Benar, bashing Islam itu bosan. Tapi sialnya kita itu hidup
satu atap dengan mereka. Walopun kita tidak cari suatu hal yg
bejad moral diwarta berita, mau tidak mau dia datang sendiri
kedepan congor kita utk membacanya :

http://internasional.kompas.com/read/2013/10/08/1423258/Ulama.Saudi.Dibui.karena.Tewaskan.Putrinya

RYADH, KOMPAS.COM — Seorang ulama Arab Saudi yang dituduh telah menyiksa 
putrinya yang berusia lima tahun dan memukulinya hingga tewas divonis hukuman 
delapan tahun penjara dan hukum cambuk 600 kali.

Kasus Fayhan al Ghamdi menjadi berita utama di seluruh dunia awal tahun ini 
ketika pengadilan Saudi diduga mungkin akan membiarkan ulama itu lolos dari 
hukuman. Para aktivis lalu memulai kampanye yang dinamai sesuai nama putrinya, 
"Saya Lama", untuk menekan pihak berwenang agar mencegah Ghamdi bebas.

Al Ghamdi tidak diakui sebagai ulama oleh lembaga keagamaan Saudi.

Rincian mengerikan tentang pelecehan yang diderita Lama al Ghamdi terungkap 
dalam catatan medis rumah sakit tempat dia dirawat selama 10 bulan sebelum 
akhirnya meninggal. Rusuk bocah itu patah, kuku tangan robek, dan tengkoraknya 
remuk. Dia dipukul dengan tongkat dan kabel listrik. Dia juga menderita luka 
bakar.

Kekerasan itu terjadi saat gadis cilik itu tinggal bersama sang ayah, yang 
telah berpisah dari ibunya.

Dilaporkan bahwa al Ghamdi menduga putrinya telah kehilangan keperawanannya. Ia 
lalu memukul dan menganiayanya sebagai tanggapan atas kehilangan keperawanan 
itu. Bahkan, ada dugaan, sang ayah telah memerkosa sendiri putrinya itu. Namun, 
hal itu dibantah oleh ibu korban.

Kemarahan atas kasus itu menjadi semakin intensif pada awal tahun ini ketika 
para aktivis mengatakan bahwa Ghamdi mungkin akan melenggang bebas meski 
mengaku telah memukuli Lama.

Hakim dalam kasus itu menyatakan bahwa salah satu hukum Islam menyatakan 
seorang ayah tidak bisa dimintai bertanggung jawab penuh atas kematian 
anak-anaknya.

Para aktivis memperingatkan bahwa sepertinya Ghamdi mungkin akan dilepaskan 
jika sang ibu menerima uang darah.

Kisah itu menjadi berita utama di seluruh dunia.

Kasus itu membuka penganiayaan terhadap anak di Arab Saudi di mana para aktivis 
HAM mengatakan, aturan yang ketat tentang privasi keluarga dan tradisi 
patriarkal membuat penganiayaan terhadap anak menjadi masalah serius.

Salah seorang aktivis yang terlibat dalam kampanye untuk Lama, yaitu Aziz 
al-Yousef, mengatakan kepada BBC bahwa ia kecewa Fahyan al Ghamdi tidak 
mendapat hukuman seumur hidup. 

Ibu bocah itu pada akhirnya menerima tawaran uang darah meski dia pernah 
berkata bahwa dirinya tidak akan mengambil uang itu. Sang ibu mengatakan bahwa 
dirinya membutuhkan uang itu untuk membantu membesarkan anak-anaknya masih 
hidup. Hal itu membuat hukuman seumur hidup dikesampingkan. 

Aktivis lain yang berjuang untuk hukuman yang lebih lama, yaitu Manal al 
Sharif, mengatakan kepada BBC bahwa dia tidak percaya hukuman itu cukup 
memadai. Namun, dia merasa bahwa kampanye Saya Lama, dengan tekanan 
internasional terhadap pihak berwenang, telah berperan dalam melahirkan vonis 
baru dalam hukum di Saudi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap 
kekerasan di dalam rumah tangga. Namun, dia menambahkan, dirinya masih ingin 
melihat seberapa efektif hal itu akan ditegakkan dalam praktiknya.



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/

Kirim email ke