Pemerintah RI itu ga ada niat smaa sekali unt bikin negaranya maju, bukan cuma sekedar di masalah sembako, bisa dibilang di semua sektor.
Liat aja keadaan di kota misalnya, bukannya makin maju, tp malahan makin semrawut, makin kotor, makin penuh sampah dll. Gobloknya, orang2 Islam dan anjing2 buduk piaraan mereka malahan muji2 RI. 2013/9/21 Gabriella Rantau <[email protected]> > ** > > > Negara R.I. harus malu karena buminya subur dan sementara ini tidak ada > konflik bersenjata. Vietnam yg hampir selama 75 tahun mengalami peperangan > dan kekejian sekarang sudah mampu mengEKSPOR beras ke banyak negara > Barat. > > Dibanding tanah air Indonesia negara mereka kecil, tapi negara kita yg > subur dan luas tidak pernah menghasilkan cukup bahan pokok kebutuhan > rakyat. PemerintahRI tidak ada political will utuk benar2 menanggulangi > kekurangan sembako. Dengan impor selalu ada kemungkinan korupsi. Yg jelas > harga sembako akan jauh lebih tinggi bagi rakyat yg masih kere. > > Ayo, pak Menteri Pertanian dan Perikanan lakukan sesuatu ,for a change. yg > menguntungkan, mensejahterakan bangsa. Ayo Pak Prez berbuatlah sesuatu yg > bermanfaat bagi rakyat. Jangan mikirin keluarga dewek atau partai. Do > something presidentail, beneficial for the poor people of Indonesia! > > Gabriella > > ------------------------------ > *From:* pinpinyuliansyah <[email protected]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Thursday, 19 September 2013 11:25 PM > *Subject:* [proletar] Yang Diperlukan Saat Ini Kedelai Murah, Bukan Mobil > Murah > > > Semurah - murahnya mobil baru, apanan nddak ada yang harganya 20 rebu > perak. Meskipun harga mobil baru jadi 50 juta perak, apan tetep itu harga > mobil nddak bakalan kebeli sama mang Khasam yang sehari kerja sebagai > tukang kebon cuman dapet gocap dengan beban 4 anak 1 Istri. Meskipun > dikasih gratis 1 mobil murah yang baru, apanan buat beli bensin nya gimana > ? Perawatan bulanannya berapa ? Belon kalau itu mobil nyengol atau > disenggol, lagian.. itu mobil mau dibuat apa ? Buat ngangkut rumput ? > > Jadi mobil murah itu buat siapa coba ? Da yang penting mah gimana tahu dan > tempe yang biasa dimakan sama mang Khasam dan sekeluarga harganya tetep > murah, bukan makin mahal atau harganya memang tetep tapi ukurannya jadi > makin mungil. > > Walaupun mau ngomong tetang mobil murah, atuh apanan banyak mobil bekas > yang masih mulus yang harganya di bawah 50 juta perak. > > Mobil baru itu justru menurut sayamah harus dijual mahal ! Kalau bisa mah > mobil baru itu jual nya di atas harga 500 juta. Bensin kasih deh harga 50 > rebu 1 liter, Harga tiket jalan tol naikkan 10 kali lipat, dan saat > bersamaan, bebaskan tiket jalan tol untuk public transportation, subsidi > BBM hanya diberikan untuk public transportation, itu angkot butut, bus > butut, termasuk busway butut, ganti sama armada yang bagus. 5 tahun > beroperasi, ganti dengan yang baru, siapkan jalur sepeda senyaman mungkin, > buat tempat kerja dan perumahan sedekat mungkin. > > Rakyat kita nddak perlu mobil murah, yang diperlukan itu adalah sembako > murah. > > ..... > > Monggo mau cerita sekian banyak ideologi "Import" apapun, tapi yang > diperlukan oleh mang Khasam itu bukan "Ideologi Baru", mang Khasam nddak > ambil pusing apa itu tesa antitesa, nddak perlu penjelasan tentang apa itu > Adam dan apa itu Evolusi Darwin, perdebatan - perdebatan tentang > kapitalisme - sosialisme adalah "barang mewah" bagi mang Khasam, yang > diperlukan mang Khasam itu hanya sembako murah dan pendidikan murah untuk 4 > orang anak - anak nya agar anak - anak nya pinter dan punya harapan hidup > yang lebih baik dan lebih sejahtera. > > ..... > > Ironis ... saat mang Khasam dan keluarga makan malam dengan tempe yang > kecil - kecil, disuguhi tontonan tentang mobil murah seharga puluhan juta, > disuguhi dengan tayangan infotainment yang cerita artis anu beli rumah 10 > Milyar, si Anu konvoy Mobil Lambo di Bali ...pejabat anu ketangkep basah > dapet suap 7.5 milyar duit cash. > > ..... > > Mang Khasam nddak punya banyak waktu untuk mengutuk Tuhan di milis seperti > Uplik. Karena mang Khasam setiap hari harus bekerja keras untuk menghidupi > anak istrinya dengan tetesan keringat, kadang darah dan air mata. > > Karena di sini, di negeri ini, jangan harap bisa menua dan bisa makan > cukup dengan mengandalkan tunjangan sosial dari pemerintah. Karena di sini, > di Negeri ini, nddak mungkin bisa menua, kerja hanya joging, dan internetan > kemudian makan minum dijamin oleh negara. > > Ini Indonesia. > Bukan Negeri Belanda. > > > > >
