"semakin tinggi religiusnya semakin humanity"
dalam bahasa sundanya : people first.. religion next ________________________________ From: pinpinyuliansyah <[email protected]> Ini bukan Narsis, namun karena saya tetap ingin jadi orang Islam meskipun di saat bersamaan saya MEMPROTES orang - orang yang memperlakukan TKW Indonesia seperti budak yang bisa ditiduri kapan ajah. Ini bukan Narsis, namun karena saya tetap ingin jadi orang Islam sekaligus hidup berdampingan dengan damai bersama perempuan bertelanjang dada di Irian jawa, si mbah yang menganut kejawen, urang Baduy yang menganut Sunda wiwitan, Umat Kristiani, hindu, budha, ahmadiyah bahkan tetap menghargai si Uplik di leiden sana yang ngaku nya atheis ( Ini anak mosti di simpen di musium kalau nanti meninggal karena masuk golongan manusia antik ) --- sekaligus -- saya menentang keras kekerasan dengan alasan agama yang menindas minoritas seperti ahmadiyah atau HKBP. Islam protestan juga memandang kitap suci itu tidak lengkap dalam arti itu kitap suci apanan nddak ngatur pegimana cara nyikat gigi ( pakai sikat gigi manual atawa sikat gigi kayak uplik ), itu kitap suci apan nddak mengatur misalnya boleh nebang 1 pohon namun sebelumnya tanam dulu 5 pohon ( sebagaimana ajaran orang baduy di kanekes ), itu kitap suci apanan nddak lengkap karena nddak bisa dijadikan user guide untuk memformat ulang notebook saya jika operating system nya ngadat. Gituh.
