Sedikit komentar ttg apakah bidadari sorgawi Islam berpuser atau tidak: Mnrt hadist begitu cantik para bidadari tsb. sehingga sumsumnya kelihatan, artinya kakinya transparant. Selain itu para bidadari itu tidak pernah kencing, mens apalagi kentut dan BAB.
Apakah ini berarti bhw para bidadari yg selalu kembali perawan itu sama sekali tidak punya orifice atau lubang2 pipis, sanggama dan dubur? Dlm hadist dan Qur'an tidak disebutkan apakah para bidadari ini perlu minum (khamr atau aqua) dan makan sesuatu yg halal. Karena rupanya anggur yg menyegarkan tersedia melimpah by implication makanan yg haram juga disediakan di sorga Islami. Salah satu yg diharamkan di bumi tapi disediakan di sorga Islami ialah 'Laki2 muda bak lulu (=Mutiara) yg belum pernah dijamah (istilah yg dipermooi dari dikerjain sexually speaking) oleh Jinn dan manusia.' Selain itu (by default) di sorga Islami orang tidak perlu shalat 5 waktu, tahajut dan puasa. Ini semuanya untuk memberi kesempatan penghuni sorga memanfaatkan nikmat pemberian Allah kekuatan seksuil 100 orang dan 'torpedo' yg 24/7 tidak pernah mengendor!!! Aku jadi agak prihatin dg nasib Muslimat yg masup sorga Islami. Nampaknya Muslimat yg kafah yg suci yg diijinkan masup sorga tidak dijanjikan apa2 (perhaps, cuman aqua) dan bisa gigit jari melihat ayah, suami, adik-abangnya siang malam ngerjain bidadari tanpa puser (& tanpa orifices) Gabriella ________________________________ From: pinpinyuliansyah <[email protected]> To: [email protected] Sent: Monday, 16 September 2013 7:00 PM Subject: [proletar] Apakah Bidadari Di Surga Punya Puser ( Udel ) ? Ini bukan pertanyaan iseng, dan jawabannya juga nddak sederhana. Jika bidadari di surga loka itu punya puser, artinya bidadari itu terlahir dari kandungan seorang ibu. Jika Nddak punya, artinya itu bidadari sama dengan Adam dan Hawa yang - karena tidak dilahirkan dari kandungan seorang Ibu - makanya, mestinya, seharusnya, ya nddak punya puser. Beberapa orang boleh aja berkata bahwa pertayaan dalam judul posting ini nddak penting dan membahayakan keimanan. Namun saya juga boleh dong berpendapat bahwa pertanyaan ini penting karena bukankah kita juga diajarkan untuk "tidak mengikuti sesuatu yang tidak memiliki pengetahuan atas nya" ( Monggo searching itu kalimat dalam tanda petik ada di kitap suci apa, Surat apa ayat berapa ). Monggo buka baju anda, kemudian menghadaplah ke cermin. Di bagian tengah perut , sebagai manusia, dan semua manusia, pasti punya puser. orang sunda bilang "udel", bentuknya bisa nonjol, bisa juga berupa cekungan ke dalam. Mau nonjol dosol atawa nddak, namun puser itu adalah bukti nyata bahwa kita pernah hidup dalam kandungan seorang Ibu. Bukan lahir begitu saja dari dalam sebuah batu. Ajaran agama mengatakan bahwa manusia pertama adalah Adam. Karena beliau adalah manusia pertama, maka - mestinya - beliau ini apanan nddak punya puser (Jadi Adam ini diciptakan langsung berusia dewasa atau mulai dari bayi ? ). Ajaran agama mengatakan nanti di surgaloka bakal ada sekian banyak bidadari yang selalu muda dan tetap perawan, kalau bidadari itu tidak dilahirkan dari kandungan seorang Ibu, maka mestinya para bidadari itupun nddak punya udel alias nddak punya puser seperti hal nya Adam. Betul ? Kesimpulan : Nanti kalau masuk surga, maka akan ditemani oleh para bidadari yang nddak ada udel nya. Gitu kali ya ? Nddak ada niatan tulisan ini untuk menistakan agama atau "mengganggu" keimanan umat beragama. Tulisan ini dibuat begitu saja mengikuti aliran pikiran yang mengalir begitu saja, dan bukankah agama mengajarkan kita untuk berpikir ? Bukankah agama adalah bagi orang yang berakal dan mau menggunakan akal nya ? Betul ? Kembali ke bidadari di surga loka yang - kemungkinan - nddak punya udel. Hari ini kita melihat dengan sangat jelas ada sekian banyak manusia yang demikian bersemangatnya menginginkan Surga sehingga berani mengorbankan nyawa dengan keyakinan bahwa apa yang dilakukan adalah "jihad". Hari ini kita melihat dengan sangat jelas sekian banyak orang berteriak "Allahu Akbar" sambil mementung kepala orang lain dengan kayu karena dipandang tidak satu keyakinan, membakar dan menghancurkan tempat ibadah agama lain, merazia orang - orang yang tidak berpuasa di bulan puasa, menghancurkan sekian banyak warung - warung yang -- katanya -- menjual minuman keras dan menyediakan wanita penghibur. Semua dilakukan karena merasa yang dilaukan adalah benar. Semua dilakukan dengan alasan menjalankan perintah Tuhan, dan ini jelas mau nddak mau, suka nddak suka, ada hubungannya dengan neraka dan surga dimana di dalam surga itu - konon - nanti akan ditemani oeh para bidadari ( yang nddak punya udel ?) serta di dalam surga itu - konon - katanya ada sungai susu ... sungai air mineral... juga ada sungai Khamr. Saya sendiri nddak begitu suka minum susu dan jelas nddak suka minum khamr. Juga kayaknya nddak begitu tertarik dengan para bidadari muda yang selalu muda dan tetap perawan namun nddak punya puser. Saya berpendapat bahwa semua keindahan dan kenikmatan surga itu adalah perumpamaan saja untuk mengambarkan betapa indah dan betapa nikmat nya surga - meskipun - digambarkan dari sudut pandang surga dari kacamata orang Arab ( Air, taman, para bidadari, khamr, adalah icon kenikmatan dan keindahan bagi orang - orang arab pada saat agama diturunkan -- karena -- berbicara tetang sekian banyak makanan enak, mojang geulis, tanaman yang serba hijau, tanah yang subur, air yang melimpah, semuanya ada di Jawa Barat. Ada di Bandung. ) Jadi ... Menurut pemahaman saya yang awam ini, alangkah tidak bijaksananya jika kita merasa benar sendiri, memaksakan kehendak pada orang lain, menganiaya orang - orang yang tidak satu keyakinan, merusak tempat ibadah orang lain, apalagi sampai membunuh manusia lain, hanya karena menginginkan suatu saat ditemani sekian banyak bidadari yang selalu muda dan selalu perawan dan nddak ada puser nya. Gitu kali ya ?
