Pelecehan Perempuan Kerap Terjadi di Arab Saudi Mohammad SAW a Pedophile
______________________________________________________________________________________________________________________ ______________________________________________________________________________________________________________________ Aku dan Bapa adalah satu." (Yoh 10:30) Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa." (Yoh 10:34-38) Yesus mengatakan bahwa Bapa dan Yesus adalah satu oknum "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).(QS.3:45) *YESAYA 28:16* 16 sebab itu beginilah Firman TUHAN ALLAH: "Sesungguhnya, AKU meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah! ---------- Forwarded message ---------- From: Matius Sepuluh <[email protected]> Date: 2013/9/1 Subject: [sangfajar_a8] Saatnya Melindungi Perempuan Saudi To: "[email protected]" <[email protected]>, " [email protected]" <[email protected]>, " [email protected]" <[email protected]>, " [email protected]" < [email protected]>, "[email protected]" < [email protected]>, "[email protected]" < [email protected]>, "[email protected]" < [email protected]>, "[email protected]" < [email protected]>, "[email protected]" < [email protected]>, "[email protected]" < [email protected]>, "[email protected]" < [email protected]>, "[email protected]" < [email protected]>, "[email protected]" < [email protected]>, "[email protected]" < [email protected]>, "[email protected]" < [email protected]>, "[email protected]" < [email protected]>, "[email protected]" < [email protected]>, "[email protected]" < [email protected]>, "[email protected]" < [email protected]>, "[email protected]" < [email protected]>, "[email protected]" < [email protected]>, "[email protected]" < [email protected]>, "[email protected]" < [email protected]>, "[email protected]" < [email protected]>, "[email protected]" < [email protected]>, "[email protected]" < [email protected]>, "[email protected]" <[email protected]>, " [email protected]" <[email protected]>, "[email protected]" < [email protected]>, "[email protected]" < [email protected]>, "[email protected]" <[email protected]>, "[email protected]" <[email protected]>, "[email protected]" < [email protected]>, "[email protected]" <[email protected]>, " [email protected]" <[email protected]>, " [email protected]" <[email protected]>, "[email protected]" <[email protected]>, "[email protected]" <[email protected]>, " [email protected]" <[email protected]>, "[email protected]" < [email protected]>, "[email protected]" <[email protected]>, " [email protected]" <[email protected]>, "[email protected]" < [email protected]>, "[email protected]" <[email protected]>, " [email protected]" <[email protected]>, " [email protected]" <[email protected]>, " [email protected]" <[email protected]>, " [email protected]" <[email protected]>, " [email protected]" <[email protected]>, " [email protected]" <[email protected]>, " [email protected]" <[email protected]> ** http://bloghakekatku.blogspot.com/2013/09/saatnya-melindungi-perempuan-saudi.html Download: https://www.dropbox.com/s/9vjpkfekeg4sghj/Saatnya%20Melindungi%20Perempuan%20Saudi.doc [image: Aksi tolak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)] REPUBLIKA.CO.ID, Oleh *Ichsan Emrald Alamsyah* Benar-benar menampar! Itulah kesan yang muncul dari sebuah poster yang beredar di situs Yayasan Raja Khalid, April lalu. Dalam situs itu, warga Arab Saudi dan seluruh dunia bisa melihat seorang perempuan yang menggunakan burqa berwarna hitam. Mata perempuan ini memang sangat indah. Namun, harus ternodai oleh seberkas kemerahan dan sedikit menghitam di salah satu mata dia. Tanpa ada kalimat pun, pengguna internet bisa menyimpulkan apa yang terjadi pada wanita ini. Kekerasan atau pelecehan baru saja terjadi pada dirinya. Sebuah pesan tertulis di bawah gambar, Beberapa hal tak dapat ditutup. Ayo, lawan pelecehan perempuan secara bersama-sama. Poster ini jelas menampar hegemoni kaum pria di Kerajaan Arab Saudi yang disebut-sebut menjalankan syariah Islam secara ketat. Meski menjalankan syariat Islam secara ketat, sayangnya mereka tak mampu melindungi kaum perempuan dan para pekerja rumah tangga. Namun, kaum perempuan Arab Saudi bahkan si gadis dalam poster itu kini bisa bernapas lega. Seperti dilansir *Aljazirah*, Jumat (30/8), Arab Saudi baru saja mengadopsi hukum yang akan mengkriminalisasi pelaku kekerasan dalam rumah tangga. Kabinet Arab Saudi, pada Senin (26/8), mengetuk palu tanda disetujuinya Undang-Undang Perlindungan dan Penyalahgunaan. UU ini lahir setelah beberapa bulan lalu negara meluncurkan kampanye nasional memerangi kekerasan terhadap perempuan. Selama ini, Arab Saudi sering kali mendapat kecaman dari dunia internasional karena dianggap kurang melindungi kaum wanita dari tindakan pelecehan dan kekerasan rumah tangga. UU baru ini bertujuan melindungi seluruh warga Arab Saudi, khususnya perempuan dan anak-anak dari segala bentuk kekerasan. UU ini juga menawarkan tempat berlindung berupa bantuan sosial, medis, dan psikologis. Di bawah UU yang terdiri dari 17 pasal ini, seseorang yang terbukti bersalah melakukan pelecehan fisik ataupun psikologis akan menghadapi hukuman. Hukumannya berupa penjara selama satu tahun dan denda sebesar 13.300 dolar atau Rp 145 juta. Aktivis Hak Azasi Manusia (HAM) di Arab Saudi menyambut baik lahirnya UU ini. Mereka mengaku telah sejak lama menunggu lahirnya UU ini. Sekretaris Jenderal Perhimpunan HAM Nasional Khaled al-Fakher mengatakan, ini adalah hukum yang tepat untuk melindungi kumpulan terbesar di dalam Kerajaan. Mereka, tutur Fakher, adalah perempuan, anak-anak, pekerja rumah tangga atau domestik, dan pekerja nondomestik. Fakher yang bersama organisasinya mengawal lahirnya UU ini menambahkan, salah satu alasan kekerasan dalam rumah tangga sangat merajalela di Arab Saudi karena tradisi suku-suku di negeri ini memang mendukung tumbuh suburnya tindakan itu. Misalnya, tradisi melarang atau mencegah perempuan untuk melaporkan tindak kekerasan karena takut akan dampak dari stigma sosial. Perempuan selalu berpikir apa yang orang lain katakan ketika ia mengajukan keluhan, ujar dia seperti dikutip *Reuters*. *Nah*, UU baru baru ini menjamin perempuan agar tak perlu takut melapor jika terjadi tindak kekerasan pada dirinya. Dijamin, masyarakat tak akan membicarakannya. Sebab, nama setiap korban atau warga yang melaporkan kekerasan atau pelecehan akan dirahasiakan. Selain itu, korban memiliki kekebalan ketika pelecehan itu tak bisa dibuktikan secara nyata di dalam pengadilan. Fakher mengatakan, UU ini sangat penting karena bisa mendorong perempuan melaporkan pelecehan tanpa harus takut identitas mereka terungkap. Aktivis HAM lain, Abu al-Khair, menambahkan, UU baru ini memberikan perempuan hak-hak yang sangat penting. Dahulu, ucap dia, perempuan harus membawa saudara atau kerabat laki-lakinya jika ingin melapor ke kantor polisi. Namun, kini hal itu tak diperlukan lagi. Di sisi lain, hukum ini bisa juga menjadi langkah penting untuk mendorong perubahan pada UU lain. Khususnya hukum yang mengharuskan perempuan mendapat persetujuan dari wali laki-laki, baik ayah, suami, ataupun anak ketika mereka ingin membuka usaha, melamar pekerjaan, atau bekerja ke luar negeri. n ed: wachidah handasah Pelecehan Perempuan Kerap Terjadi di Arab Saudi http://web.inilah.com/read/detail/2017567/pelecehan-perempuan-kerap-terjadi-di-arab-saudi#.UiNcpDbQCPt [image: Headline] *INILAH.COM, Riyadh Pelecehan terhadap perempuan di Arab Saudi terbilang cukup sering terjadi. Sedikitnya terjadi 2.797 kasus pelecehan terhadap perempuan dan remaja di Arab Saudi selama setahun.