Udah jelas ajaran agama najis Islam itu bukan cuma dungu dan buas, kejam, keji, zalim ganas lagi biadab tapi juga cuman takhayul hasil khayalan orang Arab primitif yang ditujukan untuk penduduk Makkah dan daerah sekitarnya yang berbahasa Arab......
Tapi karena psikopat berat Pinpin yang menjadikan istrinya sebagai sekedar lobang nonok buat dientotin dan jadi tukang masaknya itu juga tidak punya harga diri, maka dia terus saja ikut-ikut menganut takhayul orang Arab primitif itu...
--- In [email protected], <[email protected]> wrote:
Saya nddak ngerti apakah wanita - wanita di Arap suka fitnes atawa nddak, saya belum pernah denger remaja Arap ada yang pinter nyanyi kayak Agnes Monica atawa Puteri Ayu atau ... Sulis !( Anda Pernah ? ) Saya nddak pernah denger gadis - gadis di Arap saudi ada yang pinter main Volly Ball , Yang Pinter menari tarian tradisional, yang pinter mai
n Golf ! Ada nddak ?
Saya punya anak Perempuan. Agama saya Islam. dan jika ayat - ayat suci Alquran saat ini di interpretasikan sebagai larangan bagi kaum wanita untuk pinter nari, pinter nyanyi, pinter main Golf, Pinter Main Volley, Pinter bahasa, ...maka saya akan PROTES larangan itu ! Meskipun dengan resiko saya nddak diakui sebagai Umat Islam. Saya serius ! Karena menurut interpretasi saya, Anak perempuan saya nddak ada beda nya dengan anak lelaki saya. Dia berhak les Gitar, dia boleh Les Piano, dia berhak pinter nyanyi, pinter nari, sekaligus berprestasi secara akademik di sekolah nya. Siapa yang mau melarang ? Hadapi dulu saya, Bapak nya !
Jadi ... Saat ada tokoh Islam yang ngomong di Televisi dalam konteks penolakan Dia terhadap diadakannya Miss World di bali dengan argumen "Meskipun dilihat dari konteks demokratis, maka Islam Indonesia itu jumlahnya 80 sekian persen, maka jumlah itu patutlah didengar karena itu adalah jumlah yang Mayoritas"
Saya bantah argumen itu : "Siapa bilang Umat Islam yang 80% lebih itu menolak Miss World ? " Saya Muslim. Dan saya dapat menerima kontes itu berlangsung di Indonesia sebagaimana saya menghormati perempuan dewasa yang bertelanjang dada di Irian Jaya ... sebagaimana saya menghormati budaya lelaki dewaya di Irian yang memakai Koteka.
Kemudian, penolakan itu juga memakai dalih untuk melindungi kehormatan wanita.
Saya bantah : Apakah wanita - wanita TKW yangdi arap Saudi sana...yang jumlahnya ribuan... dilindungi kehormatannya ? Apakah para TKW yang pulang dengan kondisi hamil dan ditiduri oleh majikannya itu adalah bentuk penghormatan pada perempuan ? Terus apakah ada sampai detik ini lelaki arap yang meniduri TKW Indonesia yang dihukum Rajam ?
Come On !
Melindungi kehormatan seperti apa yang dimaksudkan ?
Apakah perempuan perempuan arap lebih terhormat daripada perempuan perempuan jawa yang berkebaya yang dengan gigih bekerja sebagai pembuat batik ?
Apakah Maria - Budak nya Muhammad lebih mulia dibanding dengan Raden Dewi Sartika Atawa RA. Kartini ?
Ini Indonesia !
Bukan Arap !
Saya punya anak Perempuan. Agama saya Islam. dan jika ayat - ayat suci Alquran saat ini di interpretasikan sebagai larangan bagi kaum wanita untuk pinter nari, pinter nyanyi, pinter main Golf, Pinter Main Volley, Pinter bahasa, ...maka saya akan PROTES larangan itu ! Meskipun dengan resiko saya nddak diakui sebagai Umat Islam. Saya serius ! Karena menurut interpretasi saya, Anak perempuan saya nddak ada beda nya dengan anak lelaki saya. Dia berhak les Gitar, dia boleh Les Piano, dia berhak pinter nyanyi, pinter nari, sekaligus berprestasi secara akademik di sekolah nya. Siapa yang mau melarang ? Hadapi dulu saya, Bapak nya !
Jadi ... Saat ada tokoh Islam yang ngomong di Televisi dalam konteks penolakan Dia terhadap diadakannya Miss World di bali dengan argumen "Meskipun dilihat dari konteks demokratis, maka Islam Indonesia itu jumlahnya 80 sekian persen, maka jumlah itu patutlah didengar karena itu adalah jumlah yang Mayoritas"
Saya bantah argumen itu : "Siapa bilang Umat Islam yang 80% lebih itu menolak Miss World ? " Saya Muslim. Dan saya dapat menerima kontes itu berlangsung di Indonesia sebagaimana saya menghormati perempuan dewasa yang bertelanjang dada di Irian Jaya ... sebagaimana saya menghormati budaya lelaki dewaya di Irian yang memakai Koteka.
Kemudian, penolakan itu juga memakai dalih untuk melindungi kehormatan wanita.
Saya bantah : Apakah wanita - wanita TKW yangdi arap Saudi sana...yang jumlahnya ribuan... dilindungi kehormatannya ? Apakah para TKW yang pulang dengan kondisi hamil dan ditiduri oleh majikannya itu adalah bentuk penghormatan pada perempuan ? Terus apakah ada sampai detik ini lelaki arap yang meniduri TKW Indonesia yang dihukum Rajam ?
Come On !
Melindungi kehormatan seperti apa yang dimaksudkan ?
Apakah perempuan perempuan arap lebih terhormat daripada perempuan perempuan jawa yang berkebaya yang dengan gigih bekerja sebagai pembuat batik ?
Apakah Maria - Budak nya Muhammad lebih mulia dibanding dengan Raden Dewi Sartika Atawa RA. Kartini ?
Ini Indonesia !
Bukan Arap !
__._,_.___
