Seseorang berwibawa bukan karena kedudukannya, bukan karena gelar akademisnya. Orang berwibawa kalau hati-nuraninya bersih. Kalau dia memperhatikan nasib orang lain - termasuk rakyat - dan tidak sekedar kesejahteraan diri, keluarga dan partai.
Besar tubuh, tapi kecil nyali. Gabriella ________________________________ From: Tawangalun <[email protected]> To: [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; ab rahim abdul hamid <[email protected]>; hans mandala <[email protected]>; Iman K. <[email protected]>; Jack Fanotona <[email protected]>; kepalaemase01 <[email protected]>; Omar moyo moyo <[email protected]>; pinpinyuliansyah <[email protected]>; rezameutia <[email protected]>; s s <[email protected]>; SilkRoad75 <[email protected]> Sent: Monday, 7 October 2013 9:57 AM Subject: [Indonesia-Rising] SBY presiden bergelar S3 tidak berwibawa betapa tidak berwibawanya pemerintahan presiden bergelar S3 yang dapat honoris causa di mana-mana, dan dapat penghargaan internasional berkali-kali. Mohammad SAW a Pedophile ______________________________________________________________________________________________________________________ ______________________________________________________________________________________________________________________ Aku dan Bapa adalah satu." (Yoh 10:30) Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa." (Yoh 10:34-38) Yesus mengatakan bahwa Bapa dan Yesus adalah satu oknum "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)”.(QS.3:45) YESAYA 28:16 16 sebab itu beginilah Firman TUHAN ALLAH: "Sesungguhnya, AKU meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah! 35. Dari Abu Hurairah r.a : Rasulullah saw bersabda, “Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya telah dekat masa Isa anak Maryam akan turun di tengah-tengah kamu. Dia akan menjadi hakim yang adil, akan dihancurkannya salib, dibunuhnya babi, dihapuskannya pajak dan kekayaan akan melimpah ruah, sehingga tidak seorang pun lagi yang bersedia menerima pemberian.” 36. Dari Jabir bin Abdullah r.a : Rasulullah saw bersabda, “Akan senantiasa ada hingga hari kiamat, segolongan umatku yang berjuang menegakkan kebenaran dan mereka pasti menang.” Kata Nabi saw selanjutnya : “Sementara itu Nabi Isa a.s akan turun ke tengah-tengah umat. Lalu pemimpin-pemimpin mereka berkata kepadanya, ‘Sudilah Anda solat dan menjadi pemimpin kami.’ Jawab Nabi Isa a.s, ‘Tidak! Masing-masing kamu boleh menjadi pemimpin bagi yang lain, selaku suatu kehormatan yang dilimpahkan Allah kepada umat ini.” 2013/9/27 Lisman Manurung <[email protected]> > > >Pemerintahan SBY jangan biarkan dirinya didikte oleh political mass. >Ciri-ciri dari politik massa adalah mengabaikan eksistensi hukum dan mengelola >sentimen warga setempat. Tujuannya tidak ada yang jangka panjang cuma jangka >pendek belaka, misalnya agar di setiap wilayah suara mayoritas harus menjadi >perintah. Orang-orang yang dalam politik massa adalah penggangguran. Serta >kemudian orang yang memimpin biasanya bukan non-elite politik dan juga bukan >massa biasa. Mereka adalah in between, karena mereka tak bisa memenuhi >standar elite, misalnya bisa menerima eksistensi elite lainnya. Menjadi massa >mereka tak biasa lagi, karena dari segi uang dan pengaruh sudah dielu-elukan >massa... > >Mendagri kita diserang habis oleh Ahok. Mendagri adalah eks gubernur suatu >wilayah yang Islami, yaitu Sumbar. Di seluruh Sumbar komunitas dominan adalah >orang Minang dan Muslim, tidak ada keragaman. Maka jangan heran jika pak >Mendagri kita tak biasa dengan pluralitas. > >Tidak bermaksud mengatakan bahwa orang Minang tidak nasionalis. Jangankan >nasionalis, yang sosialispun dan martir untuk idenya ada, macam pejuang yang >saya hormati yaitu Sjahrir. Atau? Ada pula yang komunis... > >Jadi, sekali lagi, apa yang dikatakan Ahok seperti di bawah ini adalah betul >adanya. Negara jangan tunduk pada tekanan political mass. (Baca buku Thomas R >Dye dan Harmon Ziegler, The Irony of Democracy, 2011) Jika ada yang demo >engga perlu terlalu diterima. > > >Logikanya? Jika kita keterusan tunduk pada tekanan political mass maka >risikonya bukan di Indonesia Barat, tetapi di Timur sana, misalnya di Pulau >Sangir Talaud, Miangas. Rakyat Miangas yang di tetangga dengan Filipina, >kristen dan juga bersodara dengan kaum Filipino. Andaikata kemudian seluruh >rakyat Indonesia di Pulau Miangas, bukan hanya karena alasan agama yang sama >minta disatukan dengan Filipina, tetapi juga mereka betul-betul bersodara >dengan orang-orang di FIlipina, apakah Mendagri akan setuju saja? > >Pulau Miangas berjarak kira-kira 50 km dari daratan Filipina. Komunitasnya >beragama Kristen, tetapi lebih dari itu lebih dekat adat-istiadatnya rumpun >adatnya dengan orang FIlipina. Mereka biasa berhimpun dalam acara adat, dan >bepergian cukup dengan motor boat biasa. Lantas, jika seluruh penduduk >Miangas meniru demo segelintir warga Lenteng Agung yang menolak Lurah >Kristen, dan kemudian bergerombol di depan kantor pemda seusai ibadah minggu, >karena semua memang Kristen, apakah Mendagri akan menelepon pemda setempat >agar segera berkemas mengalihkan Miangas menjadi wilayah Filipina? > > >Ahok: Mendagri Harus Belajar Konstitusi >Ahok menentang jika pemindahan lurah didasarkan oleh penilaian suka tidak suka. > * > >Merdeka >Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) marah atas pernyataan >Mendagri Gamawan Fauzi yang meminta untuk mempertimbangkan kembali Susan >Jasmine Zulkifli sebagai lurah Lenteng Agung. Pernyataan Mendagri itu muncul >setelah lurah Lenteng Agung didemo oleh warganya. >"Bilang sama Mendagri, kami jadi gubernur dan wakil gubernur cuma dipilih 52,7 >persen warga DKI. Berarti Pak Fauzi Bowo didukung oleh penduduk yang kalau >ditotal secara jumlah proporsi hampir 4 juta lebih orang Jakarta yang tidak >suka sama kami, tidak pilih kami," katanya di sela-sela acara Apel Besar >Satgas Banjir dan Satgas Jalan Rusak di Monas, Jakarta, Jumat (27/9). >Ahok mengatakan, jika 4 juta orang tersebut demo di depan Balai Kota, apakah >Mendagri akan menggunakan kata yang sama? "Dia bisa simpulkan Jokowi-Ahok >tidak cocok memimpin di DKI karena ada 4 juta orang menolak. Itu pertanyaan >saya sama Mendagri," katanya. >Kemudian Ahok mencontohkan jumlah penduduk Lenteng Agung. Bila jumlah >penduduknya 55 ribu orang, dan yang berunjuk rasa berjumlah 25 ribu orang, >maka belum mencapai 50 persen plus 1 warga Lenteng Agung. >"Dia harus belajar konstitusi. Menurut saya Mendagri itu perlu belajar tentang >konstitusi. Ini negara Pancasila, bukan ditentukan oleh orang tolak atau tidak >tolak," tegasnya. >Meski Ahok menganggap Mendagri tak paham konstitusi, Ahok enggan memberikan >kuliah umum tentang konstitusi pada Mendagri. "Enggak usah kasih kuliah umum, >enggak pantas itu!" katanya dengan nada tinggi. >Dua hari lalu, Lurah Susan didesak oleh sejumlah warga Lenteng Agung untuk >pindah atau mutasi dari jabatannya sebagai lurah. Alasan mereka memiliki latar >belakang agama yang berbeda dengan mayoritas penduduk Lenteng Agung. > >
