Sudah sangat jarang lewat puncak, setelah ada tol Cipularang, maka perlu sekian 
banyak alasan mengapa harus menempuh Jakarta - Bandung lewat Puncak ? dan... 
karena saya punya alasan, maka perjalanan dari Jakarta kali ini saya pilih 
lewat jalur yang tidak biasa.

Meskipun secara Fisik Minggu ini nddak capek ( wong kerja nya cuma mikir, 
bersilat keyboard, makan, tidur ...) namun apanan berpikir yang saya maksut itu 
jauh lebih memakan energi dibanding kerja semacam bikin lukisan Daun di atas 
busa kopi, atau nungguin game online versi si Item atau ngukur tekanan darah 
Versi Uplik yang semua kerjaan itu bisa dikerjakan tanpa otak. Nddak usah 
kuliah ke Jerman, nddak perlu belajar di Prancis dan tak usah pula punya 
pengalaman "Profesional" sebagai TKW di Arap Saudi.

Seringkali dalam setengah tidur pikiran tetap manteng ke pekerjaan, dalam tidur 
mimpi kerjaan, saat merokok dan ngopi mikirin strategi, saat makan mikirin 
gimana caranya naik omzet, saat duduk di close set mikirin gimana caranya lebih 
efisien ... dan jadinya capek mikir, sehingga punya alasan untuk ... lewat 
puncak. Horeee !

Menyusuri jalan Parung - Depok - Bogor karena nddak dikejar waktu maka suasana 
apapun di perjalanan dapat dinikmati. Perjalanan cukup lancar kecuali tersendat 
sedikit di Ciawi saat mau mulai naik ke arah Puncak. 

Dinginnya Puncak mengakibatkan Perut terasa lapar ... maka bisikan Johny mulai 
terngiang " Mau makan apa ya ?" Beneran ... sambil jalan celingak celinguk kiri 
kanan saya kembali masuk ke kondisi rda bingung mau makan apa coba ? Ada banyak 
restoran Padang di seputar Cisarua, tapi piraku Padang lagi padang lagi nya ? 
Pecel Lele ? Ayam Goreng ? ... Lewat Gunung Mas .... Masih belum ada "Magnet" 
satupun dari sekian banyak tempat makan di kiri kanan jalan padahal waktu sudah 
menunjukkan hampir jam 23 .

Kira - kirA 200 Atau 500 Meter sbeleum Rindu Alam, saya melihat sekian banyak 
mobil Numpuk di sebuak rumah makan . Susasana yang sangat kontras, saat sekian 
banyak tempat makan sepi, hanya tempat makan itu yang dipenuhi oleh pengunjung 
dan saya juga nddak pernah ngeh selama ini kalau seputar Rindu Alam ada tempat 
Gituan ( udah lama nddak lewat Puncak), jadinya saya puter balik. Penasaran 
ingin tahu itu tempat makan Istimewanya apa.

Plang Besar dengan Sorotan Lampu yang sangat terang menjadi daya tarik pertama. 
Tertulis dengan Huruf Besar " Sate PSK ". Pengambilan nama "PSK" yang ditulis 
dengan huruf huruf besar dan disimpan di berbagai sudut dengan penerangan yang 
sangat terang juga cukup membuat Bibir tersenyum kecil. Kenapa warung sate ini 
dinamai "PSK" ? Apan yang kita kenal mah ya "Sate Si GOBING !" atawa sate 
Madhori yang di Stasiun Bandung, Atawa Sate Kiloan yang di Jalan Purwakarta ? 
Apa Hubungannya Sate Kambing Dengan PSK ? Bukankah PSK sudah Identik dengan 
Penjaja Sex Komersial ? ... Saya kira kira P nya Pusat Atau Puncak, SK nya Sate 
Kambing. Kayak nya Gitu deh.

Bangunan 2 Lantai kontruksi Baja namun di balut bambu dan kayu membuat bangunan 
ini terlihat sederhana. Namun, karena letaknya pas di ketinggian, maka View  
nya jadi keren banget ! Sambil makan bisa meihat kendaraan dengan sorot 
lampunya nampak mengular di bawah sana seperti rombongan semut lagi pada bawa 
senter.

Profile Pengunjung Beragam. Didominasi oleh kaum roda 4 dan namun ada juga dari 
kaum roda 2. Harga ? 1/4 Kg Sate Kambing di Bandrol 50 Ribu perak sebelum 
pajak. Rasa ? Mungkin karena cuaca Puncak yang dingin di tengah malam, maka 
tongseng Kambing Pus Sate Kambing Plus Nasi Panas bener bener membuat jiwa 
melayang ke langit ke 7 ! Manteppp !

10 Tusuk Sate Kambing, 1 Kopi hitam, 2 Teh tawar panas ( 1 Teh tawar panas di 
bandrol 4500 sebelum pajak ) 5 Tusuk Sate Ayam plus 1 Bakul Nasi ( nasi nya 
sangat beda, bukan nasi biasa, seperti dikasih santan gitu ) total Jendral ... 
masih nddak nyampe 10 USD !  Huahahaha !

Ceuk Aing Oge Naon !
Hirup mah di Indonesia.
Lain dahar kentang 3 siki di Walanda Bel !

Huahahaha !
Sorga !



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke