Banyak ujat Islam Indonesia (juga di Pakistan, Malaysia dst) yg keblinger. Mereka menganggap kaum perempuan dewek sebagai kaum yg hina yg kalah dlm segala hal oleh perempuan Arab.
Mereka sengaja melupakan jasa2 dan kepemimpinan Cut Nyak Dien, Kartini, Dewi Sartika dan jutaan perempuan Indonesia lainnya yg gigih memperjuangkan kehidupan keluarga di samping suami mereka. Mereka ini adalah true heroines dari masyarakat Indonesia. Uncomlaining, devoted and FREE. Tiba2 Muslim yg ingin menjadi Arab - Arab wannabes- memaksakan budaya kejam Arab thdp kaum perempuan Indonesia. Mengghormati mereka dg menyuruh mereka memakai nijab - biar kepanasan, gerah dan tidak praktis, tapi tanapa henti2nya meyakinkan perempuan Islam bhw mereka tidak sebai, sepinter, setawakal laki2. Dasar munafikun! Kalau TREND spt ini dibiarkan bergulir di Indonesia, maka tidak mustahil kalau perempuan Indonesia tidak boleh mengendarai mobil (speda sih boleh krn KSAbulan lau pertama kali dlm sejarah mengijinkan perempuan Arab naik spedea. How kind and conisederate and stupid! Bangkit kaum-ku. Jangan mau dikibulin oleh Arab wanabes. Berprestasilah untuk dirimu dan keluargamu dan bahkan untuk bangsamu sendiri. Jangan mau dijadikan tumpuan injakan kaki Muslim dungu! Gabriella ________________________________ From: pinpinyuliansyah <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thursday, 12 September 2013 11:31 PM Subject: [proletar] Miss World dan Penolakan Miss World. Saya nddak ngerti apakah wanita - wanita di Arap suka fitnes atawa nddak, saya belum pernah denger remaja Arap ada yang pinter nyanyi kayak Agnes Monica atawa Puteri Ayu atau ... Sulis !( Anda Pernah ? ) Saya nddak pernah denger gadis - gadis di Arap saudi ada yang pinter main Volly Ball , Yang Pinter menari tarian tradisional, yang pinter main Golf ! Ada nddak ? Saya punya anak Perempuan. Agama saya Islam. dan jika ayat - ayat suci Alquran saat ini di interpretasikan sebagai larangan bagi kaum wanita untuk pinter nari, pinter nyanyi, pinter main Golf, Pinter Main Volley, Pinter bahasa, ...maka saya akan PROTES larangan itu ! Meskipun dengan resiko saya nddak diakui sebagai Umat Islam. Saya serius ! Karena menurut interpretasi saya, Anak perempuan saya nddak ada beda nya dengan anak lelaki saya. Dia berhak les Gitar, dia boleh Les Piano, dia berhak pinter nyanyi, pinter nari, sekaligus berprestasi secara akademik di sekolah nya. Siapa yang mau melarang ? Hadapi dulu saya, Bapak nya ! Jadi ... Saat ada tokoh Islam yang ngomong di Televisi dalam konteks penolakan Dia terhadap diadakannya Miss World di bali dengan argumen "Meskipun dilihat dari konteks demokratis, maka Islam Indonesia itu jumlahnya 80 sekian persen, maka jumlah itu patutlah didengar karena itu adalah jumlah yang Mayoritas" Saya bantah argumen itu : "Siapa bilang Umat Islam yang 80% lebih itu menolak Miss World ? " Saya Muslim. Dan saya dapat menerima kontes itu berlangsung di Indonesia sebagaimana saya menghormati perempuan dewasa yang bertelanjang dada di Irian Jaya ... sebagaimana saya menghormati budaya lelaki dewaya di Irian yang memakai Koteka. Kemudian, penolakan itu juga memakai dalih untuk melindungi kehormatan wanita. Saya bantah : Apakah wanita - wanita TKW yangdi arap Saudi sana...yang jumlahnya ribuan... dilindungi kehormatannya ? Apakah para TKW yang pulang dengan kondisi hamil dan ditiduri oleh majikannya itu adalah bentuk penghormatan pada perempuan ? Terus apakah ada sampai detik ini lelaki arap yang meniduri TKW Indonesia yang dihukum Rajam ? Come On ! Melindungi kehormatan seperti apa yang dimaksudkan ? Apakah perempuan perempuan arap lebih terhormat daripada perempuan perempuan jawa yang berkebaya yang dengan gigih bekerja sebagai pembuat batik ? Apakah Maria - Budak nya Muhammad lebih mulia dibanding dengan Raden Dewi Sartika Atawa RA. Kartini ? Ini Indonesia ! Bukan Arap !
