 
sekian banyak tempat, melempari sekian banyak rumah ibadah, memukuli manusia 
manusia lain yang berbeda pandangan ... "Allahu Akbar !"

Nah, Lho. Trus polisi ngapain ? Penegak hukum pada ke mana ?

Mau percaya bahwa Yesus sekarang lagi duduk ngaso di samping kanan Bapak, ya 
monggo ... mau percaya Tuhan itu ada yang berwajah 4 bertangan lapan, ya monggo 
... mau shalat di Masjid ya monggo ... kita apanan sudah sepakat bahwa ini 
negara memang ber bhineka .

Namun ketika ada sekian banyak kelompok manusia yang merasa paling benar, 
merasa paling deket sama tuhan, merasa paling paham apa maunya tuhan, merasa 
paling ngerti tentang makna kitap suci, menghantam kiri kanan depan belakang 
... dan dibiarkan oleh aparat pemerintahan, oeh penegak hukum ... piye toh ... 

benar dan salah di Indonesia itu apanan udah jelas terang benderang ... nddak 
peduli sampeyan agamanya apa, nddak peduli sampeyan percaya atau tidak sama 
tuhan ... giliran sampeyan bawa kendaraan dan melihat lampu stopan berwarna 
merah, maka sampeyan harus berhenti ! Itu yang bener menurut referensi aturan 
indonesia, jadi ketika ada yang tetep jalan pada saat lampu stopan berwarna 
merah, maka nddak peduli mau pakai argumen dari alkitap atawa taurat atawa 
kitap suci manapun, maka itu adalah salah.

Nddak peduli sampeyan sudah bolak balik ke haji sampai berapa puluh kali, nddak 
peduli sampeyan hafal dan mengerti kitap suci, namun saat sampeyan kawin sama 
anak di bawah umur atau saat sampeyan meniduri pembantu karena dianggap budak, 
maka sampeyan salah. Meskipun kitap suci sampeyan bilang "nddak apa - apa".

Apakah ketika saya, sebagai seorang muslim, tidak memiliki budak ( Muhammad 
memiliki budak) , tidak meniduri budak (muhammad meniduri Maria), tidak 
menikahi wanita di bawah umur (Muhammad menikahi aisyah), tidak mengambil harta 
orang (muhammad memperkenalkan istilah "Fa'i" ), tidak melempari rumah ibadah 
agama lain, apakah kemusliman saya gugur ? Apakah ketika saya , sebagai seorang 
Muslim, merayakan lebaran, menabuh beduk takbiran, melakukan tradisi sungkeman, 
berdoa di pusara orang tua, tidak memakai baju arap, apakah kemusliman saya 
gugur ? Come on .... siapa yang menilai apakah seseorang layak disebut muslim 
atau bukan ? Anda ? FPI ? MUI ? Atau ... mertua anda barangkali ?

Ini bukan abad ke 7. Ini tahun 2013. dan rentang waktu sekian abad dari abad 
itu ke hari ini, tentu saja telah banyak yang berubah. Termasuk bagaimana cara 
kita "mengunyah" apa yang kita percayai sebagai kitap suci. Firman Tuhan.

Andai saja di dunia ini hanya ada seorang manusia, satu satunya ... tak ada 
manusia lain ... maka tak perlu ada kitap undang undang hukum pidana, nddak 
perlu ada lampu stopan ( siapa mau nabrak siapa lagian ) , nddak perlu aturan 
naik mobil di indo mosti di sebelah kiri, nddak perlu aturan tentang 
pernikahan, perjinahan, nddak ada perbudakan, nddak ada cerita merampas harta 
orang, nddak ada istilah harus nge bom ini nge bom itu ... nddak perlu berdebat 
dan beradu argumen ( lha...cuma sendirian apanan ) ..nddak perlu pakai baju .. 
nddak perlu punya mobil dan rumah mewah ..nddak ada istilah korupsi ...bahkan 
nddak perlu kitap suci.

gituh.





------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke