balsem alias blsm itu singkatan dari bantuan langsung sementara bukan sembako, jadi yg di bagi2in itu ya duit tunai juga. ini akal2an sby dan demokrat yg udah ancur kredibiltasnya untuk menarik simpati rakyat menjelang pemilu 2014. dalihnya sih untuk membantu orang miskin yg terkena dampak kenaikan bbm.
yah gembel model si uplik mah girang aja ada sinterklas dadakan bagi2 duit, mau sementara keq, mau selamanya keq, bodo teuing. ironisnya, saat pembagian balsem itu banyak yg ngantri sambil bbm-an, main game pake hp, atau yg pake kalung emas berenteng di lehernya. banyak tuh beritanya di koran sama tv. tapi pemerintah masabodo liat kekonyolan itu, yg penting duit negara berhasil di bagi2in biar tahun depan segelintir rakyat bego bisa ngomong "tuh liat jaman sby mah sinterklas dateng ngga perlu nunggu hari natal". gua sih ngga keberatan rakyat miskin dikasih duit tunai, asal duitnya dari kantong sby, ruhut sitompel, sutan batubata, dan cecurut2 demokrat itu, jangan dari duit rakyat yg dikumpulkan lewat pajak trus ditampung di apbn itu. ---In [email protected], <[email protected]> wrote: Beberapa saat yang lalu apan kita mendengar gerakan Walikota Bandung yang baru yang menghimbau agar masyarakat Bandung TIDAK MEMBERI UANG pada pengemis. Walikota Bandung apan sudah menawarkan gaji 750 rebu per bulan asalkan pengemis - pengemis itu mau kerja bersih - bersih jalan dan tawaran itu ditolak mentah - mentah kecuali Walikota berani membayar mereka 4 sd 10 juta per bulan -- karena -- menurut para pengemis itu, income mereka sebagai pengemis di kota Bandung ya jumlah nya segitu : 4 sd 10 juta per bulan ! Tadi malem istri saya cerita tentang "balsem", saya tanya "Maksud nya obat gosok bun ?" Si Bunda jawap "Bukan ayah, itu program pemerintah yang namanya Bantuan Langsung Sembako Murah". Sambil lalu saya komen "Ph, bagus atuh kalau pemerintah kasih bantuan mah", Istri saya tiba - tiba nada nya agak naik dikit "Idih ayaaahhhh ! Apanya yang bagus ? Kemarin kan nama bantuannya BLT, Bantuan Langsung Tunai, Sekarang Namanya "Balsem" Bantuan Langsung Sembako, orang yang nerima bantuan ya itu - itu juga ...bahkan bertambah, artinya tingkat kemiskinan apan ya gitu - gitu juga, malah bertambah. Jadi pengentasan kemiskinannya di mana ? " Saya garuki - garuk kepala, lagi nddak siap buat bicara yang berat - berat kayak gitu. "Walikota Bandung lagi berusaha memberantas pengemis, namun di sisi lain, pemerintah malah melestarikan para pengemis." Istri saya bicara lagi sambil makan martabak telor kesukaannya. "Lho, kalau mereka nddak dibantu atuh kasihan apan nggak bisa beli sembako geh ..." Saya menggoda dengan pertanyaan sederhana. "Ya bukan dikasih duit ! Bukan Dikasih Sembako ! Tapi disiapkan lapangan pekerjaan ! Kasih PAncing ! Bukan dikasih ikan ! Mestinya begitu atuh !" "Ih, si bunda makin cerdas aja euy ... ngomong - ngomong udah mandi belum ini teh ?" Istri saya nyengir. "Baru mau, nanti habis makan martabak baru mandi, lagian belum shalat isya " Hehe ... mau mandi aja mesti disuap sama Martabak Telor dulu. Kalau nddak dikirim martabak telor kayaknya si Bunda nddak mandi nih malam ini, hadeh .... bisa burem atuh dunia persilatan. Ha haayyy .... !
