Wak ARahim, pertanyaan yg menjadi judul posting anda ini baru bolih bermanfaat kalau kita semua tahu, memahami jati diri dari Allah. Kalau terbukti bhw Allah sesuai dengan perkataannya sendiri yaitu dari ayat2 Kitab Suci tidak menunjukkan kearifan, penuh kasih, keadilan thdp semua ciptaannya termasuk perempuan, umat yg tidak beragama Islam, dst. maka tentunya mengikut Allah sedemikian akan membawa kehancuran dan bukan kesejahtraan dan bahagia.
Kita semua harus berani bertanya: (1) Apakah Allah itu maha adil. Artinya apakah Allah itu sengaja menyesatkan sebagaian ciptaannya dan membingin sebagian yg lain? (2) Apakah Allah itu adalah 'Pensiasat nombor wahid' = Chairul makarim? (3) Apakah Allah itu bijaksana dan tidak menganggap kaum perempuan rendah martabatnya? (4) Apakah Allah menghalalkan dusta (Al Taqiyya)? (5) Apakah Allah memerintahkan agar pengikutnya mensiasati, mengepung, mengintai,menyerang orang2 yg tidak bersalah? (6) Apakah Allah menentukan masa depan seseorang.Misalnya, ada orang yg ditentukan akan masuk neraka (sam ada dia taat beragama); (7) Apakah Allah mengajarkan tahayul. Misalnya, orang mati yg keluarganya menangisi kematiannya, akan disiksa di kubur? (8) Apakah Allah mengijinkan nabi-rasulnya melangggar ketentuan2 kitab suci, misalnya tidak menunggu idah, membunuh orang yg tidak mempercayainya, tidak meninggalkan surat wasiat, dst. dsb. (9) apakah Allah membeirkan Carte blance - membebaskan nabi-rasulnya untuk melakukan apa saja karena semua dosanya (di masa lalu, di masa depan) semuanya sudah diampuni? (10) Dst. Dsb. Kalau memang sedemikian, apakah bezanya anbtara Allah dan Syaiton? Gabriella ________________________________ From: ab rahim abdul hamid <[email protected]> To: [email protected] Cc: "[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; hans mandala <[email protected]>; Iman K. <[email protected]>; Jack Fanotona <[email protected]>; kepalaemase01 <[email protected]>; Omar moyo moyo <[email protected]>; pinpinyuliansyah <[email protected]>; rezameutia <[email protected]>; s s <[email protected]>; SilkRoad75 <[email protected]>; Gabriella Rantau <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]> Sent: Wednesday, 2 October 2013 4:47 AM Subject: [islam-kristen] SIAPA YANG ANDA IKUTI ALLAH ATAU SYAITAN?? Meskipun Allah SWT telah mengambil kesaksian kepada manusia tentang rububiyah-Nya saat mereka masih berada di alam ruh dan mengatakan “balaa syahidnaa” (Ya kami menyaksikan), namun dalam realitas kehidupan masih kita temukan kelompok manusia yang selalu mengingkari Allah SWT. Pada akhirnya mereka senantiasa mengingkari kebenaran yang telah dibawa para Nabi dan Rasul-Nya. Setiap risalah yang diserukan oleh para Rasul selalu saja mereka mendustakannya. Bahkan mereka dengan sengaja menjadikan diri mereka sebagai front penentang setiap kebenaran yang dibawa oleh para Rasul. Maka jelas bagi kita bahwasanya manusia terbagi menjadi dua kelompok atau dua golongan yang terus bermusuhan sepanjang sejarah peradaban dan kehidupannya. Sebagaian mereka ada yang sangat tunduk dan patuh kepada setiap seruan dan ajaran yang dibawa para Nabi dan Rasul. Mereka senantiasa meyakini kebenaran ayat-ayat ilahiah yang ditilawahkan dan diajarkan para Rasul, tampil sebagai pembela kebenaran dan berjuang dengan segala pengorbanan demi tegaknya kalimat “laa ilaaha illallah” di persada dunia. Mereka itulah yang disebut “Hizbullah” (Partai Allah) oleh al-Quran. Dan sebagian yang lain ada yang menjadi kelompok pendukung dan pembela kebatilan, kekufuran dan kemungkaran. Ikhwah Fillah… Perhatikan beberapa firman Allah dan hadits Rasulullah tentang hal ini; “Dan sesungguhnya kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan) : “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)” (QS 16:36) “Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi.” (QS 59:19) “Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari aklhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak, atau saudara-saudara, ataupun keluarga mereka. Mereka itu orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari pada-Nya………. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah bahwa sesungguhnya golongan Allah itu golongan yang beruntung.” (QS 59:22) Ikhwah Fillah… Dari beberapa ayat di atas, kita dapat menyimpulkan bahwasanya hizbusy syaithan ini terus berada dalam kesesatan dan kebatilan. Mereka tak henti-hentinya menebarkan kesesatan dan kebatilan ini dengan segala cara selama ada kesempatan. Mereka juga terus mempengaruhi manusia yang lain agar mau bersama-sama mereka untuk memperjuangkan keyakinannya dan menghasungnya dalam rangka bermaksiat kepada Allah. Langkah-langkah Hizbus Syaitan Ikhwah Fillah…. Hizbusy Syaithan tidak akan tinggal diam untuk mewujudkan keinginan dan impian-impiannya. Mereka senantiasa melangkah untuk menghimpun manusia-manusia yang bisa dipengaruhinya Inilah beberapa langkah yang ditempuh oleh mereka; Pertama, mereka berusaha keras mengeluarkan manusia dari cahaya Allah dan nilai-nilai keimanan. Allah berfirman; “Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS 2:257). Kedua, tazyiin (memandang bagus kemaksiatan). Mereka menganggap kemasiatan sebuah keta’atan, melakukan kemungkaran sebagai hak asasi dan meyakini kemaksiatan sebagai media perenungan karunia Allah. Inilah fenomena yang terjadi dewasa ini, fenomena masyarakat didominasi oleh penyakit syahwat dan syubhat. Allah befirman; “Dan Kami tetapkan bagi mereka teman-teman yang menjadikan mereka memandang bagus apa yang ada di hadapan dan di belakang meraka dan tetaplah atas mereka keputusan azab pada umat-umat yang terdahulu sebelum mereka dari jin dan manusia. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi.” (QS 41:25) Ketiga, taswis (membisikkan kejahatan dan membangun keraguan dalam hati manusia). Golongan yang telah dijerumuskan setan ini selalu berusaha membangun keraguan di dalam hati manusia-manusia lain akan kebenaran Islam. Mereka selalu mengingkari ayat-ayat ilahiah dan tidak pernah menempu jalan yang membawa petunjuk. Allah berfirman; “..dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari golongan jin dan manusia.” (QS 114:4-6) Ciri-ciri Hizbusy Syaithan Ikhwah Fillah…. Setiap kelompok memiliki ciri-ciri khusus yang menjadi karakter pembeda antara satu dengan yang lain. Sebagaimana hizbullah memiliki ciri-ciri atau muwashafat yang berkaitan dengan nilai-nilai ketaqwaan dan kemuliaan, maka hizbusy syaitan juga memiliki ciri-ciri tertentu sebagai berikut; Pertama, selalu lupa kepada Allah (ghaflah). “Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi.” (QS 59:19) Manusia dari golongan dan status apa saja apabila sudah dikuasai syaitan, niscaya ia akan lupa kepada Allah SWT. Dan pada akhirnya mereka akan mudah melakukan pelanggaran-pelanggaran dan menikmati hal-hal yang dilarang Islam. Coba kita renungkan kembali manusia-manusia yang saat ini duduk di tiga lembaga tinggi Negara, bagaimana perbuatan dan tindakan mereka yang selama ini dikuasai setan. Dan juga masyarakat kita yang masih bersama-sama setan, sebagaimana yang dilakukan oleh mereka dalam lembaran-lembaran kehidupan selama ini. Kedua, mengekor hawa nafsu “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti yang buruk yang menyia-nyiakan shalat dan mengikuti hawa nafsu, maka mereka kelak akan menemui kesesatan” (QS 19:59) Ketiga, menjauhi Al-Quran “Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat-Ku mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus menempuhnya…” (QS 7:146) Keempat, dikuasai syaitan “Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi.” (QS 59:19) Kelima, loyal kepada musuh-musuh Allah. “Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS 2:257) Ikhwah Fillah…. Semoga kita senantiasa termasuk penentang golongan ini dan menjadi hizbullah sepanjang kehidupan kita. Mereka akan hilang dan musnah, sementara hizbullah akan terus eksis dan memetik kemenangan sesuai janji Allah SWT. Wallahu A’lam bis-shawwab http://muna-terorisdapur.blogspot.com/p/ciri-ciri-syaitan.html
