Berita pembelian 8 helicopter serbu Apache AH-64E merupakan bukti pasti akan kepercayaan Amerika kepada militer RI, maksudnya sama kepercayaan Amerika kepada militer di Mesir. Memang dalam persenjataan RI masih jauh tertinggal dibandingkan dengan Mesir. Jadi kalo berita pembelian Apache ini saya kaitkan dengan Mesir tentu ada persamaan tujuan si penjual ini dalam kaitannya melindungi aliansinya yang membeli produk2 senjata ini. Kalo kita memakai istilah perdagangan, maka pembeli kita namakan "customer" tapi karena disini jual beli itu tersangkut negara dan politik, maka status pembeli yaitu RI dan juga Mesir lebih tepat kita sebut sebagai "aliansi".
Pengusaha didunia dagang pun akan selalu melindungi customernya, apalagi didunia Internasional antar negara maka hubungan jual beli senjata ini tepat sekali disebut sebagai "aliansi". Jadi karena kita sebut sebagai aliansi, maka kejadian jual beli ini sangat meresahkan para pendukung terorist jihad di Indonesia seperti halnya "Ikhwanul Muslimin" di Mesir. http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/08/26/ms4zqr-as-umumkan-jual-8-apache-ke-indonesia http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/04/27/mlwl2t-pemerintah-kirim-tim-khusus-untuk-pembelian-apache Kalo kita menengok tetangga2 kita, jauh dari permusuhan karena negara2 tetangga kita sangat maju dibidang perdagangannya sehingga tak mau lah cari gara2 untuk berperang sehingga hancur ber-sama2. Jadi kalo dibandingkan diseluruh negara2 di Asia Tenggara kemungkinan berperang atau memerangi hanyalah RI karena kemiskinannya dan banyaknya para penganggur yang terus bertambah sesuai dengan deret ukur yang sangat cepatnya. Apalagi kita lihat perkembangannya jihad Islam di Indonesia bukanlah diperangi, bukan dicegah ideologynya sebaliknya malah dikembangkan sehingga setiap tahun para lulusannya cuma jadi pengangguran dan bergabung dengan FPI. Akhirnya tidak bisa dicegah, situasi yang lebih parah dari Mesir akan pasti datang di Indonesia cepat atau lambat, dan untuk itulah Amerika mempersiapkan RI seperti juga Jendral Al-Sisi dipersiapkan di Mesir. Waktunya kapan kita tidak tahu, tapi tahun2 medatang ada even2 penting seperti pemilu ditahun 2014 dimana semua pihak mempunyai kecendrungan untuk menciptakan chaos. Tentunya, turunnya atau mundurnya SBY tidak bisa tangan hampa, semua harta negara harus digaruknya seperti yang dilakukan Suharto maupun Megawati. Memang untuk garuk menggaruk sekarang agak lebih sulit daripada dizaman Suharto atau Megawati, tapi kalo situasi negara dibikin chaos dulu seperti di Mesir, maka kesempatan itu luar biasa besarnya dan SBY bisa aman turun tahta sambil menggondol hadiah pertamanya. Jadi kalo Al-Sisi memakai tank2 untuk barikade dan menembakinya dengan senjata genggam, maka Indonesia bisa lebih maju dalam membantai demo nantinya yaitu dengan bantuan helicopter apache maka penembakan bisa lebih tepat dan lebih aman bagi penembaknya. Tidak salah kalo FPI saat ini sibuk sekali menghimpun massa untuk nantinya berdemo seperti halnya Ikhwanul Muslimin di Tachyul Square. Mereka akan sibuk menyelamatkan diri sambil mencaci maki, sejalan dengan itu, SBY bisa mengangkuti emas2 devisa RI sisa pemerintahannya untuk disimpan di Swiss yang lebih aman. Harga dollar sudah naik, artinya sudah diborong SBY dan untuk menahan gelombang naiknya dollar maka SBY memerintahkan BI untuk meredamnya dengan melepaskan cadangan devisa pemerintah sehingga tampaknya dollar stabil lagi cuma sedikit mengalami gejolak. Tapi ingat gejolak ini akan mendadak menghebat disaat yang ditentukan oleh SBY tentunya. Tapi dimasa transisi ini bukan cuma SBY saja yang sibuk gali sini gali sono, juga masyarakat dan para pejabatnya sudah pengalaman dizaman Suharto, sehingga mereka sudah ber-siap2 saat kesempatan meledak terbuka. Ny. Muslim binti Muskitawati. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
