Berame-rame sama si Rahwana, hehe.. 

Kalo bener dia males nyiram, baiknya kita usulin 
untuk pake muke si Rahwana yang udah dibaptis uplik 
jadi litter box. Tinggal garuk lantas urug. 


--- "johny_indon" <johny_indon@...> wrote:

> oo si bleki yah, pantees.
> 
> lagian si bleki masih ngacir tuh dari pertanyaan gua apakah 
> yesus berani nongol ke rumahnya.
> kayaknya jawabannya sih "nggga berani".
> penyebabnya bukan karena dia piara anjing buduk, tapi karena 
> septic tank di rumahnya udah penuh.
> lagian si bleki kalo be'ol jarang disiram.
> jangankan yesus, pak rt aja ngga pernah mau ke rumah dia.
> 
> --- "ajeg" <ajegilelu@> wrote:
> 
> > Oh, si bleki tuh. 
> > Dia malah nyimpen daftar harga nyawa orang Kristen, 
> > Yahudi, bahkan Hindu. 
> > 
> > Pantes dia nggak nongol-nongol, lha di list itu 
> > nggak ada harga nyawa "orang yang kasih kesempatan, 
> > dua kali kesempatan" hahaha.... 
> > 
> > Sekarang alasan dia pasti lagi sibuk di rumah nungguin god 
> > buat diadu sama dog. 
> > 
> > 
> > --- "johny_indon" <johny_indon@> wrote:
> > 
> > > mmm... siapa dulu yg ribut2 soal nyawa diganti duit itu yah?
> > > ini ada buktinya nih.
> > > sayang, kejadiannya bukan di arab.
> > > 
> > > http://news.detik.com/read/2013/08/23/094648/2338374/934/akui-pembantaian-bales-minta-maaf?881101934
> > > 
> > >  Jumat, 23/08/2013 09:46 WIB
> > > Akui pembantaian, Bales minta maaf
> > > BBCIndonesia.com - detikNews
> > > Tentara Amerika Serikat, yang mengamuk dan menewaskan 16 warga 
> > > desa di Afghanistan tahun lalu, meminta maaf atas pembantaian 
> > > itu dan menyebutnya sebagai "tindakan yang pengecut".
> > > 
> > > Pria berusia 39 tahun itu mengatakan dia mengalami "ketakutan 
> > > yang hebat... dan keberanian" pada saat serangan pada tanggal 
> > > 11 Maret 2012 itu.
> > > 
> > > Ayah dua anak mengaku bersalah pada Juni untuk menghindari 
> > > hukuman mati.
> > > 
> > > Jika ia dijatuhi hukuman seumur hidup dengan kemungkinan 
> > > pembebasan bersyarat, Sersan Bales bisa memenuhi syarat untuk 
> > > dibebaskan pada 20 tahun kemudian.
> > > 
> > > "Saya benar-benar, benar-benar minta maaf kepada orang-orang 
> > > yang keluarganya meninggal," katanya kepada sidang Kamis 
> > > (22/08) di Pangkalan Bersama Lewis-McChord.
> > > 
> > > "Jika saya bisa membawa anggota keluarga mereka kembali, saya 
> > > akan melakukannya dalam sekejap.
> > > 
> > > "Maaf saja tidak cukup tapi saya minta maaf."
> > > 
> > > Meragukan
> > > robert bales
> > > 
> > > Sketsa suasana persidangan Bales.
> > > 
> > > Jaksa memperdebakan apakah dia benar-benar merasa menyesal. 
> > > Mereka memutar rekaman panggilan telepon dipenjara saat Sersan 
> > > Bales dan istrinya tertawa ketika mereka membahas kasus ini.
> > > 
> > > Namun para pengacara Bales mengatakan perdebatan sudah keluar 
> > > konteks.
> > > 
> > > Bales mengatakan pada Kamis (22/08) bahwa dia marah kepada 
> > > dirinya sendiri, mabuk-mabukan, dan menyembunyikan masalah 
> > > pribadinya.
> > > 
> > > Dia juga meminum narkoba dan alkohol saat serangan tersebut.
> > > 
> > > Mantan pemain sepak bola profesional Marc Edwards muncul di 
> > > pengadilan sebagai saksi karakter untuk dia.
> > > 
> > > Ia mengatakan Sersan Bales pernah menjadi "pemimpin yang luar 
> > > biasa" ketika mereka di sekolah tinggi di negara bagian Ohio.
> > > 
> > > Awal pekan ini, juri mendengar secara rinci bagaimana Sersan 
> > > Bales menyerang dua desa ketika tengah malam di provinsi 
> > > Kandahar dan menembakan peluru ke sebagian besar perempuan dan 
> > > anak-anak.
> > > 
> > > Sembilan warga Afghanistan -yang diterbangkan oleh Angkatan 
> > > Darat AS untuk menghadiri pengadilan militer- telah bersaksi 
> > > tentang bagaimana serangan mengubah hidup mereka.
> > > 
> > > Di antara mereka adalah Haji Mohammad Wazir, yang kehilangan 11 
> > > anggota keluarganya, termasuk ibunya, istri dan enam anak. Dia 
> > > mengatakan kepada pengadilan bahwa pembunuhan itu 
> > > "menghancurkan-nya".
> > > 
> > > Wazir menerima US$550.000 sebagai kompensasi dari pemerintah AS.
> > > 
> > > Total, hampir US$1 juta uang duka dibayarkan kepada keluarga 
> > > korban atas insiden tersebut.
> > >
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke