Pemerintah R.I.  ditipu atau sengaja menerima dusta Freeport. antara lain, 
pemerintah Indonesia merestui kegiatan Freeprt dg menyatakan bhw tempat 
kegiatan itu disebut TEMBAGAPURA, seharusnya EMASPURA. Karena memang yg 
ditambang di sana adalah emas. Bagi yg tahu sedikit ttg pertambangan bijih emas 
biasanya terdpat dlm bentuk conglomerate dengan tembaga!

Mengenai 'keamanan' Freeport terbukti dijamin oleh sejumlah pasukan2 R.I. 
termasuk Kopasus dan juga oleh sejumlah retired Special Air Service personel 
dari Australia!

Ingat sewaktu jaman Gus Dur? Henry Kissenger tiba2 menawarkan menjadi penasihat 
Gus Dur ketika GD nyeletuk mau re-negotiate terms of contract dg Freeport. 
Henry Kissenger menawarkan jasa tsb not out of his kind heart, tapi karena dia 
adalah President dari Freeport.

Banyak pangmimpin negara kita yg sudah dibeli oleh multinational corporations 
khusus untuk menjual 

murah natural resources negara kita.

Tembak saja pangmimpin yg korup, yg mengorbankan nasib bangsa untuk kemakmuran 
diri dan partainya.

Gabriella


________________________________
 From: Matius Sepuluh <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>;
 "[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]"
 <[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>;
 "[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]> 
Sent: Thursday, 19 September 2013 2:17 AM
Subject: [hakekatku_00] TERNYATA TULISAN SAYA ADA PENDUKUNGNYA
 


  
Freeport Adalah VOC Masa Kini
 
http://sejarah.kompasiana.com/2012/11/23/freeport-adalah-voc-masa-kini-511206.html

PT Freeport Indonesia adalah satu-satunya korporasi penjajah yang masih eksis 
dan terjaga di tanah Papua Barat, Indonesia. Neo kolinialisme adalah sebutan 
yang sangat tepat untuk menggambarkan korporasi pengeruk emas terbesar di 
Indonesia ini. Bahkan pengerukan tambang Grasberg, yang merupakan tambang emas 
terbesar di dunia dan tambang tembaga ketiga terbesar di dunia ini, tidak hanya 
mengeruk tanah tetapi juga mengeruk kemerdekaan rakyat Papua. Akan tetapi 
apakah ada perbedaan antara neo kolonialisme dan kolonialisme?
Jika kita melihat ke sejarah bangsa Indonesia, kita pasti sangat ingat dengan 
kolonialisme yang dilakukan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie). Jika 
dilihat dari pola sistem penjajahan, VOC di Nusantara dapat dikatakan tidak 
secara langsung menjajah Indonesia, karena VOC menjajah kita lewat para 
penguasa pribumi. Para pejabat pribumi inilah yang membiarkan bahkan menjaga 
agar VOC dapat dengan leluasa menguras rempah-rempah dari tanah Nusantara.
Coba bandingkan VOC yang dahulu menjajah Nusantara dan didukung oleh pejabat 
pribumi, dengan Freeport yang saat ini masih bebas mengeruk tanah Papua dan 
dibiarkan oleh pemerintah Republik Indonesia. Jika dilihat dari sisi ini, jelas 
tidak ada bedanya antara Freeport dan VOC! Keduanya adalah korporasi penjajah 
yang didukung oleh penguasa pribumi. Perbedaanya hanya pada masanya, VOC 
didukung oleh penguasa pribumi, sedangkan Freeport sekarang didukung oleh 
pemerintah Indonesia.
Selain perbedaan komoditas, hanya perbedaan jaman yang membedakan antara 
kolonialisme ala VOC (rempah-rempah) dan neo kolonialisme ala Freeport (emas).
Akan tetapi, bukankah katanya Indonesia sudah merdeka? Mengapa masih ada 
korporasi penjajah seperti Freeport yang mengeruk emas dari tanah Papua? 
Bukankah Irian atau Papua Barat adalah bagian dalam NKRI yang sudah merdeka? 
Jika sudah merdeka, mengapa Papua masih dijajah oleh Freeport? Mengapa 
pemerintah RI membiarkan penjajahan Freeport terhadap tanah Papua?
Bukan bermaksud menuduh, tapi dari film dokumenter “Alkinemokiye” ada salah 
satu fakta yang menarik yang mengundang pertanyaan. Disebutkan bahwa dalam 10 
tahun terakhir, Freeport mengeluarkan dana Rp 711 Miliar untuk “uang keamanan” 
yang diberikan kepada para aparat pemerintah RI. Untuk apa Freeport memberikan 
uang sebesar itu kepada aparat pemerintah RI? Tentu saja untuk “mengamankan” 
penjajahan Freeport di tanah Papua!
Fakta lain dalam Alkinemokiye yang juga tidak kalah menarik adalah demo 
terbesar yang dilakukan buruh Freeport, pada 15 September 2011. Disebutkan 
8.000 dari 22.000 pekerja Freeport Indonesia melakukan aksi mogok menuntut 
kenaikan upah dari US $3,5/jam menjadi US $7,5/jam. Akan tetapi bukan kenaikan 
gaji yang mereka dapat, malah beberapa kawan mereka yang mati ditembak oleh 
penembak misterius. Setidaknya sejak bulan Juli 2009 sampai dengan bulan 
November 2011, 11 buruh dan sub-kontraktor Freeport, mati secara misterius.
Film Alkinemokiye bahkan sempat dilarang diputar dalam acara Screen Below The 
Wind Festival di Ubud, Bali, pada 16 November 2012 kemarin. Pelarangan ini 
langsung dilakukan oleh polisi dari Polda Ubud, yang langsung berjaga disekitar 
tempat SBWFestival berlangsung. Meskipun keadaan festival film dokumenter 
se-ASEAN itu sempat menjadi tegang, akhirnya acara langsung dilanjutkan dengan 
diskusi dengan sutradara film dokumenter Alkinemokiye, Dandhy Dwi Laksono. 
Mungkin karena kedatangan dan pencekalan polisi juga, Film Alkinemokiye 
akhirnya menjadi film dokumenter terfavorit dalam acara SBWFest.
Bisa kita lihat, Freeport yang sudah membayar “uang keamanan” kepada aparat 
pemerintah, sangat khawatir dengan kebenaran dalam Alkinemokiye. Sehingga film 
dokumenter Alkinemokiye, yang bercerita tentang perjuangan buruh Freeport, 
dicekal pemutarannya dalam SBWFestival.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx  
                                                                                
                                   


                                                                                
                           

>>Surat-menyurat :   [email protected], 
                                   [email protected], 
                                   [email protected], 
                                   [email protected], 
                                   [email protected],
                                   [email protected], 
 
>>Milis Group :         [email protected], 
                                    http://groups.yahoo.com/group/hakekatku_00/
 
                                    [email protected], 
                                    http://groups.yahoo.com/group/newhakekatku/
 
 
>> Bl o g :                  http://bloghakekatku.blogspot.com
 

Kirim email ke