Johny :

gua malah setuju dgn industri mobil Low Cost Green Car/LCGC alias mobil murah 
(walaupun buat si bleki pasti ngga murah).

selain memberi kesempatan pada masyarakat yg belum pernah menikmati nyamannya 
punya mobil (contoh: si bleki lagi),

ada beberapa hal positif dengan adanya LCGC karena pemerintah mensyaratkan 
produsennya untuk membuat mobil dgn spek: 

1. konsumsi bbm harus irit, paling tidak bisa 18-20km/liter, kayaknya gua mau 
ganti ke jenis ini buat wara wiri ke kantor

2. harga mulai 76 jutaan - 100an juta, yg ini memang sangat debatable untuk 
dibilang "murah", tergantung income dan nasib masing2

3. local content minimal 85%



nah, yg paling signifikan bakal menyumbang perkembangan ekonomi indonesia 
adalah point 3.

dengan local content yg tinggi, maka akan banyak industri lokal yg bakalan ikut 
terlibat.

mulai dari pembuat pentil, ban, velg, jok, kabel, lampu dsb. akan kebanjiran 
order.

belum lagi bisnis lanjutannya spt toko onderdil, bengkel, tukang cuci mobil 
(rejeki tambahan buat si bleki) dsb.

industri2 tsb. akan memuka lapangan kerja yg cukup besar sehingga orang2 yg 
kurang kerjaan (misal si bleki) 

akan punya aktifitas yg lebih produktif lagi daripada spt sekarang ini posting 
sampah mulu tiap detik di prol.



strategi local content juga dipakai negara2 insdustri seperti india dan china 
dalam memajukan ekonominya.

india sudah dikenal sebagai negara yg sangat mendorong industri dalam negrinya.

produktifitas film india bisa jadi melampaui hollywood, walaupun india juga 
membuat film kategori LCSM (Low Cost Stupid Movies).

gua pernah liat di natgeo ttg film low budget india yg ngga pernah peduli 
dengan keselamatan para stuntmant nya.

beberapa stunt man mati konyol, mulai dari jatoh dari gedung tinggi hingga 
tenggelam di danau saat ada adegan mobil kecemplung.

daripada bayar light industrial and magic atau pixar untuk membuat special 
effect, mendingan pake adegan beneran dan orang 

beneran untuk adegan2 berbahaya, toh populasi manusia di india banyak banget, 
begitu kali pikiran para produsen film india.

dulu mobil2 india juga bentuknya kayak tampang si kimhook, ngga enak diliat.

sekarang mulai lumayan, bahkan sudah diekspor ke mana2.



di china yg namanya aturan local content lebih gila lagi.

bukan cuman industri barang saja yg wajib punya local content (biarpun sambil 
bajak sana sini), 

bahkan film asing yg mau beredar di china juga diwajibkan untuk mengandung 
local content.

akibatnya film iron man 3 dibuat 2 versi, yg beredar di china ada pemain orang 
china nya, beda dgn yg beredar di luar china.

pemerintah china mewajibkan sang produser agar memasukkan local content alias 
artis2 china kalau filmnya mau diedarkan di china.

dan sang produser setuju mengingat penggemar film hollywood di china jumlahnya 
ratusan juta orang.

cincai lah kalo sekedar nambah sedikit biaya produksi untuk menampilkan si acay 
dan si amoy di film mereka.  



btw, terlepas dari pro kontra mobil murah, di bandung calon pembeli mobil 
toyota agya jumlahnya banyak banget sampe ribuan, tapi 

memang tidak sebanyak dosa si upik pada orang tuanya. 


====================================  
Pinpin :
====================================

Saya lupa, tadi siang atawa kemarin malam saya nonton "Debat Mobil Murah", yang 
jelas saya lihat di Metro TV. Itu Presenter ditemanin sama ahli ekonomi dari UI 
yang jelas2 tidak setuju atas program mobil murah ( "Sampai sekarang orang 
Indonesia tidak bisa membuat blok mesin ! Dan itu bukan berarti orang Indonesia 
bodoh, tapi karena pemerintah tidak berpihak dan malah jadi kaki tangan Jepang 
! < begitu katanya > ) ... kemudian dari Ujung telpon, orang YLKI dengan cerdas 
memberikan sekian banyak argumen yang intinya Tidak setuju dengan program 
ngawur mobil murah ...

Kemudian nara sumber dari partai berwarna "merah" si Moncong putih, dengan 
cerdas dan calm, memberikan argumen argumen cantik mengapa Partai nya ( juga 
Jokowi) tidak setuju dengan program mobil murah.

Yang lucu ... itu nara sumber dari Partai Biru ... partai penguasa yang 
belepotan saat berargumen dengan gaya bicara percis wayang goleK, Terlihat 
ngotot dan stupit. Apalagi ketika ditanya "Kapan program mobil nasional mau 
diluncurkan ?" Die malah ngomong ngaler ngidul nddak jelas juntrungannya.

Jusuf Kalla termasuk orang yang setuju dengan program mobil murah, namun saya 
tidak melihat dari setuju atau nddak setujunya, dalam acara debat itu sangat 
amat kelihatan betapa nara sumber dari partai yang berkuasa bener bener 
kelihatan bodoh. ( Coba kalau Jusuf Kalla yang diturunkan sebagai pihak yang 
"setuju" dan itu wakil dari PDIP berdiri di pihak yang "tidak setuju" tentu 
kita yang nonton bakal tertarik dan itu acara debat bisa lebih seru dari 
pertandingan Indonesia lawan manchester United.

Saya secara Pribadi bersimpati pada si moncong putih yang kader kader nya 
terlihat semakin dewasa dan semakin cerdas dibanding kader kader "pangeran 
biru" yang selalu kedodoran kalau sedang bersilat lidah di layar kaca.

Merdeka !






------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/

Kirim email ke