Bikin kacau itu mudah terutama kalau ada beking. Seperti anjing piaraan 
berbagai manausia yg merasa diridhloi Allah melakukan banyak onar di negara yg 
bangsanya sesungguhnya tolerant karena tahu 'Tepo Seliro'. Mereka memang 
dipelihara untuk melakuka onar dan nantinya ketika si pemelihara sudah kuat dan 
rakyat Indonesia yg beradab muak dengan perilaku mereka ini, maka para 
pemelihara para beking akan segera menghajar kelompok2 gila ini.

Si pemelihara akan keluar sebaga jawara, sbg hero, sbg pahlawan bangsa. Para 
pemelihara ini kemudian akan mengembalikan rule of the gun - dwi fungsi di mana 
masyarakat punya Nol Fungsi.

Sbg seorang perempuan Indonesia aku sangat kecewa dan sedih melihat sebagian 
Muslimat yg sudah terkecoh, dipergunakan oleh Muslim yg cita2nya masup sorga 
Islam dan dihadiahi 72 bidadari dan unlimited laki2 muda yg masih ting-ting 
untuk melampiaskan nafsu syahwat mereka. What a joke - sorga cuman diartikan 
kepuasan seks! Apakah mereka tidak pakai hati nurani ataupun otak pemberian 
Tuhan dan sekedar dikendalikan oleh emosi murahan?!

Semoga para pemuka bangsa yg masih punya pikiran sehat dan hati nurani yg baik 
menyelamatkan bangsa dan negara kita ini dari kehancuran. Iktui contoh Cina yg 
menembak mati para koruptor kelas kakap. Sita semua kekayaan hasil korupsi - 
all their ill gotten gains. Kalau sudah selusin pangmimpin yg korup ditembak 
mati,pasti yg lain akan berhenti menjadi benalu thdp bangsa yg sejak merdeka 
belum pernah menikmati kesejahteraan.

Hayo, para ibu2, para Muslimat kaum wanita yg peduli akan masa depan bangsa dan 
negara ini bangkit dan tolak kekerasan, kejahatan thdp sesama anak bangsa, 
tolak praktik korupsi di segala lapisan. Yes, we can do it if we put our minds 
and efforts to this noble mission.

Gabriella



________________________________
 From: pinpinyuliansyah <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Thursday, 19 September 2013 12:11 PM
Subject: [proletar] Ini Indonesia. Bukan Arap !
 


  
Jika pemimpin ormas keagamaan yang sekarang rajin menggerakkan pengikutnya 
untuk protes miss world, rajin demo ini demo itu, rajin merazia warung remang, 
rajin merazia orang yang nddak puasa di bulan puasa ...Jika pemimpin ormas 
keagamaan yang "kayak gitu" kemudian mencalonkan diri menjadi presiden Republik 
Indonesia kemudian terpilih menjadi Presiden, apa kira - kira yang akan terjadi 
pada Indonesia ? 

Ini serius lho. 

Sok perhatikan saat ormas keagamaan ini mengerahkan sekian banyak massa yang 
doyan meneriakkan nama Tuhan sembari berpakaian Arab. Coba kita renungi bentar 
... itu orang - orang yang demen demo kayak gitu kira - kira -- selain demo -- 
mereka punya kerjaan nddak ? Jadi Dokter misalnya ? Arsitek ? Direktur ? Dosen 
? ... atau mereka nddak punya kerjaan sehingga satu - satunya pekerjaan yang 
bisa mereka lakukan ya hanya itu : Menjadi Demonstran. Keren apanan, bisa 
merazia, bisa tereak - tereak, bisa masuk jalan tol konvoy sambil duduk di kap 
mobil tanpa takut dirazia, bisa naik motor tanpa helm, bisa berjalan dengan 
membusungkan dada dan "ditakuti" oleh manusia lain.

Saya nddak habis pikir ada sekian banyak wanita dewasa berpakaian Arab berdemo 
menentang Miss World dengan alasan nddak sesuai syariah dan merendahkan harkat 
martabat wanita, --- padahal --- di belahan dunia lain, wanita baru saja hanya 
diperbolehkan naik sepeda dan tidak diperbolehkan wanita naik kendaraan 
bermotor sendirian dengan alasan syariah. Tidak diperbolehkan wanita dibonceng 
dengan cara "ngajegang" dengan alasan syariah. initeh gimana coba. Kalau naik 
sepeda motor ajah dibatasi, pegimana wanita bisa jadi astronot ? Pegimana 
wanita bisa jadi pilot ?

Saya suka keseeeeelllll ! Sok iye bicara tentang konflik di negara lain, sok 
iye bicara tentang epoleksosbud hankam, sok iye bicara tentang tegakkan syariah 
! lha... terus apa yang selama ini mereka lakukan selain hanya ngomong dan 
ngomong doang ?

Jangan jauh - jauh ngomongin Syria atawa Missworld deh ...

Apa solusi mereka terhadap sekian banyak lelaki ber koteka dan wanita dewasa 
bertelanjang Dada yang hidup di Papua ? Mau maksa mereka memanjangkan janggut 
dan mengganti pakaian mereka dengan pakaian Arap ? Mau memaksa perempuannya 
memakai hijab ? Terus .... what next ? Setelah jenggot panjang, baju ala Arap, 
memakai hijab, terus mau ngapain ? Apa kontribusi nya bagi Indonesia yang udah 
jelas - jelas multi kultur ... multi agama... multi budaya .... ?

Mau merubah seluruh wanita Indonesia agar berpakaian seperti wanita Arap ? Dan 
membuang jauh - jauh semua pakaian tradisional mereka ? Mau merubah semua 
lelaki dewasa Indonesia untuk memakai pakaian Arap dan menumbuhkan janggut 
dengan membuang jauh jauh blangkon..batik..songket... kebaya....

Ini Indonesia.
BUKAN ARAP !


 

Kirim email ke