Akhir-akhir ini saya ada kontak kembali dengan adik kelas sesama jurusan dulu 
di Bandung. Dia setelah lulus hingga sekarang selama hampir 30 tahun bekerja 
pada bidang yang paling tinggi memberikan pendapatan bagi seluruh lulusan yaitu 
explorasi minyak. Entah berapa puluh juta dollar simpanannya sekarang karena 
gajinya dalam dollar dan sekarang dia masih bertugas dinegara-negara Asia 
Tengah. Ada fotonya di FB saat dia membantu kegiatan dalam rangka pembukaan 
Kedubes Indonesia di Baku pada beberapa tahun yang lalu. DIa bilang bahwa dia 
sebulan sekali bertugas di Moskwa. Dia dulu pernah sesumbar untuk hanya menikah 
dengan seorang gadis yang cantik saja. tapi rupanya ini tidak kesampaian. 
Pernikahan adalah urusan keluarga di mana orang tua akan berhitung dengan 
bobot, bibit, bebet. Saya tahu bagaimana menggodanya dengan kata-kata 
"Masih ingatkah dengan xxxx anak Farmasi angkatan xx?" Bisa diduga 
bagaimana reaksinya. Uang yang dimiliki boleh jadi bisa banyak, tapi tentunya 
ada y
 ang kurang karena idaman sewaktu muda tidak terpenuhi. Dimulai dari oborolan 
ringan tentang properti di mana saya bilang saya akan berunding dengan kedua 
akuntan saya untuk melakukan restrukturasi 'mortgage' di mana saya 
berencana untuk membeli properti baru dengan memindahkan semua 'equity' 
yang ada pada pinjaman baru. Tempat yang sekarang saya diami bisa disewakan 
dengan struktur ''mortgage' baru di mana cicilan 
'mortgage'menjadi sangat tinggi dan selisihnya dengan pendapatan dari 
hasil sewa akan diambil dari pajak. Ini adalah prinsip 'negative 
gearing' yang berlaku di Australia. Sebagai seorang mahasiswa yang paling 
brilyan dalam angkatannya dulu, teman saya tersebut dengan cerdasnya sudah bisa 
menduga bagaimana perhitungannya. Cara ini adalah cara yang terbaik untuk 
mengurangi pendapatan kena pajak. Jadi dengan cara ini pembayaran pajak saya 
jadi minimum dengan diharapkan dana yang berasal dari pajak dipergunakan untuk 
membiayai cicila
 n hingga kalau sudah lunas maka ini akan menghasilkan suatu 'passive 
income'. Jadinya sekarang saya diuber-uber oleh dia yang berniat menanamkan 
dananya pada salah satu bisnis properti terbaik di dunia, padahal Pemerintah 
Australia sangat membatasi kepemilikan properti oleh orang asing. 
http://properti.kompas.com/ read/2013/08/31/1233403/Ini. 
Dia.Kota.Paling.Layak.Huni.di. Dunia.?utm_source=WP&utm_ 
medium=box&utm_campaign=Ktswp Indonesia disebut-sebut sebagai calon 
kekuatan ekonomi dunia, tapi anehnya nilai tukar Rupiah yang anjlok karena 
inflasi 10% tampaknya sudah membuat keadaan jadi kacau sampai-sampai beritanya 
ditayangkan siaran TV Australia. Kolega saya yang asal RRC dan hidupnya 
sebagian besar mengandalkan saham minggu lalu bilang bahwa nilai rukar Rupee 
sudah tinggal setengahnya saja. Padahal India berambisi untuk menyaingi 
pertumbuhan ekonomi RRC.

------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke