On 16 Feb 2006, at 8:04, RM Danardono HADINOTO wrote:

> --- In [EMAIL PROTECTED], "helsing744" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >
> > > Jadi bagaimana cara mengkritik islam/umat islam supaya 'grow up' 
> > dan berhenti bersifat pengamukan?
> > 
> > << Kalau mau menjelaskan detailnya jelas butuh banyak halaman, 
> ntar 
> > malah pada bosen dan menuh2in inbox aja. Saya mau paparkan sedikit 
> > saja, kita lihat dari konteksnya saja:
> > 
> > Di internet atau dalam diskusi terbuka, maka yg perlu kita bahas 
> > adalah IDE/ KONSEP. Kalau kita bicara soal "pengamukan" tadi 
> sebatas tulisan kita tapi tanpa tindakan fisik kita,maka 
> sangsi "pengamukan" tadi adalah dikucilkannya diri kita dan atau 
> ganti dimaki2nya diri (ID) kita. Cara mengkritiknya juga relatif 
> mudah saja, serang "ide pengamukan" kita atau bila perlu (kalau 
> boleh oleh aturan bermilis) serang juga pribadi (ID) si pengamuk 
> tadi.....
> 
> -----------------------------------
> 
> Menurut pengamatan saya, baik didalam dan diluar negeri, baik di 
> Barat maupun di Asia timur, juga dalam mendalami keagamaan secara 
> individual, saya lihat dengan jelas, bahwa masalahnya BUKAN terletak 
> dalam tataran moderat atau garis keras, yang sabar dan tukang 
> mengamuk.
> 
> Bukan.
> 
> Masalahnya, ialah, bahwa kebanyakan masyarakat yang masih bertaraf 
> agrikultural, seperti Indonesia dan kebanyakan masyarakat berumat 
> Islam, terlalu mengusung agama dalam ruang publik. Agama dipakai 
> sebagai attribut kelompok (aku dan mereka), dipakai sebagai 
> plattform politik (mencari pengaruh dan pendukung), dan hal hal 
> semacam itu.
> 
> Hal ini juga dialami oleh masyarakat Eropa sebelum masa pencerahan 
> (enlightment,, Aufklärung). Disaat itu masyarakat Eropa masih rendah 
> tarafnya dalam bidang ekonomi terutama pendidikan.
> 
> Ahmadyah bergerak terutama dinegara negara maju, baik di Ertopa 
> (terutama Inggris) dan Kanada. Mereka lebih mengedepankan bakti 
> sosial.
> 
> Jadi, kata kuncinya adalah taraf pendidikan dan pemakmuran. 
> Masyarakat yang rendah taraf pendidikannya apalagi masih miskin, 
> cenderung untuk lekas "mengamuk", karena ini adalah expressi 
> ketidakberdayaan..
>


    Bila garis besarnya pendapat anda itu betul, tapi kudu diberi
    nuansa sedikit. 

    Bila betul taraf pendidikan dan kemakmuran itu membuka
    kemungkinan bagi manusia umumnya untuk  tidak suka "mengamuk"
    tapi tetap saja kudu ada usaha di masyarakat itu untuk mengubah
    kebiasaan buruk itu (atau usaha mempercepat perubahan itu). . 

    Dan itu hanya bisa dicapai bila di masyarakat itu ada freedom of
    thought dan freedom of speech -  agar tiap orang bisa dan biasa
    mikir (sendiri) dan menyatakan dan mempertukarankan buah
    fikirannnya. 

    Jangan kita lupa bahwa salah satu hasil Reformasi di dunia
    Nasrani itu adalah direbutnya kebebasan untuk berfikir dan
    kebebasan untuk menyatakan buah fikiran itu - dengan
    dihapuskannya, secara berangsur-angsur Inkwisisi. 

    Jadi freedom of speech ini yang mutlak diperjuangkan. 

    Yang terjadi sekarang di dunia Islam adalah gejolak untuk
    mempertahankan pembatasan kebebasan (yang hakekatnya mirip
    dengan Inkuisisi) itu dengan tetap mentabookan kritik terhadap
    Muhamamad. 

    Taboo itu kudu segera dihapus. 

    Tiap orang kudu bisa bilang apapun pendapatnya tentang Muhammad,
    tiap kartunis kudu bisa bikin kartun yang menunjukkan kelakuan
    buruk Muhamad. 

    Ah, bila saya bisa bikin kartun akan saya bikin gambar Muhammad
    memipin pembunuhan orang Yahudi di Yathrib serta perkosaan
    rame-rame perempuan Yahudi.. 

    Akan saya bikin kartun menujukkan nabi Muhammad menyerahkan
    surat perintah kepada beberapa orang sahabatnya untuk merampok
    kafilah Kuraish di Naklah... 

    Akan saya bikin kartun nabi Muhamaad merampok kebun korma orang
    Yahudi lalu mengusirnya ke Kyahbar... 

    Akan saya bikin kartun menunjukkan nabi Muhamad menyuruh
    membunuh penyair bikin syair satiris tentang dirinya... 

    Dan akan saya bikin kartun menujukkan Muhmmad yang mengawini
    Aisyah yang baru berumur 6 tahun dan ditiduri ketika tu bocah
    berumur 9 tahun. 

    Agar orang Islam ngah apa saja kelakuan busuk nabi mereka itu...

    (Bagi yang tidak tahu, semua ini berdasarkan hadits sahih dan
    sirah nabi) 

> That's it. 
> 
> Salam 
> 
> Danardono 





Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke