Lapor :

Tadi malem saya makan di Ampera kampung rambutan ( Ini warung nasi nddak bakal 
bisa didatangi sama Johny dan Habe Karena nddak ada untuk parkiran mobil nya )

1 bakul nasi + 1 pete goreng + 1 bakwan jagud + Sayur Asep + Empal + Seabrek 
lalap sambel + Pencok Leunca + 3 gelas teh tawar + Nikmaaaaatttt banget ( kerna 
lapar kali ya ) Total = 39 Rebu perak !

Harga Spacy dibagi 39 Rebu perak bisa berapa kali makan di warteg ampera ya ?

Huahahahaha !

--- In [email protected], "johny_indon" <johny_indon@...> wrote:
>
> 
> 
> 
> Habe udah gw kasi tau, 4x makan steak di resto itali favoritnya itu 
> sama dengan harga honda spacy terbaru di indo.
> 
> btw, emang bener yg dibilang jk koq. skrg di mall2 dan resto2 mahal orang 
> masih antri makan dan belanja.
> di money changer juga, ngantri kayak lagi nunggu pembagian zakat fitrah.
> cuman tahu sumedang ukurannya makin kecil aja.
> kedelainya impor sih.
> coba kalo si nub dan si uplik dateng ke indo, lumayan bisa menambah stok.
> eh mereka mah keledai bukan kedelai yah. suka ketuker mulu.
> 
> --- In [email protected], "rezameutia" <rezameutia@> wrote:
> >
> > Index saham dan rupiah Indonesia makin terpuruk.
> > 
> > Sekarang ini Index saham udah menembus 'psychology barrier' dibawah 4,000 
> > dan rupiah di quote 12 rb against USD.  Hal ini membuat waspada 
> > mengingatkan pada krisis 2008-2009 karena rupiah tiba2 melemah sampe Rp.13 
> > ribuan dan akhirnya stabil di Rp.10 ribuan.
> > 
> > Dolar mulai bergerak naik pada bulan Juli mencapai Rp 10 ribuan, namun dua 
> > pekan terakhir ini kenaikannya sangat drastis hingga diatas Rp. 11 ribu.
> > 
> > Ada beberapa kesamaan indikator dengan krisis 1998 seperti defisit 
> > transaksi berjalan diatas 3% dari PDB, artinya uang yang bergerak keluar 
> > negeri lebih banyak dibandingkan uang bergerak masuk ke dalam negeri.
> > 
> > Dan juga, saat ini posisi cadangan devisa hanya cukup untuk membiayai impor 
> > sekitar 6 bulan dan pada saat 1998 posisi devisa hanya cukup untuk 4 bulan.
> > 
> > Tetapi, beberapa pelaku pasar menyatakan walaupun beberapa indikator 
> > mempunyai kesamaan dengan krisis 1998 ada juga beberapa perbedaan yang 
> > mencolok.  Hal yang paling mencolok adalah perbankan Indonesia saat ini 
> > sangat solid, tidak rapuh seperti tahun 1998.
> > 
> > Disamping itu, kalangan swasta pada saat itu tidak melakukan 'hedging' 
> > karena cantolan rupiah terhadap dolar seperti dulu.  Sekarang ini para FDI 
> > (Foreign Direct Investment) jauh lebih besar dibandingkan tahun 1998 dimana 
> > investasi luar hanya membeli saham dan obligasi.
> > 
> > Target FDI sampai akhir tahun menurut BKPM sebesar Rp. 390 trillion dan 
> > sampai saat quarter kedua (Januari - Juni) realisasinya mencapai lebih dari 
> > Rp.192 trillion, untuk quarter ketiga sudah tercapai target Rp.100 trillion 
> > dengan proyek baru dari Shell, Suzuki, POSCO (Korea), dll.
> > 
> > Diharapkan target ambisius pemerintah dapat tercapai di akhir tahun.
> > 
> > Kalo menurut Jusuf Kalla, Sofyan Wanandi, keadaan ekonomi seperti ini tidak 
> > perlu dikhawatirkan karena jika rupiah merosot maka bidang eksport 
> > Indonesia harganya akan kompetetitif, turisme Indonesia juga akan bagus.  
> > "Bandung akan makin ramai", kata JK.
> > 
> > Masalahnya, menurut JK, devisa impor tidak masuk ke Indonesia karena tidak 
> > tercatat.  Kalo sektor manufacturing sih mungkin masih oke, karena 
> > pengusaha bisa pinjam uang diluar yang bunganya rendah karena dengan 
> > jaminan uangnya disana.
> > 
> > Tapi, ekspor bumi seperti batu bara, yang uangnya tidak pernah tercatat 
> > oleh pemerintah.  Ekspor batu bara yang dicatat hanya tonase nya saja, 
> > sedangkan uangnya tidak tercatat.
> > 
> > Mengenai penurunan indeks di pasar saham dan pasar uang, menurut JK, itu 
> > tidak perlu dikhawatirkan karena pasar saham dan pasar uang itu tidak 
> > 'real', hanya spekulan saja isinya.  Kalo pasar Tanah Abang, pasar Klewer 
> > yang mengalami penurunan, barulah perlu dikhawatirkan karena pasar2 itu 
> > adalah denyut nadi ekonomi kita.
> > 
> > NB:
> > Klo punya tabungan dolar seperti habe, arra, atau teddy, boleh juga tuh 
> > invest beli rumah di Bali, mumpung rupiah di Rp. 11 ribu.  Tahan aja 
> > sebentar sampai rupiah udah balik ke Rp. 9 ribu lalu dijual lagi.  Udah 
> > jelas properti di Bali nggak akan turun, so keuntungannya dua kali, dari 
> > beda kurs dan kenaikan harga properti.
> > 
> > 
> > http://www.metrotvnews.com/videoprogram/detail/2013/08/26/18881/117/Ke-Mana-Arah-Ekonomi-Indonesia?/Economic_Challenges
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke