Wak Abrahim, aku tid yg masih sajamemusuhi orang yg berlainan ugama. ak peduli 
apa orang percaya agama atau tidak. Aku tidak anti agama. Aku percaya bhw agama 
adalah urusan pribad krnnya tidak boleh dipaksakan oleh siapa sajaa termasuk 
oleh pemerintah.

Mungkin manusia semakin tidak percaya agama & Tuhan. that's fine with me. Yang 
sangat penting ialah sama ada orang berugama, orang harus menghrmati orang 
lain. Menghormati suku bangsa, budaya, bahasa dan juga iman-kepercayaannya 
(termasuk yg tidak percaya ugama).

Mudah2an manusia bisa lebih tolerant dengan orang lain. Mudah2an orang tidak 
menjadi robot ugama dan memusuhi bahkan menyerang dan membunuh orang yg 
berugama lain.

Mari kita perhatikan siapa saja di zaman ini yg masih setiap bulan, setiap 
minggu bahkan setiap hari memusuhi orang lain dengan keji hanya karena orang 
lain tidak sealiran, atau tidak seagama dengan mereka sendiri. Mungkin orang yg 
tidak beragama jauh lebih baik dari pada mereka yg mengaku berugama tapi 
kenyataannya perilakunya seperti syaiton.

Gabriella




________________________________
 From: ab rahim abdul hamid <[email protected]>
To: Gabriella Rantau <[email protected]> 
Cc: "[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" 
<[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; ab rahim abdul hamid <[email protected]>; hans 
mandala <[email protected]>; Iman K. <[email protected]>; 
Jack Fanotona <[email protected]>; kepalaemase01 
<[email protected]>; Omar moyo moyo <[email protected]>; pinpinyuliansyah
 <[email protected]>; rezameutia <[email protected]>; s s 
<[email protected]>; SilkRoad75 <[email protected]> 
Sent: Friday, 4 October 2013 7:44 PM
Subject: Eropa Meninggalkan Gereja-Gereja  Mengapa perlu di Indonesia?
 

Eropa Meninggalkan Gereja-Gereja

Selama lebih dari 1.600 tahun, kebanyakan daerah Eropa dikuasai oleh 
pemerintahan-pemerintahan yang mengaku Kristen. Seraya kita sekarang memasuki 
abad ke-21, apakah agama di Eropa berkembang? Pada tahun 2002, seorang sosiolog 
bernama Steve Bruce, dalam bukunya God is Dead—Secularization in the West ( 
Tuhan Jesus Sudah Mati—Sekularisasi di Barat), berkata mengenai Inggris, ”Pada 
abad kesembilan belas hampir semua pernikahan disertai upacara keagamaan.” 
Namun, pada tahun 1971, hanya 60 persen pernikahan di Inggris yang disertai 
upacara keagamaan. Pada tahun 2000 hanya 31 persen.

Mengomentari kecenderungan ini, koresponden agama dari Daily Telegraph London 
menulis, ”Semua denominasi utama, dari Gereja Anglikan dan Katolik Roma hingga 
Gereja Metodis dan Persatuan Gereja-Gereja Reformasi, sedang mengalami 
kemerosotan jangka panjang.” Mengenai sebuah laporan dia berkata, ”Dengan hanya 
dua persen penduduk yang menghadiri kebaktian hari Minggu, Gereja-Gereja 
Inggris akan menuju kepunahan pada tahun 2040.” Pernyataan yang sama telah 
dibuat mengenai agama di Belanda.

”Selama beberapa dekade belakangan ini, negeri kami tampaknya cenderung untuk 
semakin sekuler,” komentar sebuah laporan dari Kantor Perencanaan Sosial dan 
Budaya Belanda. Pada tahun 2020, diantisipasi bahwa 72% penduduk tidak lagi 
mempunyai keterkaitan apa pun dengan agama.” Sebuah narasumber Jerman 
mengatakan, ”Semakin banyak orang Jerman beralih ke ilmu sihir dan ilmu gaib 
demi mendapatkan penghiburan yang dahulu mereka peroleh dari gereja-gereja, 
pekerjaan serta keluarga. . . . Gereja-Gereja di seluruh negeri terpaksa tutup 
karena kekurangan jemaat.”

Di Eropa, orang-orang yang masih pergi ke gereja biasanya melakukannya bukan 
karena ingin mengetahui apa yang Allah kehendaki dari mereka. Sebuah laporan 
dari Italia mengatakan, ”Orang-orang Italia menyesuaikan agama mereka supaya 
cocok dengan gaya hidup mereka.” Seorang sosiolog di sana mengatakan, ”Kami 
mengambil dari khotbah paus apa yang cocok untuk kami.” Hal yang sama juga 
dikatakan mengenai orang Katolik di Spanyol. Di sana, semangat beragama telah 
digantikan oleh konsumerisme dan pencarian akan surga ekonomi—dalam kehidupan 
sekarang ini.





--------------------------------------------
On Thu, 3/10/13, Gabriella Rantau <[email protected]> wrote:

Subject: Re: [Indonesia-Rising] Perjalanan perizinan Gereja St. Bernadette, 
Tangerang
To:  Date: Thursday, 3 October, 2013, 5:34 PM

Yah, rupanya banyak
umat yg merupakan rahmatan il alamin ini mau menangnya
sendiri.di balik kegigihan mereka melawan 'ajaran
sesat' agama lain termasuk ajaran Kristiani, jelas
banyak tindakan mereka menunjukkan kegalauan, ketidak
pastian, ketakutan mereka menghadapi ajaran agama lain.
Dengan kata lain seagian mereka ini sangat MINDER. Mereka
akan melakukan segala macam tindakan untuk menutupi
ke-minder-an mereka. Mereka tak peduli apakah tindakan
mereka itu melanggar toleransi bermasyarakat, melanggar
aturan dan hukum.

Semboyan mereka rupanya: "pokonya kita menang!"
Allahuakhbar x3.

Gabriella


      
   From: Tawangalun
<[email protected]>
  To:
[email protected];
[email protected];
[email protected]; [email protected];
[email protected]; [email protected];
[email protected]; [email protected];
[email protected]; [email protected];
[email protected]; ab rahim abdul hamid
<[email protected]>; hans mandala
<[email protected]>; Iman K.
<[email protected]>; Jack Fanotona
<[email protected]>; kepalaemase01
<[email protected]>; Omar moyo moyo
<[email protected]>; pinpinyuliansyah
<[email protected]>; rezameutia
<[email protected]>; s s
<[email protected]>; SilkRoad75
<[email protected]> 

  Sent:
Thursday, 3 October 2013 6:10 PM
  Subject:
[Indonesia-Rising] Perjalanan perizinan Gereja St.
Bernadette, Tangerang
    

 



  


    
      
      
       Berusaha patuh pada pemerintah, Paroki
St. Bernadette memindah ibadahnya
dari
Sekolah Sang Timur di Karangtengah, Ciledug, Tangerang
(2004) karena
ditolak kelompok intoleran.
Mereka mendapat izin mendirikan bangunan di

Bintaro, tetapi hari Mingggu massa mengatasnamakan warga,
menyegel Gereja
Katolik Paroki St.
Bernadette. ICRP (Indonesian Conference on Religion and
Peace) melalui Koordinator Bidang Informasi,
Komunikasi, dan Penelitian,

Ahmad Nurcholish mengatakan, "Mempercayai pemerintah
sia-sia. Mereka tunduk
pada mayoritas, bukan
tunduk pada hukum."

Sejarah berdirinya Paroki St. Bernadette

Paroki St. Bernadette adalah
gereja Katolik di bawah dekenat Tangerang,

Keuskupan Agung Jakarta. Paroki ini didirikan pada 11
Februari 1990 dengan
ditandai pembentukan
Pengurus Gereja dan Dana Papa (PGDP) Roma Katolik
Paroki Santa Bernadette, Ciledug oleh Uskup
Agung Jakarta, Leo Sukoto SJ

(Alm).

Karena tidak
memiliki tempat ibadah permanen, kebaktian Minggu dan
kegiatan
keagamaan di hari raya kristiani
secara bergantian dilaksanakan
berpindah-pindah. Misalnya: bekas bedeng
kompleks perumahan Ciledug Indah,

bekas gudang padi di kompleks Asrama Polri Ciledug, dan
Gudang Arsip
Kompleks Keuangan Karang Tengah
Ciledug.

Dua tahun
kemudian, pengurus gereja mengajukan permohonan kepada
Bupati
Tangerang (20/7/92) untuk
memanfaatkan Bangunan Sementara Sekolah (BSS) Sang

Timur di Kompleks Barata/Keuangan Karang Tengah, Ciledug
sebagai tempat
menjalankan ibadah.

PGDP mendapatkan rekomendasi
melaksanakan kegiatan keagamaan umat Katolik
Kepala Desa Karang Tengah melalui Surat No.
192/Pem/VII/1992, tanggal 21

Juli 1992, dengan tembusan disampaikan kepada Bupati
Tangerang, Walikota
Tangerang, Musyawarah
Pimpinan Kecamatan Ciledug, Ketua RW dan Ketua RT
sekompleks Barata Karang Tengah.

Sejak itu kegiatan peribadatan
berlangsung dan terkonsentrasi di BSS Sang

Timur dengan aman, dan tenteram untuk seluruh umat Katolik
Paroki Santa
Bernadette Ciledug (8.975 jiwa)
yang berasal dari enam kecamatan (Karang
Tengah, Ciledug, Larangan, Cipondoh, Pondok
Aren dan sebagian Serpong).


Penolakan tiba-tiba

Setelah 12 tahun berjalan, tanpa ada
pembicaraan atau berita sebelumnya,
Sekolah
Sang Timur memperoleh surat nomor: Kd.258.5/BA.00/248/2004
dari
Kepala Departemen Agama Kantor Kota
Tangerang, 29 Juli 2004, meminta

menghentikan kegiatan keagamaan dengan menggunakan gedung
sekolah.

Sebulan kemudian,
tiba-tiba Ketua Pengurus Gereja dan Dana Papa (PGDP)
Paroki St. Bernadette Karang Tengah memperoleh
surat dari Lurah Karang

Tengah, no. 642/71-KRT/04, tanggal 30 Agustus 2004, perihal
Pencabutan
Rekomendasi Surat Lurah Karang
Tengah No. 192/Pem/VUU/92.

Setelah pencabutan surat rekomendasi, beberapa
kali ibadah diganggu dengan
demonstrasi dan
orasi oleh sekelompok warga yang menamakan dirinya Forum

Komunikasi Umat Islam Karang Tengah yang menginginkan
dihentikannya kegiatan
keagamaan di BSS Sang
Timur Karang Tengah Ciledug. Puncaknya pada Minggu, 3
Oktober 2004, massa yang menyebut masyarakat
sekitar melakukan demonstrasi

dan meminta tempat tersebut tidak lagi digunakan untuk
ibadah. Mereka bahkan
membangun tembok di
pintu gerbang menuju sekolah itu, dan memblokir akses ke
sekolah. Mereka juga mengusir umat yang sedang
beribadah.


Walau keberadaan Paroki St. Bernadette
dibela Ketua Pengurus Besar Nahdatul
Ulama
waktu itu, Abdurrahman Wahid, dan pegiat perlindungan anak,
Seto
Mulyadi, tidak menyurutkan kelompok
intoleran ngotot peribadatan dihentikan.


Kompromi, mendapat IMB, tetapi tetap
ditolak di Bintaro

Jemaat
Paroki St. Bernadette berkompromi. Dalam pertemuan dengan
tim dari
kementerian agama pada 29 Oktober
2004, disepakati jemaat Paroki St.
Bernadette mencari lahan baru. Dalam
pernyataannya, Menteri Agama waktu

itu, Muhammad M. Basyuni menegaskan persoalan kasus warga
perumahan Karang
Tengah Ciledug, Tangerang
Banten dengan Yayasan Pendidikan Karya (YPK) Sang
Timur telah selesai dan tuntas. Murid-murid di
sana sudah dapat belajar

kembali. "Ini bukan persoalan agama. Jadi itu hanya
masalah kesalahpahaman."

Jemaat Paroki St. Bernadette pun nomaden.
Jemaat paroki ini kemudian
menggelar misa
dengan menumpang di sejumlah tempat. Mereka paling sering

beribadah di Gereja Maria Kusuma Karmel, Gedung Lokagenta di
Perumahan
Ciledug Indah I, Balai Pertemuan
RW di Metro Permata I, dan Pondok Lestari.

Tempat-tempat itu dipilih
karena lokasinya dekat dengan gereja sebelumnya.

Akhirnya, paroki menemukan lokasi di Kelurahan Sudimara
Pinang dan
memutuskan membangun gereja di
sana. Menurut Sekretaris Eksekutif Komisi
Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi
Waligereja Indonesia (KWI),

Romo Benny Susetyo, mengatakan, paroki tersebut memperoleh
izin mendirikan
bangunan (IMB) pada 11
September 2013. "Warga telah menyetujui pembangunan
tersebut," kata Romo Benny. Namun,
kemarin, upaya mereka kembali ditolak

warga sekitar.

Ratusan
orang menggelar unjuk rasa menolak pembangunan Gereja
Katolik Santa
Bernadette di Bintaro,
Kelurahan Sudimara Pinang, Kota Tangerang, kemarin.
Selain berunjuk rasa, mereka menghentikan
kegiatan ibadah yang sedang

berlangsung dengan menggembok gerbang masuk gereja.

Pernyataan dari ICRP

Ahmad Nurcholish, Koordinator
Bidang Informasi, Komunikasi, dan Penelitian
ICRP mengungkapkan kepada satuharapan.com,
"Pemerintah tidak dapat

diandalkan untuk mengatasi permasalahan intoleransi karena
mereka terdiri
dari para politikus yang
memiliki banyak kepentingan." Jika pemerintah diisi
para negarawan, mereka akan berusaha menegakkan
hukum, kata Nurcholish.

"Namun, kenyataannya mereka tunduk kepada kelompok yang
mengatasnamakan diri
mayoritas,"
katanya.



Mohammad
SAW a Pedophile

______________________________________________________________________________________________________________________
______________________________________________________________________________________________________________________
Aku dan Bapa adalah satu." (Yoh
10:30) Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam
Bapa." (Yoh 10:34-38)
Yesus mengatakan bahwa Bapa dan Yesus adalah satu
oknum
"Hai Maryam, sesungguhnya
Allah menggembirakan kamu dengan kalimat daripada-Nya,
namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di
dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang
didekatkan (kepada Allah)”.(QS.3:45)

YESAYA
28:1616 sebab itu beginilah Firman TUHAN
ALLAH: "Sesungguhnya, AKU meletakkan sebagai dasar di
Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang
mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak
akan gelisah!


35. Dari Abu Hurairah r.a : Rasulullah saw
bersabda, “Demi Allah yang 
jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya telah dekat masa
Isa anak 
Maryam akan turun di tengah-tengah kamu.



Dia akan menjadi hakim yang adil, akan dihancurkannya salib,
dibunuhnya 
babi, dihapuskannya pajak dan kekayaan akan melimpah ruah,
sehingga 
tidak seorang pun lagi yang bersedia menerima pemberian.”




36. Dari Jabir bin Abdullah r.a : Rasulullah saw bersabda,
“Akan 
senantiasa ada hingga hari kiamat, segolongan umatku yang
berjuang 
menegakkan kebenaran dan mereka pasti menang.”



Kata Nabi saw selanjutnya : “Sementara itu Nabi Isa a.s
akan turun ke 
tengah-tengah umat. Lalu pemimpin-pemimpin mereka berkata
kepadanya, 
‘Sudilah Anda solat dan menjadi pemimpin kami.’



Jawab Nabi Isa a.s, ‘Tidak! Masing-masing kamu boleh
menjadi pemimpin 
bagi yang lain, selaku suatu kehormatan yang dilimpahkan
Allah kepada 
umat ini.” 







    
      

    
     



#yiv776279983   --
   #yiv776279983ygrp-mkp {
border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px
0;padding:0 10px;}

#yiv776279983  #yiv776279983ygrp-mkp hr {
border:1px solid #d8d8d8;}

#yiv776279983  #yiv776279983ygrp-mkp #yiv776279983hd {
color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}

#yiv776279983  #yiv776279983ygrp-mkp #yiv776279983ads {
margin-bottom:10px;}

#yiv776279983  #yiv776279983ygrp-mkp .yiv776279983ad {
padding:0 0;}

#yiv776279983  #yiv776279983ygrp-mkp .yiv776279983ad p {
margin:0;}

#yiv776279983  #yiv776279983ygrp-mkp .yiv776279983ad a {
color:#0000ff;text-decoration:none;}
#yiv776279983  #yiv776279983ygrp-sponsor
#yiv776279983ygrp-lc {
font-family:Arial;}

#yiv776279983  #yiv776279983ygrp-sponsor
#yiv776279983ygrp-lc #yiv776279983hd {
margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}

#yiv776279983  #yiv776279983ygrp-sponsor
#yiv776279983ygrp-lc .yiv776279983ad {
margin-bottom:10px;padding:0 0;}

#yiv776279983  #yiv776279983actions {
font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}

#yiv776279983  #yiv776279983activity {
background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}

#yiv776279983  #yiv776279983activity span {
font-weight:700;}

#yiv776279983  #yiv776279983activity span:first-child {
text-transform:uppercase;}

#yiv776279983  #yiv776279983activity span a {
color:#5085b6;text-decoration:none;}

#yiv776279983  #yiv776279983activity span span {
color:#ff7900;}

#yiv776279983  #yiv776279983activity span
.yiv776279983underline {
text-decoration:underline;}

#yiv776279983  .yiv776279983attach {
clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}

#yiv776279983  .yiv776279983attach div a {
text-decoration:none;}

#yiv776279983  .yiv776279983attach img {
border:none;padding-right:5px;}

#yiv776279983  .yiv776279983attach label {
display:block;margin-bottom:5px;}

#yiv776279983  .yiv776279983attach label a {
text-decoration:none;}

#yiv776279983  blockquote {
margin:0 0 0 4px;}

#yiv776279983  .yiv776279983bold {
font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}

#yiv776279983  .yiv776279983bold a {
text-decoration:none;}

#yiv776279983  dd.yiv776279983last p a {
font-family:Verdana;font-weight:700;}

#yiv776279983  dd.yiv776279983last p span {
margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}

#yiv776279983  dd.yiv776279983last p
span.yiv776279983yshortcuts {
margin-right:0;}

#yiv776279983  div.yiv776279983attach-table div div a {
text-decoration:none;}

#yiv776279983  div.yiv776279983attach-table {
width:400px;}

#yiv776279983  div.yiv776279983file-title a, #yiv776279983 
div.yiv776279983file-title a:active, #yiv776279983 
div.yiv776279983file-title a:hover, #yiv776279983 
div.yiv776279983file-title a:visited {
text-decoration:none;}

#yiv776279983  div.yiv776279983photo-title a, #yiv776279983 
div.yiv776279983photo-title a:active, #yiv776279983 
div.yiv776279983photo-title a:hover, #yiv776279983 
div.yiv776279983photo-title a:visited {
text-decoration:none;}

#yiv776279983  div#yiv776279983ygrp-mlmsg
#yiv776279983ygrp-msg p a span.yiv776279983yshortcuts {
font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}

#yiv776279983  .yiv776279983green {
color:#628c2a;}

#yiv776279983  .yiv776279983MsoNormal {
margin:0 0 0 0;}

#yiv776279983  o {
font-size:0;}

#yiv776279983  #yiv776279983photos div {
float:left;width:72px;}

#yiv776279983  #yiv776279983photos div div {
border:1px solid
#666666;height:62px;overflow:hidden;width:62px;}

#yiv776279983  #yiv776279983photos div label {
color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}

#yiv776279983  #yiv776279983reco-category {
font-size:77%;}

#yiv776279983  #yiv776279983reco-desc {
font-size:77%;}

#yiv776279983  .yiv776279983replbq {
margin:4px;}

#yiv776279983  #yiv776279983ygrp-actbar div a:first-child {
margin-right:2px;padding-right:5px;}

#yiv776279983  #yiv776279983ygrp-mlmsg {
font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean,
sans-serif;}

#yiv776279983  #yiv776279983ygrp-mlmsg table {
font-size:inherit;font:100%;}

#yiv776279983  #yiv776279983ygrp-mlmsg select, #yiv776279983
  input, #yiv776279983  textarea {
font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}

#yiv776279983  #yiv776279983ygrp-mlmsg pre, #yiv776279983 
code {
font:115% monospace;}

#yiv776279983  #yiv776279983ygrp-mlmsg * {
line-height:1.22em;}

#yiv776279983  #yiv776279983ygrp-mlmsg #yiv776279983logo {
padding-bottom:10px;}


#yiv776279983  #yiv776279983ygrp-msg p a {
font-family:Verdana;}

#yiv776279983  #yiv776279983ygrp-msg
p#yiv776279983attach-count span {
color:#1E66AE;font-weight:700;}

#yiv776279983  #yiv776279983ygrp-reco #yiv776279983reco-head
{
color:#ff7900;font-weight:700;}

#yiv776279983  #yiv776279983ygrp-reco {
margin-bottom:20px;padding:0px;}

#yiv776279983  #yiv776279983ygrp-sponsor #yiv776279983ov li
a {
font-size:130%;text-decoration:none;}

#yiv776279983  #yiv776279983ygrp-sponsor #yiv776279983ov li
{
font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}

#yiv776279983  #yiv776279983ygrp-sponsor #yiv776279983ov ul
{
margin:0;padding:0 0 0 8px;}

#yiv776279983  #yiv776279983ygrp-text {
font-family:Georgia;}

#yiv776279983  #yiv776279983ygrp-text p {
margin:0 0 1em 0;}

#yiv776279983  #yiv776279983ygrp-text tt {
font-size:120%;}

#yiv776279983  #yiv776279983ygrp-vital ul li:last-child {
border-right:none !important;}
#yiv776279983 

Kirim email ke