* Hal itu ditulis oleh* Al Arabiya<http://inilah.com%2C%20riyadh%20%20pelecehan%20terhadap%20perempuan%20di%20arab%20saudi%20terbilang%20cukup%20sering%20terjadi.%20sedikitnya%20terjadi%202.797%20kasus%20pelecehan%20terhadap%20perempuan%20dan%20remaja%20di%20arab%20saudi%20selama%20setahun./> * (5/7/2013) mengutip data statistik resmi. Disebutkan, sebanyak 1.669 kasus atau 59,9% dari total kasus melibatkan warga negara Arab Saudi. Sementara 1.128 kasus pelecehan yang melibatkan non-Saudi dari berbagai negara. Kasus tertinggi tercatat terjadi di Riyadh dengan 650 kasus. Warga negara Yaman adalah pelaku pelecehan terbanyak yang melibatkan ekspatriat. Mereka terlibat lebih dari 100 kasus sedang diproses oleh pengadilan Saudi. Kasus pelecehan lainnya melibatkan warga negara Mesir, Pakistan, Bangladesh dan Suriah. Sisanya adalah warga Arab dan non-Arab lainnya. Upaya memikat remaja dan perempuan dilakukan dengan berbagai cara, kata pengacara Saudi Abdul Aziz al-Zamil. Termasuk beberapa kasus yang akhirnya melibatkan remaja dalam kegiatan terror. Arab menerapkan hukum Islam dalam menghukum para pelaku yang terbukti bersalah di pengadilan. [tjs] Lebih Dari 600 Wanita Saudi Terinfeksi HIV Dari Suaminya http://www.islampos.com/lebih-dari-600-wanita-saudi-terinfeksi-hiv-dari-suaminya-52290/ [image: wanita saudi Lebih Dari 600 Wanita Saudi Terinfeksi HIV Dari Suaminya] Lebih dari 600 wanita Saudi dilaporkan telah tertular AIDS dari suami mereka. Kebanyakan dari mereka tidak menyadari infeksi virus mematikan tersebut setelah mereka memiliki anak, seorang dokter Saudi mengatakan. Sana Filimban, kepala Asosiasi Amal Saudi untuk korban AIDS, mengemukakan bahwa Arab Saudi memiliki 1233 kasus AIDS pada tahun 2012, termasuk 431 warga Saudi dan 802 ekspatriat (orang yang telah melepaskan kewarganegaraannya). Filimban mengatakan kepada surat kabar Okaz bahwa yang kebanyakan dari pengidap AIDS adalah laki-laki dibandingkan perempuan, dengan rasio satu wanita berbanding lima pria. Lebih dari 600 perempuan Saudi telah terinfeksi AIDS oleh suami, tanpa sepengetahuan mereka. Banyak dari mereka sadar telah mengidap penyakit ini setelah mereka memiliki beberapa anak, kata Filimban. Saya menyerukan kepada semua perempuan Saudi yang sudah menikah untuk melakukan tes medis sebelum kehamilan atau setidaknya pada tahap awal kehamilan sehingga infeksi tidak akan diteruskan ke bayi. Filimban mengatakan rata-rata pengidap HIV Saudi berusia antara 15 sampai 49 tahun. Dan 96 persen dari mereka tertular virus melalui hubungan seksual. Sebagian besar korban yang tersisa terinfeksi akibat penggunaan obat atau jarum yang sudah terkontaminasi. [sm/islampos/e247] xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx [image: Computer mania Avatars] <http://www.jokes-24.com/funny-video-picture-game-joke/Avatars_Computer-mania_427.html> >>Surat-menyurat : [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], >>Milis Group : [email protected], http://groups.yahoo.com/group/hakekatku_00/ [email protected], http://groups.yahoo.com/group/newhakekatku/ >> Bl o g : http://bloghakekatku.blogspot.com [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
